MALAM adalah waktu yang penuh ketenangan. Di saat kebanyakan manusia terlelap, ada hamba-hamba Allah yang bangun untuk berdiri di hadapan Rabb mereka. Mereka menunaikan shalat malam, lalu menutupnya dengan shalat witir. Rasulullah Muhammad ﷺ sangat menjaga ibadah ini. Bahkan, beliau tidak pernah meninggalkan witir, baik ketika mukim maupun safar.
Shalat witir adalah penutup shalat malam. Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:
“Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari adalah witir.” (HR. Al-Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751)
Namun, karena sering dikerjakan, tidak sedikit kaum muslimin yang melakukan beberapa kesalahan dalam pelaksanaannya. Sebagian kesalahan itu terlihat sepele, tetapi jika terus dilakukan tanpa ilmu, dapat mengurangi kesempurnaan ibadah. Berikut beberapa kesalahan yang cukup sering terjadi.
1. Menganggap Shalat Witir Itu Wajib
Kesalahan pertama adalah meyakini bahwa shalat witir hukumnya wajib sehingga orang yang meninggalkannya dianggap berdosa.
Mayoritas ulama dari mazhab Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah berpendapat bahwa witir adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), bukan wajib. Rasulullah Muhammad ﷺ memang sangat menjaganya, tetapi tidak pernah memerintahkan umatnya dengan perintah yang menunjukkan kewajiban.
Meski demikian, seorang muslim tidak seharusnya meremehkan witir. Imam Ahmad rahimahullah bahkan mengatakan bahwa orang yang terus-menerus meninggalkan witir adalah orang yang buruk persaksiannya karena menunjukkan sikap meremehkan sunnah Nabi.
BACA JUGA: Shalat Dhuha Tidak Boleh Dilakukan Jam-Jam Ini, Harus Tahu!
2. Tidak Menjadikan Witir Sebagai Penutup Shalat Malam
Sebagian orang mengerjakan witir setelah Isya, lalu ketika bangun tahajud mereka kembali menutup shalatnya dengan witir yang kedua. Ini termasuk kekeliruan.
Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:
“Tidak ada dua witir dalam satu malam.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i; dinyatakan shahih oleh Al-Albani).
Jika seseorang sudah berwitir, lalu Allah membangunkannya pada sepertiga malam terakhir, ia tetap boleh mengerjakan shalat tahajud dua rakaat-dua rakaat tanpa mengulangi witir.
3. Selalu Membaca Doa Qunut Sepanjang Tahun
Di sebagian tempat, doa qunut dalam witir selalu dibaca setiap malam sepanjang tahun sehingga dianggap bagian yang tidak boleh ditinggalkan.
Padahal, para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Ada yang berpendapat qunut dilakukan sepanjang tahun, ada yang membatasinya pada pertengahan akhir Ramadan, dan ada pula yang menyatakan boleh sesekali dibaca dan sesekali ditinggalkan.
Karena adanya perbedaan pendapat yang kuat di kalangan ulama, maka tidak sepantasnya seseorang menganggap salah saudaranya hanya karena berbeda dalam masalah qunut witir.
4. Menganggap Doa Qunut Memiliki Lafaz yang Harus Sama
Ada pula yang mengira doa qunut hanya sah jika menggunakan satu lafaz tertentu.
Padahal, doa qunut adalah doa. Seseorang boleh membaca doa yang diajarkan Nabi ﷺ, atau menambahkan doa-doa kebaikan lainnya selama tidak bertentangan dengan syariat.
Yang paling utama tentu membaca doa yang diajarkan Rasulullah Muhammad ﷺ kepada Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma.
5. Menyerupakan Witir Tiga Rakaat dengan Shalat Maghrib
Ini termasuk kesalahan yang sering dijelaskan para ulama.
Sebagian orang mengerjakan witir tiga rakaat dengan duduk tasyahud pada rakaat kedua kemudian berdiri lagi menuju rakaat ketiga, persis seperti shalat Maghrib.
Padahal Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:
“Janganlah kalian menyerupakan witir dengan shalat Maghrib.” (HR. Ad-Daraquthni, dinilai hasan oleh sebagian ulama).
Cara yang lebih sesuai sunnah adalah:
tiga rakaat sekaligus dengan satu tasyahud di akhir rakaat ketiga, atau
dua rakaat salam, kemudian satu rakaat lagi.
6. Terburu-Buru Ketika Melaksanakan Witir
Karena dilakukan pada akhir malam ketika tubuh mulai lelah atau mengantuk, sebagian orang melaksanakan witir dengan sangat cepat. Bacaan dipercepat, rukuk dan sujud nyaris tanpa tuma’ninah.
Padahal tuma’ninah merupakan salah satu rukun shalat. Rasulullah Muhammad ﷺ pernah memerintahkan seseorang yang shalat terlalu cepat untuk mengulang shalatnya seraya bersabda:
“Shalatlah kembali, karena sesungguhnya engkau belum shalat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Karena itu, walaupun hanya satu rakaat, witir tetap harus dilakukan dengan penuh kekhusyukan.

7. Meninggalkan Witir Karena Takut Tidak Bisa Bangun Tahajud
Ada yang berpikir, “Kalau saya witir sekarang, nanti kalau bangun malam tidak bisa tahajud.”
Ini adalah pemahaman yang kurang tepat.
Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:
“Barang siapa khawatir tidak dapat bangun pada akhir malam, hendaklah ia berwitir di awal malam. Dan barang siapa yakin dapat bangun pada akhir malam, maka hendaklah ia berwitir di akhir malam.” (HR. Muslim no. 755).
Hadis ini menunjukkan bahwa seseorang yang khawatir tidak bangun justru dianjurkan untuk berwitir sebelum tidur agar tidak kehilangan keutamaan witir.
BACA JUGA: 10 Shalat yang Tidak Diterima oleh Allah SWT, Siapa Saja dan Kenapa?
8. Menganggap Witir Harus Selalu Tiga Rakaat
Sebagian kaum muslimin mengira witir selalu terdiri dari tiga rakaat.
Padahal, Rasulullah Muhammad ﷺ pernah mengerjakan witir satu rakaat, tiga rakaat, lima rakaat, tujuh rakaat, bahkan sembilan rakaat dalam kesempatan yang berbeda.
Artinya, jumlah rakaat witir bersifat fleksibel sesuai tuntunan sunnah. Yang paling sedikit adalah satu rakaat.
Penutup
Shalat witir adalah ibadah yang sangat dicintai Rasulullah Muhammad ﷺ. Walaupun hukumnya sunnah muakkadah menurut mayoritas ulama, kedudukannya sangat istimewa sebagai penutup shalat malam.
Karena itu, jangan sampai kita hanya semangat mengerjakannya, tetapi lalai mempelajari tata cara yang benar. Ilmu adalah cahaya yang akan memperindah ibadah. Semakin sesuai amalan kita dengan tuntunan Rasulullah Muhammad ﷺ, semakin besar harapan agar ibadah tersebut diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Semoga Allah memberikan kepada kita taufik untuk selalu menghidupkan malam dengan shalat, menutupnya dengan witir yang sesuai sunnah, dan menerima seluruh amal ibadah kita. Aamiin. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

