Anak Ga Mau Ngaji, Orang Tua Boleh Mukul?

Jamiatun Hasanah
5 Min Read
Foto: freepik

MENGAJARI anak mengaji memang menjadi tanggung jawab yang baik bagi orang tua. Orang tua tentu ingin anaknya dekat dengan Al-Qur’an. Ingin anaknya mengenal huruf hijaiyah. Bisa membaca Al-Qur’an. Bahkan mencintai ajaran Islam sejak kecil.

Namun, bagaimana kalau anak tidak mau mengaji?

Apakah boleh memukulnya agar menurut?

Pertanyaan ini cukup sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, sebagian orang menganggap memukul anak adalah bagian dari mendidik. Padahal, Islam sangat memperhatikan cara mendidik anak.

Islam Mengajarkan Kelembutan

Rasulullah ﷺ dikenal sebagai sosok yang sangat lembut kepada anak-anak.

Beliau tidak mendidik dengan kekerasan. Beliau mengajarkan dengan kasih sayang, nasihat, dan memberikan contoh yang baik.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa kelembutan tidaklah ada pada sesuatu kecuali akan membuatnya menjadi indah.

Pesan ini penting untuk orang tua.

Anak memang perlu dididik.

Tetapi pendidikan tidak harus dilakukan dengan kekerasan.

Apalagi ketika anak masih kecil dan belum memahami sepenuhnya alasan mengapa ia harus mengaji.

BACA JUGA:  Tanamkan Iman di Rumah Sebelum Anak Bergelut dengan Dunianya

Bagaimana dengan Hadis tentang Memukul Anak?

Ada hadis yang sering dijadikan dasar dalam pembahasan ini.

Rasulullah ﷺ bersabda agar anak diperintahkan melaksanakan sholat ketika berusia tujuh tahun. Dalam hadis tersebut juga terdapat perintah yang berkaitan dengan disiplin ketika anak mencapai usia sepuluh tahun.

Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud.

Namun, hadis tersebut berbicara tentang sholat, bukan secara khusus tentang mengaji.

Karena itu, tidak tepat jika hadis tersebut langsung dijadikan alasan bahwa anak yang tidak mau mengaji boleh dipukul.

Para ulama juga memberikan batasan ketat dalam pembahasan pendidikan dengan hukuman fisik. Tujuannya bukan untuk melampiaskan emosi orang tua, melainkan mendidik.

Jadi, memukul bukanlah cara pertama yang seharusnya dilakukan.

Anak Tidak Mau Mengaji, Kenapa?

Sebelum memarahi anak, coba cari tahu penyebabnya.

Mungkin anak sedang lelah.

Mungkin cara mengajinya membosankan.

Mungkin guru ngajinya terlalu keras.

Mungkin anak merasa kesulitan membaca huruf hijaiyah.

https://s.shopee.co.id/2LWWIAjXnN

Atau mungkin ia lebih tertarik bermain.

Anak memiliki dunia yang berbeda dengan orang dewasa.

Mereka belajar melalui pengalaman. Mereka juga mudah kehilangan minat jika terus dipaksa.

Karena itu, orang tua perlu memahami penyebabnya terlebih dahulu.

Dari Sisi Psikologi Anak

Dalam pendidikan anak, hukuman fisik dapat menimbulkan dampak yang tidak diinginkan.

Anak bisa menjadi takut kepada orang tua.

Ia mungkin mengaji karena takut dipukul.

Bukan karena mencintai Al-Qur’an.

Padahal tujuan utama mengajarkan Al-Qur’an bukan hanya agar anak bisa membaca.

Lebih jauh dari itu, kita ingin anak memiliki hubungan yang baik dengan Al-Qur’an.

Jika pengalaman mengaji selalu disertai ketakutan, anak bisa menganggap kegiatan mengaji sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan.

Karena itu, pendekatan yang positif lebih baik untuk membangun kebiasaan dalam jangka panjang.

Bagaimana Cara Mengajarinya?

Ada banyak cara yang bisa dicoba.

Buat jadwal mengaji yang singkat.

Tidak perlu terlalu lama.

Misalnya 10 sampai 15 menit terlebih dahulu.

Gunakan metode yang menyenangkan.

Berikan pujian ketika anak berhasil.

Temani anak mengaji.

Orang tua juga bisa memberikan contoh dengan membaca Al-Qur’an di depan anak.

Anak sering kali meniru apa yang dilakukan orang tuanya.

Jadi, jangan hanya menyuruh anak mengaji.

Tunjukkan juga bahwa orang tuanya mencintai Al-Qur’an.

anak ,ngaji, anak indonesia, Anak Lelaki, Cara Rasulullah ﷺ Memanggil Anak, Tauhid
Foto: Unsplash

Kalau Anak Tetap Membangkang?

Orang tua tetap perlu tegas.

Lembut bukan berarti membiarkan anak tanpa aturan.

Anak perlu dibiasakan disiplin.

Tetapi disiplin bisa dilakukan tanpa kekerasan.

Misalnya dengan membuat kesepakatan waktu mengaji. Jika anak menolak, orang tua bisa mengurangi waktu bermain untuk sementara sebagai konsekuensi yang wajar dan sudah disepakati.

Yang paling penting, jangan menghukum ketika sedang marah.

Jangan memukul wajah.

Jangan melukai.

Jangan menghina.

Dan jangan menjadikan agama sebagai sesuatu yang menakutkan bagi anak.

BACA JUGA: Orang Tua Sibuk Bekerja Sampai Tak Sempat Ajarkan Anak Ngaji, Bagaimana?

Kesimpulan

Jadi, apakah anak yang tidak mau mengaji boleh dipukul?

Tidak seharusnya memukul menjadi pilihan pertama.

Islam mengajarkan kasih sayang dan kelembutan dalam mendidik.

Hadis tentang disiplin sholat juga tidak bisa begitu saja dijadikan alasan untuk memukul anak yang tidak mau mengaji.

Orang tua sebaiknya mencari penyebabnya terlebih dahulu.

Kemudian memberikan contoh.

Membuat suasana mengaji menyenangkan.

Memberikan nasihat dengan lembut.

Dan membangun kebiasaan secara bertahap.

Ingat, kita bukan hanya ingin anak bisa mengaji.

Kita ingin anak mencintai Al-Qur’an.

Dan cinta biasanya tumbuh dari keteladanan dan kasih sayang, bukan dari rasa takut.  []

 

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *