SHALAT berjamaah memiliki keutamaan yang besar dalam Islam. Karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk berusaha melaksanakan shalat bersama imam. Namun, tidak semua orang dapat datang sejak awal. Ada yang terlambat karena pekerjaan, perjalanan, atau keperluan lainnya. Ketika datang, shalat sudah dimulai dan ia harus menjadi makmum masbuk.
Lalu, apakah makmum masbuk tetap mendapatkan keutamaan shalat berjamaah? Atau karena datang terlambat, keutamaannya menjadi hilang?
BACA JUGA: Bolehkah Mengqadha Shalat dengan Berjamaah?
Tetap Mendapatkan Keutamaan Berjamaah
Makmum masbuk tetap mendapatkan keutamaan shalat berjamaah selama ia bergabung dan mengikuti imam. Keterlambatan tidak membuat seseorang kehilangan seluruh pahala berjamaah.
Hal ini juga menunjukkan pentingnya tidak meninggalkan kesempatan untuk bergabung dengan jamaah hanya karena merasa sudah terlambat. Ketika seseorang sampai di masjid dan mendapati imam masih melaksanakan shalat, sebaiknya ia segera bergabung dengan tenang.
Rasulullah SAW mengajarkan agar seseorang yang datang ketika shalat berjamaah telah dimulai tetap mengikuti imam dalam keadaan apa pun yang ia dapati. Setelah imam selesai, bagian shalat yang belum dikerjakan kemudian disempurnakan.
Tidak Perlu Menunggu Shalat Berikutnya
Terkadang seseorang merasa malu ketika datang terlambat. Ia mungkin berpikir lebih baik menunggu jamaah berikutnya agar dapat mengikuti shalat dari awal. Padahal, selama masih ada kesempatan mengikuti imam, bergabung dengan jamaah merupakan pilihan yang lebih baik.
Misalnya, seseorang datang ketika imam sedang rukuk. Ia tidak perlu menunggu imam berdiri atau menunggu rakaat berikutnya. Ia dapat segera melakukan takbiratul ihram dalam keadaan berdiri, kemudian mengikuti imam.
Jika ia sempat mendapatkan rukuk bersama imam sesuai ketentuan, rakaat tersebut dapat dihitung sebagai rakaat yang didapat. Namun, jika tidak sempat mendapatkan rukuk, ia tetap mengikuti imam dan nantinya menyempurnakan rakaat yang tertinggal.
Keutamaan Tidak Hanya Diukur dari Banyaknya Rakaat
Keutamaan shalat berjamaah tidak semata-mata ditentukan oleh apakah seseorang mengikuti imam sejak takbir pertama. Usaha seseorang untuk datang dan bergabung dengan jamaah juga merupakan bagian dari kebaikan.
Orang yang terlambat tetap berusaha melaksanakan shalat bersama kaum muslimin. Ia tidak meninggalkan jamaah hanya karena kehilangan beberapa rakaat. Sikap seperti ini menunjukkan adanya perhatian terhadap ibadah berjamaah.
Bahkan, perjalanan menuju masjid juga memiliki keutamaan. Setiap langkah menuju tempat shalat merupakan bagian dari amal kebaikan. Karena itu, seorang muslim hendaknya tidak meremehkan kesempatan untuk bergabung dengan jamaah meskipun datang terlambat.
Bagaimana Jika Hanya Mendapatkan Satu Rakaat?
Makmum masbuk mungkin saja hanya mendapatkan satu rakaat bersama imam. Dalam keadaan tersebut, ia tetap mengikuti imam sampai imam selesai salam.
Setelah imam selesai salam, makmum masbuk berdiri untuk menyempurnakan rakaat yang belum dikerjakan. Jumlah rakaat yang harus disempurnakan bergantung pada shalat yang dilakukan dan berapa rakaat yang berhasil didapatkan bersama imam.
Hal yang penting adalah tidak langsung meninggalkan shalat setelah imam salam jika masih memiliki rakaat yang harus disempurnakan.
Jangan Sengaja Terlambat
Meskipun makmum masbuk tetap mendapatkan keutamaan berjamaah, hal tersebut bukan alasan untuk sengaja datang terlambat. Seorang muslim tetap dianjurkan mempersiapkan diri agar dapat mengikuti shalat sejak awal.
Datang lebih awal memberikan kesempatan untuk mengikuti takbiratul ihram bersama imam, membaca bacaan shalat dengan lebih tenang, serta mendapatkan kesempatan melakukan ibadah sunnah sebelum shalat wajib.
Karena itu, kondisi masbuk sebaiknya dipahami sebagai keadaan yang terkadang tidak dapat dihindari, bukan sesuatu yang sengaja dilakukan.
BACA JUGA: Bolehkah Shalat Sambil Duduk Hanya Karena Rasa Malas?
Makmum masbuk tetap mendapatkan keutamaan shalat berjamaah ketika ia bergabung dengan imam dan mengikuti shalat dengan benar. Terlambat beberapa rakaat tidak berarti seluruh keutamaan berjamaah hilang.
Jika datang terlambat, jangan merasa malu atau memilih meninggalkan jamaah. Segeralah bergabung dengan tenang sesuai posisi imam, lalu sempurnakan rakaat yang tertinggal setelah imam selesai.
Namun, jika memungkinkan, hendaknya seorang muslim berusaha datang lebih awal. Dengan begitu, ia dapat mengikuti shalat sejak awal dan memperoleh kesempatan yang lebih banyak untuk beribadah bersama jamaah.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

