MENDENGAR kata diabetes, banyak orang langsung membayangkan hal yang sama: gula darah tinggi.
Padahal, diabetes bukan hanya satu jenis. Dua jenis yang paling sering dibicarakan adalah diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Keduanya sama-sama menyebabkan kadar gula darah meningkat, tetapi penyebab dan cara tubuh mengalaminya berbeda.
Memahami perbedaannya penting, karena penanganannya juga tidak sama.
Diabetes Tipe 1: Ketika Tubuh Menyerang Sel Penghasil Insulin
Diabetes tipe 1 merupakan penyakit autoimun. Sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan sel beta di pankreas yang bertugas memproduksi insulin.
Akibatnya, tubuh mengalami kekurangan insulin yang sangat berat.
Padahal, insulin dibutuhkan agar glukosa dari makanan dapat masuk ke dalam sel dan digunakan sebagai sumber energi.
BACA JUGA: Kena Diabetes? Coba Perhatikan 3J Ini Ya!
Karena produksi insulin tubuh sangat sedikit atau bahkan tidak ada, penderita diabetes tipe 1 memerlukan insulin setiap hari untuk mempertahankan kadar gula darah dan mencegah komplikasi serius.
Diabetes tipe 1 dapat muncul pada anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Jadi, penyakit ini bukan semata-mata “penyakit anak-anak”.
Diabetes Tipe 2: Insulin Ada, tetapi Tidak Bekerja Optimal
Berbeda dengan tipe 1, pada diabetes tipe 2 tubuh biasanya masih menghasilkan insulin, tetapi sel-sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik. Kondisi ini disebut resistensi insulin.
Pada tahap berikutnya, pankreas dapat kesulitan menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup untuk mengimbangi kebutuhan tubuh.
Akibatnya, gula darah meningkat.
Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling umum. Risiko terjadinya dapat dipengaruhi berbagai faktor, antara lain usia, riwayat keluarga, berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik, dan pola hidup.
Namun, bukan berarti diabetes tipe 2 hanya dialami orang yang gemuk. Orang dengan berat badan normal juga dapat mengalaminya.
Apakah Keduanya Memiliki Gejala yang Sama?
Bisa.
Baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2 dapat menyebabkan gejala seperti sering haus, sering buang air kecil, mudah lelah, rasa lapar meningkat, penurunan berat badan yang tidak direncanakan, dan penglihatan kabur.
Bedanya, diabetes tipe 1 sering berkembang lebih cepat dan gejalanya dapat muncul secara relatif mendadak.
Sementara itu, diabetes tipe 2 dapat berkembang perlahan. Bahkan, seseorang bisa tidak merasakan gejala yang jelas selama bertahun-tahun.
Inilah salah satu alasan mengapa diabetes tipe 2 kadang baru diketahui ketika seseorang menjalani pemeriksaan kesehatan atau ketika komplikasi sudah muncul.
Apakah Diabetes Tipe 1 Bisa Dicegah?
Di sinilah perbedaannya semakin jelas.
Saat ini, diabetes tipe 1 belum diketahui cara pasti untuk mencegahnya karena berkaitan dengan proses autoimun dan faktor genetik serta lingkungan yang kompleks.
Sementara diabetes tipe 2 memiliki sejumlah faktor risiko yang dapat dimodifikasi.
Menjaga berat badan tetap sehat, rutin melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidak merokok, serta memeriksa kadar gula darah sesuai kebutuhan dapat membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2.
Tetapi gaya hidup sehat bukan berarti seseorang mendapat jaminan mutlak terbebas dari diabetes.
Apakah Pengobatannya Sama?
Tidak selalu.
Penderita diabetes tipe 1 membutuhkan terapi insulin karena tubuh tidak mampu memproduksi insulin yang cukup.
Pada diabetes tipe 2, penanganannya dapat meliputi perubahan pola makan, aktivitas fisik, penurunan berat badan bila diperlukan, obat-obatan, dan pada sebagian orang juga insulin.
Jenis serta kombinasi pengobatan tentu harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien dan ditentukan oleh tenaga kesehatan.
BACA JUGA: Ciri Tubuh Lelaki yang Rentan Terkena Diabetes
Jadi, Apa Perbedaan Utamanya?
Sederhananya, diabetes tipe 1 terutama terjadi karena sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel penghasil insulin, sedangkan diabetes tipe 2 terutama berkaitan dengan resistensi insulin dan kemudian produksi insulin yang tidak mencukupi.
Keduanya sama-sama membutuhkan perhatian serius.
Dan satu hal penting: jangan mendiagnosis jenis diabetes hanya berdasarkan usia, berat badan, atau gejala.
Jika muncul gejala yang mengarah pada diabetes, pemeriksaan gula darah dan evaluasi tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
Sebab, nama penyakitnya boleh berbeda.
Tetapi tujuan penanganannya sama: menjaga kadar gula darah tetap terkendali dan mencegah komplikasi dalam jangka panjang. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


