Apakah Sah Shalat tapi Pandangan Tidak Fokus ke Arah Kiblat?

Umar Faqih
5 Min Read
Foto: Islampos AI

KETIKA shalat, kita tentu diarahkan untuk menghadap kiblat. Namun, bagaimana jika tubuh sudah menghadap kiblat, tetapi pandangan mata tidak selalu lurus ke arah kiblat?

Misalnya mata melihat ke bawah, sesekali melirik ke samping, atau tanpa sadar memperhatikan sesuatu di sekitar. Apakah shalat menjadi tidak sah?

Jawabannya perlu dibedakan antara arah tubuh saat shalat dan arah pandangan mata.

BACA JUGA: Apakah Boleh Mengakhirkan Shalat Hanya karena Malas?

Menghadap Kiblat adalah Syarat Shalat

Menghadap kiblat merupakan salah satu syarat sah shalat bagi orang yang mampu melakukannya.

Allah berfirman, “Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah wajahmu ke arahnya.” (QS. Al-Baqarah: 144).

Karena itu, orang yang sedang shalat wajib mengarahkan tubuhnya ke kiblat sesuai kemampuannya.

Namun, ayat tersebut tidak berarti bahwa mata harus terus-menerus memandang tepat ke arah Ka’bah.

Bagi orang yang shalat jauh dari Makkah, bahkan secara fisik tidak mungkin matanya melihat Ka’bah. Yang menjadi perhatian adalah arah tubuhnya ketika melaksanakan shalat.

https://s.shopee.co.id/9AOEeA5GOG

Lalu, Ke Mana Sebaiknya Pandangan Diarahkan?

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memberikan tuntunan mengenai pandangan ketika shalat.

Dari Aisyah radhiyallahu anha, beliau pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentang menoleh dalam shalat. Nabi menjawab, “Itu adalah pencurian yang dilakukan setan dari shalat seorang hamba.” (HR. Bukhari).

Hadis ini menunjukkan bahwa seorang Muslim hendaknya menjaga pandangannya selama shalat dan tidak sengaja menoleh ke kanan atau kiri tanpa kebutuhan.

Para ulama juga menjelaskan bahwa dianjurkan bagi orang yang shalat untuk mengarahkan pandangannya ke tempat sujud.

Dengan demikian, mata tidak harus memandang lurus ke arah kiblat. Bahkan, memandang ke tempat sujud merupakan bagian dari adab dan membantu seseorang menjaga kekhusyukan.

Bagaimana Jika Mata Sesekali Melirik?

Ini juga perlu dibedakan.

Jika seseorang tidak sengaja melirik karena mendengar suara, melihat sesuatu yang bergerak, atau pikirannya sesaat terganggu, shalatnya tidak otomatis batal.

Namun, jika ia sengaja terus-menerus menoleh dan memalingkan tubuh dari arah kiblat, persoalannya menjadi berbeda karena dapat berkaitan dengan gerakan yang memengaruhi keabsahan shalat.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah mengingatkan agar seseorang tidak menoleh dalam shalat.

Karena itu, ketika sadar pandangan mulai ke mana-mana, segera kembalikan pandangan dan perhatian kepada shalat.

Tidak perlu panik lalu mengulang shalat hanya karena mata sempat bergerak.

Bagaimana Jika Melihat ke Atas?

Justru melihat ke atas ketika shalat merupakan sesuatu yang dilarang.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Hendaklah orang-orang berhenti mengangkat pandangan mereka ke langit ketika berdoa dalam shalat, atau pandangan mereka benar-benar tidak akan kembali kepada mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan pentingnya menjaga pandangan ketika sedang menghadap Allah.

Karena itu, jangan membiasakan melihat ke atas, apalagi terus mencari-cari sesuatu dengan pandangan ketika sedang shalat.

Fokus Pandangan dan Khusyuk

Menjaga pandangan bukan hanya berkaitan dengan sah atau tidaknya shalat. Ada kaitannya juga dengan kekhusyukan.

Ketika mata sibuk memperhatikan sekeliling, hati biasanya lebih mudah ikut terganggu. Sebaliknya, ketika pandangan dijaga dan diarahkan ke tempat yang dianjurkan, seseorang lebih mudah menyadari bahwa dirinya sedang beribadah kepada Allah.

Allah berfirman, “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya.” (QS. Al-Mu’minun: 1–2).

Karena itu, menjaga pandangan merupakan salah satu usaha untuk mendapatkan kekhusyukan, meskipun khusyuk sendiri tidak berarti mata harus terus memandang satu titik tanpa bergerak sama sekali.

BACA JUGA: Bolehkah Mengambil Barang yang Jatuh dari Saku ketika Sedang Shalat?

Jadi, Apakah Shalatnya Sah?

Sahabat Islampos, shalat seseorang tidak menjadi batal hanya karena pandangannya tidak terus-menerus lurus ke arah kiblat.

Yang wajib adalah tubuhnya menghadap kiblat sesuai kemampuan. Adapun pandangan mata memiliki adab tersendiri, dan dianjurkan untuk diarahkan ke tempat sujud serta tidak sengaja menoleh ke kanan dan kiri tanpa kebutuhan.

Jika mata sempat melirik atau pandangan tidak fokus karena lupa atau gangguan sesaat, jangan langsung menganggap shalat batal.

Segera kembalikan pandangan dan hati kepada shalat.

Sebab dalam ibadah, yang juga penting bukan hanya bagaimana kita memulai dengan benar, tetapi bagaimana kita terus berusaha memperbaiki diri ketika perhatian mulai teralihkan.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *