PADA suatu hari, seorang ulama melihat dan mendengar seorang laki-laki mengeluhkan kemiskinan dan kebutuhan hidupnya pada seseorang. Lalu ulama itu mendekati dan berkata,
“Hai fulan, demi Allah, tidak ada gunanya kamu mengeluhkan Dzat yang menyayangimu kepada orang yang tidak menyayangimu.”
Mengenai hal ini, terdapat syair yang berbunyi,
“Kalau engkau mengeluh pada anak Adam, maka sesungguhnya engkau mengeluhkan Yang Maha Penyayang kepada yang tidak menyayangi.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
مَآ اَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ۖ وَمَآ اَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَّفْسِكَ ۗ وَاَرْسَلْنٰكَ لِلنَّاسِ رَسُوْلًا ۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا
Kebaikan (nikmat) apa pun yang kamu peroleh (berasal) dari Allah, sedangkan keburukan (bencana) apa pun yang menimpamu itu disebabkan oleh (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutus engkau (Nabi Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Cukuplah Allah sebagai saksi.
(An-Nisā’ [4]:79) []
Sumber:
Ibnu Qayyim, Fawaidul Fawaid, Pustaka Imam Syafii, 2024
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE









