Tugas-tugas Nabi Isa di Akhir Zaman

Yudi
By Yudi
4 Min Read
Foto: Freepik

WAKTU berputar, namun janji Allah tidak pernah pudar. Di antara kisah paling agung yang mengikat masa lalu dan masa depan adalah perjalanan Nabi Isa ‘Alaihis Salam. Ia hadir di dua simpang sejarah: ketika langit menyelamatkannya dari penyaliban, dan ketika bumi menantinya kembali pada detik-detik terakhir usia dunia.

Pada kondisi pertama, Isa ‘Alaihis Salam hidup sebagai seorang nabi di tengah Bani Israil. Allah mengutusnya membawa Injil, bukan untuk meruntuhkan Taurat, melainkan untuk meneguhkannya. Ia datang sebagai cahaya yang mengingatkan, sebagai saksi yang lurus di tengah kaum yang keras hati. Mukjizat diberikan kepadanya bukan sebagai hiburan mata, tetapi sebagai hujjah yang tak terbantahkan. Dengan izin Allah, ia menyembuhkan orang buta sejak lahir, membersihkan kusta yang dijauhi manusia, dan menghidupkan orang mati. Setiap mukjizat adalah seruan sunyi: sembahlah Allah Yang Esa, patuhlah kepada-Nya, dan jangan menyimpang dari jalan-Nya.

Namun, kebenaran sering dibenci oleh mereka yang merasa terusik. Ketika makar dirancang dan salib disiapkan, Allah berkehendak lain. Isa tidak disalib, tidak pula dibunuh. Allah mengangkatnya ke langit, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an: “Tetapi Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya” (QS. An-Nisa: 158). Sejak saat itu, bumi kehilangan seorang nabi, namun langit menyimpan sebuah janji.

Janji itu akan terwujud pada kondisi kedua: akhir zaman, ketika dunia berada di ambang kehancuran moral dan spiritual. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis shahih riwayat Muslim, bahwa Isa bin Maryam akan turun di sisi menara putih di sebelah timur Damaskus. Ia turun bukan sebagai nabi baru, melainkan sebagai pengikut syariat Muhammad ﷺ. Salib akan dipatahkan, babi dimusnahkan, dan jizyah dihapuskan. Kebenaran menjadi tunggal, tanpa tawar-menawar.

https://s.shopee.co.id/BNe5MhdZ4

Di masa itu, Dajjal telah lebih dahulu keluar, membawa fitnah terbesar sepanjang sejarah manusia. Ia menipu mata, merusak akal, dan mengguncang iman. Kaum Mukminin terdesak, hingga Allah menurunkan Isa ‘Alaihis Salam sebagai pertolongan dari langit. Dengan izin Allah, Isa membunuh Dajjal di gerbang Ludd, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis shahih. Fitnah terbesar pun berakhir dalam sekejap, sebagaimana kabut yang sirna oleh matahari pagi.

Pada masa turunnya Isa, Allah juga menampakkan Al-Mahdi, pemimpin yang adil dari keturunan Rasulullah ﷺ. Bumi yang lama merintih akhirnya bernapas lega. Keberkahan turun tanpa henti. Harta melimpah hingga manusia tak lagi tergoda oleh dunia. Dalam riwayat shahih disebutkan, satu ekor unta dapat mencukupi kebutuhan susu banyak manusia. Kedamaian meresap hingga binatang buas pun kehilangan naluri memangsa.

Namun akhir zaman bukan hanya tentang ketenteraman. Dari celah-celah bumi, Ya’juj dan Ma’juj dilepaskan. Mereka melahap, merusak, dan mengalir seperti banjir yang tak terbendung. Manusia tak kuasa melawan. Isa ‘Alaihis Salam dan kaum Mukminin hanya mampu berdoa. Maka Allah mengirimkan kebinasaan kepada Ya’juj dan Ma’juj dengan cara yang tak disangka. Mereka mati serentak, bumi pun kembali sunyi dari kerusakan.

Isa ‘Alaihis Salam kemudian memimpin manusia dengan syariat Islam, menegakkan keadilan, hingga tiba ajalnya. Ia wafat sebagai hamba Allah, bukan sebagai Tuhan, bukan pula anak Tuhan. Kaum Muslimin menshalatinya, menutup kisah seorang nabi yang hidup dalam kebenaran sejak awal hingga akhir.

BACA JUGA:  Cara Nabi Isa dan Pengikutnya Menghindari Intaian Romawi dan Yahudi

Setelah itu, dunia memasuki fase terakhirnya. Allah mengirimkan angin yang lembut namun dingin. Angin itu mencabut nyawa setiap Mukmin, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Muslim. Tak tersisa seorang pun yang di dalam hatinya ada iman walau seberat biji sawi. Yang tertinggal hanyalah manusia-manusia buruk, hidup tanpa arah, tanpa ibadah, tanpa takut kepada Allah.

Dan kepada merekalah kiamat ditegakkan.

Bukan sebagai kejutan, melainkan sebagai penutup yang adil. Langit dan bumi yang lama menanggung dosa akhirnya dilipat. Kisah Isa ‘Alaihis Salam pun menjadi saksi: bahwa kebenaran selalu kembali, meski harus menunggu akhir zaman untuk sempurna. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *