Kalimat-kalimat yang Nggak Boleh Diucapkan saat Takziyah

Dini Koswarini
3 Min Read
Foto: Freepik

TAKZIYAH adalah momen untuk menguatkan hati orang yang sedang berduka, bukan sekadar datang lalu pulang. Sayangnya, niat baik kadang berubah jadi luka baru karena kalimat yang keliru diucapkan.

Islam sangat menjaga adab lisan, apalagi di saat hati seseorang sedang rapuh. Berikut beberapa kalimat yang sebaiknya dihindari saat takziyah, beserta alasannya.

1. “Sudah takdir, ikhlasin aja”

Kalimat ini terdengar religius, tapi bisa terasa menyudutkan.
Orang yang berduka butuh waktu untuk ikhlas. Ikhlas bukan tombol ON–OFF.

📌 Ulama salaf mengajarkan bahwa kesabaran tumbuh seiring waktu, bukan karena tekanan.

BACA JUGA:  10 Kalimat Ini Tidak Boleh Diucapkan Orangtua pada Anak Lelaki!

2. “Dia kan sudah tua / sakit-sakitan”

Kalimat ini seolah berkata, “Ya wajar meninggal.”
Padahal kehilangan tetap sakit, siapa pun yang pergi.

📌 Rasulullah ﷺ tidak pernah meremehkan duka, bahkan atas wafatnya seorang anak kecil.

3. “Yang sabar ya, saya dulu lebih berat cobaan saya”

Takziyah bukan ajang lomba penderitaan.
Membandingkan musibah justru menghapus empati.

📌 Imam Al-Ghazali mengingatkan: Menghibur bukan dengan cerita diri, tapi dengan hadir dan peduli.

https://s.shopee.co.id/8KjNfTuXxD

4. “Masih mending, coba lihat yang lain”

Kalimat ini sering dimaksudkan agar bersyukur, tapi justru mengecilkan rasa sedih.

📌 Duka tidak bisa ditakar.
Setiap hati punya luka masing-masing.

5. “Jangan nangis terus, kasihan yang meninggal”

Menangis bukan tanda lemah iman.
Rasulullah ﷺ sendiri menangis saat kehilangan orang tercinta.

📌 Yang dilarang adalah meratap berlebihan, bukan air mata duka.

6. “Tenang aja, nanti juga lupa”

Kehilangan orang tercinta bukan hal yang dilupakan, tapi diikhlaskan pelan-pelan.

📌 Luka bisa sembuh, tapi kenangan tetap tinggal.

Lalu, Kalimat Apa yang Sebaiknya Diucapkan?

Tak perlu banyak kata.
Yang penting tulus dan menenangkan.

Beberapa contoh yang dianjurkan:

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.”

BACA JUGA:  Kenapa Orang Meninggal Harus Didoakan Supaya Tenang?

“Semoga Allah menguatkan hati keluarga.”

“Kami ikut berduka, semoga almarhum/almarhumah husnul khatimah.”

Diam, mendengar, dan mendoakan—itu juga sedekah.

Penutup

Takziyah bukan tentang apa yang kita ucapkan, tapi bagaimana hati kita hadir.
Satu kalimat salah bisa melukai, satu doa tulus bisa menguatkan seumur hidup.

Semoga Allah menjaga lisan kita, terutama di saat saudara kita sedang diuji. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *