MALAM Jumat memiliki kedudukan khusus dalam Islam.
Ia datang bersama banyak anjuran ibadah.
Dari membaca Al-Qur’an, memperbanyak shalawat, hingga memperbaiki hubungan dengan keluarga.
Lalu muncul pertanyaan yang sering ditanyakan:
apakah jima’ dengan istri pada malam Jumat juga dianjurkan?
1. Tidak Ada Dalil Khusus yang Mewajibkan atau Mensunnahkan Secara Khusus
Para ulama menjelaskan dengan jujur dan ilmiah.
Tidak ada hadits shahih yang secara tegas menyebutkan bahwa jima’ pada malam Jumat secara khusus adalah sunnah tersendiri.
Namun, ini tidak berarti jima’ pada malam Jumat dilarang.
Justru sebaliknya.
BACA JUGA: Wah, Ini Manfaat Jima Halal Suami Istri di Pagi Hari!
2. Jima’ adalah Ibadah, Kapan Pun Dilakukan dengan Niat yang Benar
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Dan pada kemaluan salah seorang dari kalian terdapat sedekah.”
(HR. Muslim)
Para sahabat bertanya dengan heran.
Bagaimana mungkin hubungan suami istri bernilai pahala?
Rasulullah ﷺ menjawab:
karena ia dilakukan dengan cara yang halal.
Artinya, jima’ kapan pun, termasuk malam Jumat,
jika diniatkan menjaga kehormatan, menenangkan pasangan, dan menunaikan hak,
maka ia bernilai ibadah.
3. Malam Jumat adalah Waktu yang Penuh Keberkahan
Para ulama menyebutkan, malam Jumat adalah waktu yang mulia.
Segala ketaatan di dalamnya memiliki keutamaan.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa
hari dan malam Jumat adalah waktu berkumpulnya berbagai bentuk kebaikan.
Jika ibadah lisan dianjurkan,
ibadah hati dianjurkan,
maka ibadah dalam rumah tangga pun masuk di dalamnya.
Jima’ yang dilakukan dengan kasih sayang, kelembutan, dan niat ibadah
tidak terpisah dari keberkahan malam tersebut.
4. Menjaga Hak Istri Termasuk Amal Besar
Islam tidak memisahkan antara ibadah dan kehidupan rumah tangga.
Seorang suami yang memperhatikan kebutuhan batin istrinya
sedang menunaikan amanah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya.”
(HR. Tirmidzi)
Termasuk kebaikan itu adalah tidak menelantarkan hak biologis pasangan.
BACA JUGA: Setiap Kali “Minta” Jima, Istri Menolak Terus: Apa yang Harus Dilakukan Suami?
5. Kesimpulan yang Seimbang
Jima’ pada malam Jumat bukan ibadah khusus yang memiliki dalil tersendiri.
Namun ia tetap halal, baik, dan berpahala jika diniatkan dengan benar.
Jika dilakukan dengan:
- Niat ibadah
- Kasih sayang
- Menjaga kehormatan diri dan pasangan
Maka ia termasuk amal shalih, kapan pun waktunya.
Islam adalah agama yang realistis.
Ia memuliakan ibadah.
Ia juga memuliakan cinta dalam pernikahan.
Dan rumah tangga yang hangat,
adalah salah satu pintu ketenangan jiwa. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

