Jika Seseorang Adzan dan Shalat Sendirian Di Masjid, Apakah Dicatat baginya Pahala Shalat Berjamaah?

Umar Faqih
3 Min Read
Foto: Azkia Karima | Islampos

MASJID adalah rumah Allah.
Tempat ditegakkannya adzan dan shalat.
Namun terkadang seseorang datang sendirian.
Ia adzan.
Lalu shalat seorang diri.

Lantas muncul pertanyaan:
Apakah ia tetap mendapat pahala shalat berjamaah?

Hadits Shahih Tentang Shalat Sendirian di Masjid

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jika seseorang berada di suatu negeri yang sepi atau di padang pasir, lalu ia mengumandangkan adzan dan iqamah kemudian shalat, maka Rabb-nya berfirman: ‘Lihatlah hamba-Ku ini, ia shalat dan mengingat-Ku.’ Maka Allah mengampuni dosa-dosanya.”
(HR. Ahmad, Abu Dawud, dan dishahihkan oleh Al-Albani)

BACA JUGA:  Bolehkah Shalat tanpa Bersuci?

Dalam riwayat lain disebutkan:

“Jika seorang hamba mengumandangkan adzan lalu shalat, maka shalatnya disaksikan oleh para malaikat yang shalat bersamanya.”
(HR. An-Nasa’i, dinilai shahih)

Hadits ini menunjukkan bahwa meskipun ia sendirian secara kasat mata, ia tidak benar-benar sendiri.

Pendapat Ulama Salaf

Para ulama salaf memberikan penjelasan yang penting.

1. Malaikat Menjadi Jamaahnya

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa:

Orang yang adzan dan shalat sendirian di tempat sepi, maka para malaikat akan shalat bersamanya.

Ini menunjukkan adanya keutamaan berjamaah, meski tanpa manusia.

https://shopee.co.id/product/1343674864/26985381870?d_id=a86d2&gads_t_sig=VTJGc2RHVmtYMTlxTFVSVVRrdENkVHQ3ZkZSUTMrR3pBWmZZNzdrcnRBMGQ5Mk1KZHhtSGtnTWtzVThsYU9vOTdVVlFhT280cmNvdzh2QnpMZEx5c1l1M3ZXMDdmSGFJd0MxVXJWZGtBUWtUWVVyT25TOFQ4VlZSMkxleDlWb3M5V2NVQnJNdUhBSXBtRWlIOStjZCtaNGJHSUV0MjhPZmFHai9ObXorMUJ3PQ&mmp_pid=an_11336250108&uls_trackid=54jqe8lc01l6&utm_campaign=id_ApUFzIw6QD&utm_content=----&utm_medium=affiliates&utm_source=an_11336250108&utm_term=e8midw7ewvoy

2. Mendapat Pahala Jamaah dari Sisi Niat dan Syiar

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan:

Orang yang mengumandangkan adzan dan shalat sendirian karena tidak ada jamaah, maka ia termasuk orang yang menegakkan syiar Islam, dan ia mendapat pahala besar sesuai niatnya.

Namun beliau juga menegaskan:

Pahala shalat berjamaah yang sempurna (27 derajat) adalah untuk jamaah dengan manusia, bukan malaikat.

3. Tidak Sama dengan Jamaah Manusia, Tapi Tidak Sia-sia

Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata:

Shalat sendirian dengan adzan dan iqamah lebih utama daripada shalat sendirian tanpa adzan, karena ia telah menghidupkan syiar.

  • Artinya:
  • Ada pahala besar
  • Ada keutamaan

Namun tidak persis sama dengan jamaah manusia

BACA JUGA:  Mengelola Bisikan Hati Saat Shalat

Kesimpulan

✔ Jika seseorang adzan dan shalat sendirian di masjid karena tidak ada jamaah, shalatnya bernilai besar di sisi Allah
✔ Ia disaksikan dan ditemani para malaikat
✔ Ia mendapat pahala sesuai niat dan usaha menegakkan syiar
✖ Namun pahala 27 derajat shalat berjamaah secara sempurna tetap khusus untuk jamaah manusia

Penutup

Islam tidak menyia-nyiakan kebaikan.
Niat yang lurus tetap dicatat.
Adzan yang berkumandang tetap bernilai ibadah.

Dan Allah Maha Adil.
Tidak mengurangi pahala orang yang berusaha taat, meski sendirian.

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim) []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *