Kemaksiatan Masih Terjadi di Bulan Ramadhan Padahal Syetan Sedang Dibelenggu?

Umar Faqih
2 Min Read
Foto: Freepik

BULAN Ramadhan adalah bulan suci.
Bulan penuh ampunan.
Bulan dilipatgandakannya pahala.
Namun pertanyaan sering muncul: mengapa maksiat masih terjadi, padahal setan dibelenggu?
Rasulullah ﷺ bersabda,
“Apabila datang Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Muhammad, diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Lalu kenapa masih ada dusta, ghibah, zina, dan kemalasan?

BACA JUGA:  Bedanya Puasa Ramadhan dan Sunnah

Para ulama menjelaskan, yang dibelenggu adalah setan-setan yang besar dan kuat.
Adapun setan kecil masih ada.
Sebagian lagi mengatakan, yang dibelenggu adalah kekuatan mereka, bukan hilang sepenuhnya.
Namun ada jawaban yang lebih dalam.
Musuh manusia bukan hanya setan.
Ada yang lebih dekat.
Yaitu hawa nafsu.

Ibn Rajab rahimahullah menjelaskan bahwa maksiat di bulan Ramadhan seringkali bersumber dari jiwa yang telah terbiasa bermaksiat sebelum Ramadhan datang.
Artinya, masalahnya bukan semata godaan luar.

https://s.shopee.co.id/9UvZZtsPsK

Tetapi kebiasaan dalam diri.
Jika seseorang sebelas bulan membiarkan lisannya berdusta, matanya liar, dan hatinya keras, maka Ramadhan tidak otomatis mengubahnya dalam sehari.
Ramadhan membantu.
Tetapi perubahan tetap butuh kesungguhan.

Ibarat ladang.
Jika tanahnya kering dan penuh duri, hujan saja tidak cukup.
Harus dicangkul.
Harus dibersihkan.
Karena itu, jangan jadikan “setan dibelenggu” sebagai alasan untuk santai.
Justru ini bukti bahwa peluang taat sedang terbuka lebar.

Jika masih bermaksiat, berarti kita perlu serius membenahi diri.

BACA JUGA:  Benarkah Rumah Sakit Sepi saat Bulan Ramadhan?

Ramadhan adalah momentum latihan.
Menahan lapar.
Menahan marah.
Menahan syahwat.

Kalau setelah Ramadhan maksiat tetap dominan, itu tanda kita belum bersungguh-sungguh.

Jangan salahkan setan terus-menerus.
Tanya diri sendiri.
Ramadhan bukan sekadar menahan makan dan minum.
Ramadhan adalah perang melawan nafsu.
Dan kemenangan itu tidak datang tanpa perjuangan. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *