DALAM Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa setelah berbuka puasa, seorang mukmin hendaknya menghadirkan dua sikap dalam hatinya: takut (khauf) dan harap (raja’). Ia merasa takut karena tidak mengetahui apakah puasanya diterima atau ditolak. Namun pada saat yang sama, ia tetap berharap kepada rahmat Allah.
Jika puasanya diterima, ia termasuk golongan orang-orang yang didekatkan kepada-Nya. Sebaliknya, jika tertolak, ia khawatir termasuk orang yang merugi. Sikap ini bukan hanya berlaku setelah puasa, tetapi seharusnya menyertai setiap selesai menunaikan ibadah.
Sikap tersebut selaras dengan nasihat Hasan al-Basri. Suatu ketika ia melewati sekelompok orang yang tertawa di bulan Ramadhan. Ia berkata bahwa Allah menjadikan Ramadhan sebagai medan perlombaan ketaatan: ada yang menang dan beruntung, ada pula yang tertinggal dan merugi. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

