Setelah Berbuka Puasa Menurut Imam Al-Ghazali

Nasrulloh Baksolahar
1 Min Read
Foto: Freepik

DALAM Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa setelah berbuka puasa, seorang mukmin hendaknya menghadirkan dua sikap dalam hatinya: takut (khauf) dan harap (raja’). Ia merasa takut karena tidak mengetahui apakah puasanya diterima atau ditolak. Namun pada saat yang sama, ia tetap berharap kepada rahmat Allah.

Jika puasanya diterima, ia termasuk golongan orang-orang yang didekatkan kepada-Nya. Sebaliknya, jika tertolak, ia khawatir termasuk orang yang merugi. Sikap ini bukan hanya berlaku setelah puasa, tetapi seharusnya menyertai setiap selesai menunaikan ibadah.

Sikap tersebut selaras dengan nasihat Hasan al-Basri. Suatu ketika ia melewati sekelompok orang yang tertawa di bulan Ramadhan. Ia berkata bahwa Allah menjadikan Ramadhan sebagai medan perlombaan ketaatan: ada yang menang dan beruntung, ada pula yang tertinggal dan merugi. []

https://s.shopee.co.id/70Djkx4cK3

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *