PERTANYYAN ini sering muncul di tengah kaum muslimin.
Banyak orang ingin tetap tahajud meski sudah witir lebih awal.
Apakah hal itu diperbolehkan dalam syariat?
Pada dasarnya, shalat witir dianjurkan menjadi penutup shalat malam.
Hal ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar.
Beliau menyampaikan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda agar witir dijadikan shalat terakhir malam hari.
Hadis ini diriwayatkan oleh Sahih Bukhari dan Sahih Muslim.
Anjuran ini menunjukkan keutamaan.
Bukan kewajiban yang mengikat.
BACA JUGA: Bolehkah Tarawih di Masjid dan Witir di Rumah?
Para ulama menjelaskan bahwa hadis tersebut tidak melarang shalat setelah witir.
Terdapat dalil lain yang menunjukkan kebolehannya.
Salah satunya adalah riwayat dari Aisyah radhiyallahu ‘anha.
Beliau menceritakan kebiasaan shalat malam Rasulullah ﷺ.
Setelah witir, beliau masih mengerjakan dua rakaat sambil duduk.
Riwayat ini juga terdapat dalam Sahih Muslim.
Imam An-Nawawi menjelaskan maksud hadis tersebut.
Beliau menegaskan bahwa Nabi ﷺ melakukan itu untuk menunjukkan kebolehan.
Juga menjelaskan bolehnya shalat sunah sambil duduk.
Namun amalan itu tidak rutin dilakukan.
Hanya sesekali saja.
Dalil lain datang dari sahabat Tsauban radhiyallahu ‘anhu.
Beliau meriwayatkan hadis tentang shalat sunah setelah witir saat safar.
Rasulullah ﷺ memerintahkan dua rakaat setelah witir.
Jika tidak bangun malam, dua rakaat itu tetap bernilai pahala.
Riwayat lain berasal dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma.
Nabi ﷺ pernah bertanya kepada Abu Bakr Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab tentang witir mereka.
Abu Bakr witir di awal malam.
Umar witir di akhir malam.
Nabi ﷺ membenarkan keduanya.
Ini menunjukkan kelonggaran dalam pelaksanaannya.
Banyak ulama menegaskan kebolehan shalat sunah setelah witir.
Di antaranya Ibnu Hazm.
Beliau menyatakan bahwa witir di akhir malam memang lebih utama.
Namun jika sudah witir di awal malam, tetap boleh shalat sunah lagi.
Tanpa perlu mengulang witir.
Penjelasan serupa juga disampaikan Imam Ibnu Qudamah.
Beliau menegaskan bahwa tahajud tetap dianjurkan.
Shalat dilakukan dua rakaat dua rakaat.
Witir tidak perlu dibatalkan.
BACA JUGA: Bolehkah Shalat Witir hanya 1 Rakaat Saja?
Namun ada satu aturan penting.
Tidak boleh melakukan witir dua kali dalam satu malam.
Larangan ini berdasarkan hadis sahabat Thalq bin Ali radhiyallahu ‘anhu.
Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa tidak ada dua witir dalam satu malam.
Kesimpulannya jelas.
Shalat tahajud setelah witir hukumnya boleh.
Banyak dalil yang mendukung pendapat ini.
Namun witir tetap yang paling utama sebagai penutup malam.
Jika sudah witir lalu ingin tahajud, silakan shalat tanpa mengulang witir.
Wallahu a’lam. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

