Perempuan Haid di 10 Hari Terakhir Ramadhan, Apakah Bisa Mendapatkan Lailatul Qadar?

Dini Koswarini
3 Min Read
Foto: Freepik

SEPULUH hari terakhir Ramadhan adalah waktu yang sangat istimewa. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Karena itu banyak orang berlomba-lomba memperbanyak ibadah pada malam-malam tersebut.

Namun sebagian perempuan merasa sedih ketika datang haid di waktu itu. Mereka khawatir tidak bisa mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar karena tidak dapat shalat atau berpuasa.

Padahal, haid adalah ketentuan Allah bagi perempuan. Bukan sebuah kesalahan. Dan hal itu tidak menutup pintu pahala bagi seorang muslimah.

BACA JUGA: Ciri-ciri Lailatul Qadar, Apa Saja?

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Seorang perempuan yang memiliki niat kuat untuk beribadah pada sepuluh malam terakhir tetap bisa mendapatkan pahala dari Allah, meskipun ia terhalang oleh haid.

Memang benar, perempuan yang sedang haid tidak boleh melaksanakan shalat dan tidak boleh berpuasa. Namun masih banyak ibadah lain yang tetap bisa dilakukan.

https://s.shopee.co.id/2B9pNOCNcV

Di antaranya adalah memperbanyak dzikir, berdoa, bershalawat kepada Nabi, mendengarkan atau membaca tafsir Al-Qur’an, serta memperbanyak istighfar.

Doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ untuk dibaca pada malam Lailatul Qadar juga dapat diamalkan oleh perempuan yang sedang haid. Ketika Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya kepada Nabi ﷺ tentang doa yang dibaca pada malam itu, beliau menjawab:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi)

Banyak ulama juga menjelaskan bahwa pahala seseorang bisa tetap mengalir ketika ia terhalang dari suatu ibadah karena uzur syar’i.

BACA JUGA:   10 Orang yang Merugi di Bulan Ramadhan, Siapa Saja Mereka?

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا مَرِضَ العَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

“Jika seorang hamba sakit atau safar, maka dicatat baginya pahala seperti ketika ia beramal saat sehat dan menetap.” (HR. Bukhari)

Para ulama menjelaskan bahwa haid juga termasuk uzur yang Allah tetapkan.

Karena itu, seorang muslimah tidak perlu merasa putus asa. Walaupun sedang haid, ia tetap bisa mendekatkan diri kepada Allah. Ia tetap bisa berdoa, berdzikir, dan memohon ampunan.

Bisa jadi justru pada malam itulah ia mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar. Karena Allah melihat keikhlasan hati, bukan hanya bentuk amal yang terlihat. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *