Tidak Mungkin Seorangpun Menentukan Suatu Malam Itu Adalah Lailatul Qadar

3 Min Read
Foto: Freepik

LAILATUL Qadar adalah malam yang memiliki keutamaan sangat agung dalam Islam. Allah Ta’ala menyebutkan bahwa malam ini lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut lebih bernilai daripada ibadah selama lebih dari delapan puluh tahun.

Allah berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۝ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۝ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ ۝ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ ۝ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan… Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 1–5)

Karena besarnya keutamaan tersebut, Rasulullah ﷺ mendorong umatnya untuk menghidupkan malam itu dengan ibadah. Beliau bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang menunaikan shalat pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

BACA JUGA:  Ketika Malaikat Turun di Lailatul Qadar: Tenteram yang Tidak Dilahirkan oleh Dunia

Yang dimaksud dengan “iman” adalah meyakini keutamaan malam tersebut. Sedangkan “mengharap pahala” berarti beribadah dengan ikhlas hanya karena Allah.

Para ulama berbeda pendapat tentang kapan tepatnya Lailatul Qadar terjadi. Dalam kitab Fathul Bari, disebutkan bahwa pendapat ulama dalam masalah ini mencapai lebih dari empat puluh pendapat. Namun pendapat yang paling kuat menyatakan bahwa Lailatul Qadar berada pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil.

Rasulullah ﷺ bersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ العَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

https://s.shopee.co.id/60M1zoHWHp

Walaupun demikian, tidak ada seorang pun yang dapat memastikan malam tertentu sebagai Lailatul Qadar. Bahkan Rasulullah ﷺ pernah hendak memberitahukan waktu pastinya kepada para sahabat, namun kemudian pengetahuan itu diangkat.

Beliau bersabda bahwa dua orang muslim sempat berselisih, sehingga pengetahuan tentang malam tersebut diangkat. Lalu beliau memerintahkan umatnya untuk mencarinya pada malam-malam terakhir Ramadhan.

Para ulama menjelaskan bahwa disembunyikannya Lailatul Qadar memiliki hikmah besar. Tujuannya agar kaum muslimin bersungguh-sungguh beribadah pada seluruh sepuluh malam terakhir, bukan hanya pada satu malam saja.

BACA JUGA: Lailatul Qadar Menurut Hamka

Karena itu Rasulullah ﷺ memberikan teladan yang jelas. Ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, beliau meningkatkan ibadahnya dengan sungguh-sungguh. Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ العَشْرُ الأَوَاخِرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Ketika masuk sepuluh malam terakhir, Nabi mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, sikap terbaik bagi seorang muslim adalah memperbanyak ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadhan. Dengan cara itulah peluang untuk mendapatkan Lailatul Qadar menjadi lebih besar. Wallahu a’lam. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *