DALAM Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka menjelaskan bahwa berbagai pendapat mengenai waktu terjadinya Lailatul Qadr pada dasarnya merupakan hasil ijtihad para ulama, bukan nash qath’i yang secara pasti harus dipegang pada satu tanggal tertentu.
Namun, yang jelas adalah perintah Muhammad ﷺ agar umat Islam memperhebat ibadah pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.
Malam-malam itu dihidupkan bukan semata-mata untuk memastikan tanggal tertentu, melainkan untuk memperteguh ingatan umat terhadap peristiwa turunnya Al-Qur’an.
Dengan menghidupkan malam-malam tersebut, kaum Muslimin diajak untuk bersyukur kepada Allah atas turunnya Al-Qur’an, sekaligus memperbesar syiar-Nya, sehingga ketakwaan dalam hati semakin bertambah kuat. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

