FENOMENA ini memang terasa janggal: kepada keluarga sendiri terasa kaku dan pelit, tetapi kepada orang lain justru ringan tangan dan tampak dermawan. Padahal, yang paling berhak atas kebaikan seseorang justru adalah keluarga terdekatnya. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?
Pertama, faktor psikologis berupa “taken for granted”.
Keluarga sering dianggap akan selalu ada, menerima apa adanya, dan tidak akan pergi. Akibatnya, seseorang tidak merasa perlu berusaha lebih untuk menyenangkan mereka. Berbeda dengan orang luar, yang masih ingin dijaga kesannya, sehingga ia rela mengeluarkan lebih banyak.
Kedua, ada luka atau konflik masa lalu dalam keluarga.
Hubungan yang tidak sehat, rasa kecewa, atau pengalaman disakiti bisa membuat seseorang menahan diri, bahkan dalam hal memberi. Bukan karena tidak mampu, tapi karena hatinya belum selesai dengan masa lalu.
Ketiga, pencarian validasi.
Memberi kepada orang lain sering kali menghasilkan pujian, penghargaan, atau citra baik di mata sosial. Ini memberi “kepuasan instan” yang tidak selalu didapat dari keluarga. Maka, tanpa sadar, ia lebih semangat memberi di luar daripada di dalam rumahnya sendiri.
Keempat, kurangnya pemahaman tentang prioritas.
Tidak semua orang memahami bahwa dalam banyak ajaran, termasuk dalam Islam, keluarga adalah prioritas utama dalam kebaikan dan nafkah. Ketika ini tidak dipahami, seseorang bisa terbalik dalam menempatkan perhatian.
Kelima, sifat kikir yang selektif.
Ada orang yang sebenarnya pelit, tapi pandai “menyembunyikan” sifat itu dengan sesekali terlihat dermawan kepada orang lain. Ini lebih ke pengelolaan citra, bukan ketulusan.
BACA JUGA: 7 Ciri Orang Pelit
Yang perlu disadari, pola seperti ini tidak sehat jika dibiarkan. Keluarga yang terus merasa diabaikan bisa menyimpan luka, dan hubungan perlahan menjadi renggang. Ironisnya, orang luar yang diberi banyak belum tentu akan bertahan lama dalam hidupnya.
Kalau kamu melihat ini pada diri sendiri, jangan dibenarkan. Justru itu sinyal untuk berbenah. Mulai dari hal kecil: perhatian, waktu, dan bantuan sederhana kepada keluarga. Kebaikan yang paling tulus sering kali justru dimulai dari rumah sendiri. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

