Bagaimana Mengingatkan Orang Tua yang Sering Memberikan Sesajen untuk Makhluk Ghaib?

Yudi
By Yudi
3 Min Read
Foto: Freepik

FENOMENA memberikan sesajen kepada makhluk ghaib masih ditemukan di sebagian masyarakat. Bagi seorang Muslim, hal ini bisa menjadi kegelisahan tersendiri, terutama jika yang melakukannya adalah orang tua sendiri. Di satu sisi ingin meluruskan akidah, namun di sisi lain harus tetap menjaga adab dan bakti kepada orang tua.

Lalu, bagaimana cara terbaik mengingatkan mereka?

1. Luruskan Niat: Dakwah, Bukan Menghakimi

Langkah pertama adalah meluruskan niat. Tujuan kita bukan untuk menyalahkan atau mempermalukan, tetapi untuk mengajak kepada kebenaran.

BACA JUGA: Syirik Modern yang Tak Disadari Banyak Orang, Apa Itu?

Dalam Islam, memberikan sesajen kepada selain Allah termasuk perbuatan yang bisa mengarah pada kesyirikan, yaitu menyekutukan Allah dalam ibadah. Namun, menyampaikan hal ini harus dengan hikmah, bukan dengan emosi.

2. Gunakan Pendekatan Lembut dan Penuh Hormat

Allah sendiri memerintahkan untuk berkata lembut kepada orang tua. Bahkan ketika mereka salah, kita tetap tidak boleh membentak.

Ambillah contoh bagaimana Nabi Ibrahim berdakwah kepada ayahnya yang menyembah berhala. Ia tidak mencela, tetapi berbicara dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.

Gunakan kalimat seperti:
“Bu, Pak… sebenarnya dalam Islam kita diajarkan hanya meminta kepada Allah…”

3. Berikan Pemahaman Tauhid Secara Bertahap

Jangan langsung menyerang praktik sesajen secara frontal. Mulailah dengan menguatkan pemahaman tauhid—bahwa hanya Allah yang memberi rezeki, perlindungan, dan keselamatan.

Ketika pemahaman ini sudah tertanam, kebiasaan sesajen biasanya akan ditinggalkan dengan sendirinya.

4. Sertakan Dalil, Tapi Jangan Menggurui

Gunakan ayat Al-Qur’an atau hadits sebagai dasar, namun sampaikan dengan cara yang sederhana dan tidak terkesan menggurui.

Anda bisa menyebutkan bahwa Nabi Muhammad mengajarkan untuk hanya berdoa dan berharap kepada Allah, tanpa perantara makhluk ghaib.

https://s.shopee.co.id/9UvZZtsPsK

5. Tunjukkan Akhlak yang Baik

Kadang nasihat tidak didengar karena cara kita yang kurang baik. Jika ingin didengar, perbaiki dulu sikap kita.

Bersikap sabar, membantu orang tua, dan menunjukkan kasih sayang akan membuat mereka lebih terbuka terhadap nasihat kita.

6. Doakan Orang Tua

Hidayah adalah hak Allah. Tugas kita hanya menyampaikan.

Perbanyak doa agar Allah melembutkan hati orang tua dan memberi mereka pemahaman yang benar. Doa anak kepada orang tua adalah salah satu doa yang sangat mustajab.

7. Bersabar dan Jangan Putus Asa

Perubahan tidak selalu terjadi secara instan. Bisa jadi membutuhkan waktu lama, bahkan bertahun-tahun.

Jangan putus asa. Tetaplah berbuat baik kepada orang tua meskipun mereka belum berubah.

BACA JUGA: Hati-hati, Ini Jenis Dosa Syirik yang Jarang Disadari Menurut Ulama

Mengingatkan orang tua yang masih melakukan praktik sesajen harus dilakukan dengan penuh hikmah, kesabaran, dan kasih sayang. Jangan sampai niat baik justru merusak hubungan keluarga.

Ingat, dalam Islam, berbakti kepada orang tua tetap menjadi kewajiban, selama tidak mengikuti perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Allah. Sampaikan kebenaran, doakan mereka, dan percayalah bahwa hidayah akan datang pada waktu terbaik menurut Allah. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *