ISTILAH “masuk angin” sangat populer di Indonesia. Banyak orang menggunakannya untuk menggambarkan kondisi badan tidak enak, seperti meriang, kembung, pegal, hingga mual. Namun secara medis, “masuk angin” bukanlah diagnosis resmi. Dunia kedokteran tidak mengenal penyakit dengan nama tersebut.
Lalu sebenarnya, apa yang terjadi pada tubuh?
1. “Masuk Angin” adalah Kumpulan Gejala
Dalam ilmu kedokteran, kondisi yang disebut “masuk angin” biasanya merupakan gabungan beberapa gejala ringan, seperti:
BACA JUGA: Mengapa Kita Bisa Masuk Angin?
- Perut kembung
- Mual atau ingin muntah
- Badan pegal dan lemas
- Pusing
- Meriang (kadang tanpa demam tinggi)
Gejala-gejala ini bisa berasal dari berbagai penyebab, bukan karena “angin yang masuk ke tubuh”.
2. Penyebab Medis yang Sering Terjadi
a. Infeksi Virus (Flu atau ISPA)
Banyak kasus “masuk angin” sebenarnya adalah infeksi virus ringan, seperti flu.
Contohnya:
- Hidung tersumbat
- Batuk
- Badan terasa tidak enak
Ini sering berkaitan dengan penyakit seperti Influenza atau infeksi saluran pernapasan atas.
b. Gangguan Pencernaan
Perut kembung dan tidak nyaman biasanya disebabkan oleh:
- Penumpukan gas di lambung
- Makan tidak teratur
- Konsumsi makanan tertentu
Kondisi ini berkaitan dengan sistem pencernaan, bukan karena angin dari luar tubuh.
c. Kelelahan dan Kurang Istirahat
Tubuh yang terlalu lelah bisa menimbulkan:
- Pegal-pegal
- Pusing
- Lemas
Ini adalah respon tubuh terhadap stres fisik.
d. Paparan Dingin
Saat tubuh kedinginan:
- Pembuluh darah menyempit
- Otot bisa menegang
Akibatnya muncul sensasi tidak nyaman seperti menggigil dan meriang, yang sering dianggap “masuk angin”.
3. Kenapa Disebut “Masuk Angin”?
Istilah ini berasal dari kepercayaan tradisional, di mana kondisi tidak enak badan dianggap akibat “angin” yang masuk ke tubuh.
Secara ilmiah:
- Angin (udara) tidak bisa masuk ke dalam tubuh melalui kulit
- Gas dalam tubuh berasal dari proses pencernaan, bukan dari luar
4. Cara Mengatasi Secara Medis
Penanganan tergantung penyebabnya:
- Istirahat cukup
- Minum air hangat
- Konsumsi obat sesuai gejala (misalnya pereda nyeri atau obat flu)
- Makan teratur
Jika gejala berkaitan dengan flu, tubuh biasanya akan pulih sendiri dalam beberapa hari.
5. Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksa jika mengalami:
BACA JUGA: Keluar Angin alias Kentut Terus-menerus, Apakah Membatalkan Wudhu?
- Demam tinggi
- Muntah terus-menerus
- Nyeri hebat
- Sesak napas
- Gejala tidak membaik lebih dari 3 hari
“Masuk angin” bukanlah penyakit medis, melainkan istilah umum untuk berbagai kondisi ringan, seperti flu, gangguan pencernaan, atau kelelahan. Memahami penyebab sebenarnya penting agar penanganannya tepat. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

