Mendidik Hawa Nafsu dengan Riyadlah

Nasrulloh Baksolahar
1 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

YAHYA bin Mu’adz Ar-Razi berkata,
“Perangilah hawa nafsu dengan pedang-pedang riyadlah (latihan jiwa).”

Riyadlah adalah jalan melatih diri agar hawa nafsu tunduk dan jiwa menjadi bersih. Menurut Imam Al-Ghazali, riyadlah mencakup empat hal utama: makan secukupnya, tidur seperlunya, berbicara seperlunya, dan bersabar dalam menghadapi gangguan manusia.

Sedikit makan dapat melemahkan dorongan hawa nafsu. Sedikit tidur membantu menjernihkan pikiran dan kemauan. Sedikit berbicara menjaga diri dari banyak kesalahan. Adapun sabar terhadap manusia akan meninggikan derajat dan keutamaan seseorang.

Namun, di antara semua itu, yang paling berat adalah bersabar—terutama saat disakiti dan ketika hawa nafsu mendorong kepada kesenangan serta dosa.

Karena itu, seseorang harus bersungguh-sungguh melatih dirinya. Dengan “pedang riyadlah”, hawa nafsu dapat dikendalikan, jiwa menjadi bersih dan bercahaya, serta lebih mudah diarahkan kepada ketaatan dan kebaikan. []

Sumber: Al-Ghazali, Rahasia Ketajaman Mata Hati, Penerbit Terbit Terang, Surabaya

https://s.shopee.co.id/5Alw6QL5Rl

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *