Total Aset Sejumlah Sahabat Nabi: Siapakah yang Terkaya?

Nasrulloh Baksolahar
2 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

RIWAYAT sejarah mencatat bahwa sebagian sahabat memiliki kekayaan yang sangat besar. Namun, penyebutan angka-angka ini lebih bertujuan menggambarkan skala pengorbanan mereka, bukan sekadar menunjukkan kemewahan.

Urwah bin Zubair meriwayatkan bahwa Abu Bakar as-Siddiq memiliki kekayaan sekitar 40.000 dinar saat masuk Islam. Namun, hartanya kemudian banyak diinfakkan hingga berkurang drastis.

Adapun Utsman bin Affan, saat wafat meninggalkan kekayaan besar, di antaranya sekitar 30 juta keping perak dan 150.000 keping emas. Harta tersebut kemudian dijarah oleh para pemberontak, termasuk ribuan hewan ternak di Ar-Rabadzah.

Talhah bin Ubaidillah dikenal sebagai saudagar kaya. Ia mewariskan sekitar 2,2 juta keping emas, dengan total aset yang ditaksir mencapai puluhan juta keping perak.

Abdurrahman bin Auf juga memiliki kekayaan yang melimpah. Ia pernah menyedekahkan separuh hartanya, memiliki ribuan ternak, serta ratusan kuda untuk jihad, dan mewariskan harta dalam jumlah besar.

Sementara itu, Zubair bin Awwam mewariskan kekayaan yang sangat besar, baik berupa aset tetap maupun bergerak, masing-masing ditaksir mencapai puluhan juta keping perak.

Adapun Musab bin Az-Zubair disebut memiliki kekayaan luar biasa, bahkan digambarkan dengan hadiah pohon kurma dari emas dan tangkainya dari mutiara, yang menunjukkan besarnya kekayaan yang dimilikinya.

https://s.shopee.co.id/5Alw6QL5Rl

Dari berbagai riwayat tersebut, tampak bahwa beberapa sahabat memiliki kekayaan yang sangat besar. Namun, sejarah tidak menekankan siapa yang paling kaya.

Mengapa kekayaan sahabat jarang diungkap?

Karena fokus utama bukan pada jumlah harta yang dimiliki, tetapi pada bagaimana harta itu digunakan. Para sahabat dikenal bukan karena banyaknya kekayaan, melainkan karena besarnya pengorbanan mereka dalam menafkahkan harta di jalan Allah.

Dengan demikian, kekayaan bagi mereka bukan tujuan, melainkan sarana untuk berjuang dan mendekatkan diri kepada Allah.

Sumber:
Abdul Fatah As-Samman, Harta Nabi, Pustaka Al-Kautsar, 2018

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *