SHALAT adalah ibadah yang memiliki syarat-syarat tertentu.
Salah satu syarat paling penting adalah suci dari hadas dengan berwudhu.
Karena itu, wudhu bukan sekadar pelengkap, tetapi syarat sah shalat.
Lalu bagaimana jika seseorang lupa bahwa dirinya belum wudhu, kemudian baru teringat setelah shalat selesai?
Dalam keadaan seperti ini, mayoritas ulama menjelaskan bahwa shalatnya tidak sah dan wajib diulang.
Karena shalat tanpa wudhu sama saja meninggalkan salah satu syarat utama shalat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Allah tidak menerima shalat salah seorang di antara kalian jika ia berhadas sampai ia berwudhu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa wudhu adalah syarat diterimanya shalat.
Jika syaratnya tidak ada, maka shalatnya juga tidak sah, walaupun seseorang lupa atau tidak sengaja.
Misalnya seseorang mengira dirinya sudah wudhu.
Ia lalu shalat seperti biasa.
Setelah salam, baru ia ingat ternyata tadi belum berwudhu sama sekali.
Maka ia wajib berwudhu lalu mengulangi shalat tersebut.
Hal ini berbeda dengan orang yang ragu-ragu.
Kalau hanya sekadar waswas atau tidak yakin apakah tadi batal atau belum, maka hukum asalnya adalah masih suci sampai ada keyakinan bahwa wudhunya batal.
Dalam kaidah fikih disebutkan:
“Keyakinan tidak hilang karena keraguan.”
Jadi jangan mudah membatalkan keyakinan hanya karena waswas sesaat.
Namun jika benar-benar yakin belum wudhu atau yakin tadi wudhunya batal sebelum shalat, maka shalat itu harus diulang.
Tidak cukup hanya istighfar tanpa mengulang shalatnya.
Sebagian orang merasa sedih karena sudah capek shalat lalu ternyata harus mengulang.
Tetapi inilah bentuk menjaga kesucian ibadah kepada Allah.
Islam mengajarkan ketelitian dalam ibadah, namun tetap memberi kemudahan bagi orang yang lupa dan tidak sengaja.
BACA JUGA: Ngaku Islam Tapi Tidak Shalat 5 Waktu: Di Mana Letak Masalahnya?
Orang yang lupa tidak berdosa.
Tetapi kewajiban memperbaiki ibadah tetap ada ketika ia sudah mengetahuinya.
Karena itu, biasakan memeriksa keadaan diri sebelum shalat.
Pastikan sudah berwudhu.
Jangan terlalu terburu-buru menuju rakaat, tetapi lalai pada syarat sahnya.
Sebab shalat bukan hanya tentang gerakan.
Shalat adalah perjumpaan seorang hamba dengan Rabb-nya.
Dan perjumpaan itu layak dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

