RASULULLAH Muhammad ﷺ adalah uswatun hasanah dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam cara mendidik dan memperlakukan anak-anak. Di tengah budaya Arab Jahiliyah yang cenderung keras dan kurang memberi perhatian emosional kepada anak kecil, Rasulullah ﷺ menghadirkan revolusi kasih sayang yang lembut dan manusiawi.
Beliau memuliakan anak-anak, menyapa mereka, mendoakan mereka, mengusap kepala mereka, serta menunjukkan perhatian yang tulus kepada kebutuhan fisik dan emosional mereka. Sunnah ini tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga menyimpan hikmah pendidikan dan psikologis yang sangat mendalam.
Tradisi Doa dan Tahnik bagi Bayi
Salah satu tradisi yang dikenal dalam Sunnah Nabawiyah adalah membawa bayi yang baru lahir kepada Rasulullah ﷺ untuk didoakan dan ditahnik.
Dari Aisyah binti Abu Bakar ra diriwayatkan:
> “Anak-anak yang baru lahir biasanya dibawa kepada Rasulullah ﷺ, lalu beliau mendoakan mereka agar mendapatkan keberkahan dan beliau men-tahnik mereka.” (HR. Muslim)
Tahnik adalah mengunyah kurma lalu menempelkan sedikit kunyahan tersebut ke langit-langit mulut bayi. Tradisi ini bukan sekadar simbolik, tetapi juga menunjukkan perhatian Rasulullah ﷺ terhadap keberkahan dan doa sejak awal kehidupan seorang anak.
Salah satu peristiwa terkenal adalah ketika Abdullah bin Az-Zubair lahir di Quba. Ibunya, Asma binti Abu Bakar ra, membawanya kepada Rasulullah ﷺ. Beliau mengambil kurma, mengunyahnya, lalu memasukkannya ke mulut bayi tersebut sambil mendoakan keberkahan baginya.
Peristiwa itu disambut penuh kegembiraan oleh kaum muslimin, karena menjadi penolak kabar bohong yang beredar saat itu bahwa kaum Muhajirin tidak akan memiliki keturunan di Madinah.
BACA JUGA: Anak-anak Berlarian Menyambut Kedatangan Rasulullah ﷺ di Madinah
Sentuhan Kasih Sayang kepada Anak-Anak
Kasih sayang Rasulullah ﷺ kepada anak-anak juga tampak dalam kebiasaan beliau mengusap kepala mereka dan memberikan perhatian secara langsung.
Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa ketika anak-anak datang menemui beliau, Rasulullah ﷺ sering memberikan kurma atau hadiah kecil, lalu mengusap kepala mereka sambil mendoakan kebaikan.
Anas bin Malik ra berkata:
“Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih penyayang kepada keluarganya daripada Rasulullah ﷺ.” (HR. Muslim)
Beliau juga dikenal sering menyapa anak-anak yang sedang bermain di jalanan Madinah, mengucapkan salam kepada mereka, dan memperlakukan mereka dengan penuh kelembutan.
Riwayat tentang Ummu Farqah dan anaknya, Farqah, juga menunjukkan perhatian Rasulullah ﷺ terhadap psikologis anak kecil. Ketika melihat jambul rambut Farqah, Rasulullah ﷺ mengusapnya dan mendoakan keberkahan baginya. Para ulama menjelaskan bahwa tindakan itu menunjukkan kelembutan dan perhatian terhadap perasaan anak-anak.
Hikmah Spiritual dalam Doa dan Sentuhan
Para ulama seperti Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, Imam Al-Ghazali, dan Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa doa dan sentuhan kepada anak memiliki pengaruh ruhani yang besar.
Doa yang diucapkan kepada anak sejak kecil akan membentuk rasa aman spiritual dalam dirinya. Anak tumbuh dengan keyakinan bahwa hidupnya berada dalam penjagaan Allah dan dikelilingi kasih sayang.
Mengusap kepala anak juga dipandang sebagai simbol kasih sayang, perlindungan, dan kelembutan hati. Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ bahkan menganjurkan mengusap kepala anak yatim sebagai salah satu cara melembutkan hati manusia.
Karena itu, para ulama memandang tradisi mendoakan dan menyentuh anak dengan penuh kasih sayang sebagai bagian penting dari tarbiyah ruhiyyah—pendidikan jiwa yang berlandaskan iman dan cinta.
Penjelasan Psikologi Modern
Menariknya, banyak temuan psikologi dan neurosains modern justru menguatkan hikmah Sunnah ini.
Sentuhan lembut pada kepala anak terbukti membantu menenangkan sistem saraf dan membangun ikatan emosional yang kuat antara anak dan orang tua. Ketika seorang anak disentuh dengan kasih sayang, tubuhnya melepaskan hormon oksitosin dan endorfin yang menciptakan rasa aman, nyaman, dan bahagia.
Sebaliknya, kurangnya sentuhan emosional pada masa kecil dapat membuat anak tumbuh dengan rasa cemas, rendah diri, dan sulit membangun kedekatan emosional.
Teori secure attachment yang dikembangkan John Bowlby menjelaskan bahwa sentuhan, pelukan, dan perhatian emosional merupakan fondasi penting bagi perkembangan mental anak.
Selain itu, doa dan kata-kata positif yang diucapkan kepada anak juga berfungsi sebagai afirmasi psikologis. Anak yang sering didoakan dan dipanggil dengan kalimat baik akan lebih mudah membangun citra diri yang positif dan rasa percaya diri yang sehat.
Implementasi Sunnah di Era Modern
Sunnah Rasulullah ﷺ ini sangat relevan diterapkan dalam keluarga modern hari ini.
Orang tua dapat membiasakan diri mengusap kepala anak dan mendoakan mereka pada momen-momen penting, seperti:
1. Saat anak bangun tidur di pagi hari.
2. Ketika melepas anak pergi belajar atau sekolah.
3. Saat anak hendak tidur di malam hari.
4. Ketika anak sedang sedih, takut, atau mengalami kegagalan.
Kalimat sederhana seperti:
> “Semoga Allah menjagamu.”
“Semoga Allah menjadikanmu anak saleh.”
“Semoga ilmumu bermanfaat dan hidupmu diberkahi.”
dapat menjadi energi spiritual dan emosional yang sangat besar bagi perkembangan jiwa anak.
BACA JUGA: Abdullah bin Masud: Anak Pengembala Kambing yang Dipenuhi Ilmu
Penutup
Kasih sayang Rasulullah ﷺ kepada anak-anak bukan hanya ekspresi kelembutan pribadi, tetapi juga metode pendidikan yang membangun jiwa, akhlak, dan rasa aman dalam diri anak sejak usia dini.
Melalui doa, sentuhan, dan perhatian sederhana, Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa membesarkan anak bukan sekadar memenuhi kebutuhan fisiknya, tetapi juga menumbuhkan hati mereka dengan cinta, keberkahan, dan ketauhidan.
Sunnah ini menunjukkan bahwa kelembutan bukan kelemahan. Justru dari sentuhan kasih sayang itulah lahir generasi yang kuat jiwanya, lembut hatinya, dan kokoh imannya. []
Sumber:
Nizar Abazhah, Sahabat Cilik Rasulullah, Zaman, 2011
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

