ALLAH SWT menciptakan berbagai nikmat untuk manusia. Bersamaan dengan itu, Allah juga menciptakan kehendak, keinginan, dan kecenderungan terhadap nikmat tersebut. Namun, Allah juga menciptakan batas agar manusia tidak tenggelam di dalamnya.
Pada nikmat makanan, misalnya, Allah menciptakan rasa lapar agar manusia memiliki dorongan untuk makan. Dengan lapar, makanan terasa lezat dan menghadirkan kenikmatan.
Tetapi Allah juga menciptakan rasa kenyang. Di situlah manusia mulai kehilangan selera terhadap makanan yang sebelumnya terasa begitu nikmat. Bahkan, makanan terbaik pun bisa terasa biasa ketika perut telah penuh.
Dari sini, manusia belajar cara berinteraksi dengan nikmat secara benar.
Makanlah ketika lapar, dan berhentilah sebelum kenyang.
Dalam keadaan seperti itu, makanan akan tetap terasa nikmat. Lidah masih mampu merasakan kelezatan, tubuh tetap ringan, dan nikmat tidak berubah menjadi kebosanan atau beban.
Karena itu, menjaga jarak dari berlebihan sering kali menjadi cara terbaik untuk menjaga kenikmatan itu sendiri. []
Sumber:
Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin, Republika, 2016
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

