MENURUT Ibn Qayyim al-Jawziyya, kebanyakan orang berjimak hanya karena dikuasai dorongan syahwat dan sekadar melampiaskan hasrat biologis. Akibatnya, tidak ada tujuan yang lebih luhur yang terlintas dalam hatinya.
Karena itu, Allah Swt. berfirman:
“… Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu …” (QS. Al-Baqarah: 187)
Ayat ini menunjukkan bahwa hubungan suami-istri tidak semata-mata bertujuan memenuhi syahwat, tetapi juga untuk mencari ridha Allah dalam menikmati hubungan tersebut.
Apabila tujuan utamanya adalah ridha Allah, maka dari hubungan suami-istri seperti itu diharapkan lahir anak-anak yang mampu menjaga penghambaan diri kepada-Nya dan tidak mempersekutukan Allah dengan apa pun. []
Sumber:
Ibnu Qayyim, Kado Sang Buah Hati, Al-Qowam, 2016
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
