Bolehkah Shalat Syuruq Dilakukan di Rumah?

6 Min Read
Foto: Freepik

SHALAT Syuruq adalah salah satu shalat sunnah yang dilakukan setelah matahari terbit dan naik sedikit, sekitar 10 hingga 15 menit setelah waktu terbit matahari. Biasanya dikerjakan sebanyak dua rakaat.

Banyak ulama menjelaskan bahwa Shalat Syuruq sebenarnya termasuk bagian dari Shalat Dhuha yang dilakukan di awal waktu. Karena itu, hukum dan tata caranya pun hampir sama dengan Shalat Dhuha.

Namun, yang sering menjadi pertanyaan adalah: apakah Shalat Syuruq harus dilakukan di masjid? Ataukah boleh dilakukan di rumah?

Pertanyaan ini cukup penting, terutama bagi kaum wanita, orang yang bekerja dari rumah, atau laki-laki yang memiliki uzur sehingga tidak bisa berjamaah di masjid.

Hukum Shalat Syuruq di Rumah

Pada dasarnya, Shalat Syuruq boleh dilakukan di rumah. Tidak ada larangan bagi seseorang untuk melaksanakan dua rakaat ini di rumahnya sendiri.

Karena Shalat Syuruq termasuk shalat sunnah, maka hukum asal shalat sunnah justru lebih utama dilakukan di rumah, selama tidak ada dalil khusus yang mengutamakan masjid.

BACA JUGA:  Hukum Shalat Berjamaah tapi Shaff-nya Jarang-jarang

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik shalat seseorang adalah di rumahnya, kecuali shalat wajib.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa shalat sunnah memiliki keutamaan besar jika dilakukan di rumah. Rumah yang dipakai untuk ibadah akan menjadi hidup dengan dzikir dan shalat.

Karena itu, jika seseorang bangun Subuh, berdzikir di rumah, lalu menunaikan Shalat Syuruq di rumahnya, maka hal itu diperbolehkan dan tetap bernilai ibadah.

Bagaimana dengan Hadis Pahala Haji dan Umrah?

Ada sebuah hadis yang sangat terkenal tentang keutamaan Shalat Syuruq. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa yang shalat Subuh berjamaah, kemudian ia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu ia shalat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah.”
Beliau berkata: “Sempurna, sempurna, sempurna.”
(HR. Tirmidzi)

Dari hadis ini, sebagian ulama menjelaskan bahwa keutamaan pahala seperti haji dan umrah berkaitan dengan beberapa amalan sekaligus:

Shalat Subuh berjamaah
Tetap duduk berdzikir hingga matahari terbit
Melaksanakan dua rakaat setelah matahari meninggi

https://s.shopee.co.id/LhtgZhWNW

Karena itu, bagi laki-laki yang mampu ke masjid, menjaga amalan ini di masjid tentu memiliki keutamaan yang lebih besar.

Namun bukan berarti orang yang melakukannya di rumah tidak mendapatkan pahala sama sekali. Ia tetap mendapatkan pahala shalat sunnah, pahala dzikir, dan pahala ibadah pagi hari. Hanya saja, sebagian ulama memandang keutamaan khusus dalam hadis tersebut lebih terkait dengan kondisi berjamaah di masjid.

Bagaimana dengan Wanita?

Bagi wanita, mengerjakan Shalat Syuruq di rumah justru sangat baik. Bahkan rumah adalah tempat shalat terbaik bagi wanita.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka.”
(HR. Abu Dawud)

Karena itu, seorang wanita bisa meraih banyak kebaikan dengan cara:

Shalat Subuh tepat waktu
Berdzikir pagi
Membaca Al-Qur’an
Menunggu hingga matahari terbit
Lalu melaksanakan dua rakaat Syuruq di rumah

Ini termasuk ibadah yang sangat mulia, terlebih jika dilakukan secara istiqamah.

Banyak orang mengira ibadah besar harus selalu terlihat ramai dan besar. Padahal ada amalan-amalan sunyi yang justru sangat dicintai Allah. Salah satunya adalah seorang hamba yang duduk sendiri di pagi hari untuk berdzikir kepada-Nya.

Makruh dalam Shalat, Tahajjud, Shalat Dhuha, Shalat Dhuha, Waktu Terbaik Shalat Dhuha, Shalat Syuruq
Foto: Freepik

Apakah Harus Menunggu di Tempat yang Sama?

Sebagian orang juga bertanya, apakah setelah Subuh harus tetap duduk di tempat yang sama sampai matahari terbit?

Para ulama menjelaskan bahwa inti amalan ini adalah mengisi waktu pagi dengan dzikir dan ibadah. Tidak harus kaku duduk tanpa bergerak sama sekali.

Seseorang boleh berpindah tempat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, atau melakukan aktivitas ringan yang tidak menghilangkan suasana ibadahnya.

Namun tentu, semakin ia menjaga kekhusyukan dan fokus ibadah, semakin baik pula bagi hatinya.

Pagi hari adalah waktu yang sangat penuh keberkahan. Rasulullah ﷺ pernah mendoakan keberkahan untuk umatnya di waktu pagi. Maka orang yang mengawali harinya dengan dzikir dan shalat akan merasakan pengaruh besar dalam ketenangan jiwa dan keberkahan aktivitasnya.

BACA JUGA:  Adakah Batasan Jam Shalat Dhuha?

Jangan Sampai Salah Waktu

Hal penting yang perlu diperhatikan adalah waktu pelaksanaan Shalat Syuruq. Jangan langsung shalat tepat ketika matahari mulai muncul.

Tunggulah hingga matahari naik sedikit, kira-kira sekitar 10–15 menit setelah waktu terbit matahari.

Sebab ada larangan shalat ketika matahari sedang terbit. Setelah waktu larangan itu selesai, barulah Shalat Syuruq boleh dilakukan.

Karena itu, memahami jadwal matahari terbit di daerah masing-masing juga penting agar ibadah dilakukan sesuai sunnah.

Penutup

Shalat Syuruq boleh dilakukan di rumah dan tetap termasuk amalan sunnah yang mulia. Bagi wanita, rumah bahkan menjadi tempat terbaik untuk melaksanakannya. Adapun bagi laki-laki, jika mampu melaksanakannya setelah Subuh berjamaah di masjid, maka itu lebih utama.

Yang paling penting bukan sekadar lokasi shalatnya, tetapi bagaimana seseorang menjaga hubungan dengan Allah di waktu pagi.

Di saat dunia mulai sibuk sejak matahari terbit, seorang Muslim yang meluangkan waktunya untuk berdzikir dan shalat sunnah sedang membangun kekuatan ruhani yang sering kali tidak terlihat oleh manusia.

Dan bisa jadi, keberkahan hari seseorang bermula dari dua rakaat yang ia jaga setiap pagi. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *