MEMBACA kembali kesediaan masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga.
Dalam Al-Qur’an, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa yang mereka lakukan. Allah berfirman, “Itu adalah umat yang lalu.”
Para sesepuh kita dahulu, selalu mengingatkan orang yang meratapi masa lalunya dengan, “Janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat dari kuburannya.”
Dalam cerita fabel, sekawanan binatang bertanya kepada seekor keledai, “Mengapa tidak engkau tidak menarik gerobak?”

Keledai menjawab, “Aku tidak mau membawa masa laluku.”
Jangan mengabaikan istana-istana di masa depan dengan sibuk meratapi puing-puing yang lapuk. Seandainya seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan masa lalu, niscaya tidak akan pernah mampu.
Berjalan ke depan, air mengalir ke depan, kafilah berjalan ke depan, dan segalanya bergerak ke depan. Inilah hukum kehidupan. []
Sumber:
Aidh Al-Qarni, La Tahzan, Qisthi Press, 2005
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

