SAAT ini banyak orang begitu sibuk mengejar dunia. Dari pagi hingga malam, tenaga dan pikiran dicurahkan untuk mencari harta, jabatan, dan kesuksesan. Tidak sedikit yang rela mengorbankan waktu ibadah, melalaikan salat, bahkan menjauh dari Al-Qur’an demi urusan dunia.
Padahal, Islam mengajarkan agar seorang muslim menjadikan akhirat sebagai tujuan utama, sedangkan dunia hanyalah sarana untuk mengantarkan kita menuju kehidupan yang kekal.
BACA JUGA: Allah Ganti di Akhirat
Kehidupan Dunia Hanya Sementara
Allah SWT berfirman:
“Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’la: 17).
Usia manusia di dunia sangat singkat dibandingkan kehidupan akhirat yang tidak akan pernah berakhir. Harta, rumah, kendaraan, dan jabatan semuanya akan ditinggalkan ketika ajal menjemput. Yang akan menemani seseorang di alam kubur hanyalah amal salehnya.
Karena itu, sangat tidak bijak jika seseorang menghabiskan seluruh hidupnya hanya untuk mengejar sesuatu yang sifatnya sementara.
Siapa yang Mengejar Akhirat, Dunia Akan Mengikutinya
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa menjadikan akhirat sebagai tujuannya, maka Allah akan menjadikan kekayaan di dalam hatinya, menyatukan urusannya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk.” (HR. Tirmidzi).
Hadis ini mengajarkan bahwa orang yang mengutamakan akhirat tidak berarti meninggalkan dunia. Justru Allah akan memudahkan urusan dunianya dan memberikan ketenangan dalam hatinya.
Sebaliknya, orang yang hanya mengejar dunia sering kali merasa kurang, gelisah, dan tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya.
Akhirat adalah Kehidupan yang Kekal
Allah SWT berfirman:
“Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, jika mereka mengetahui.” (QS. Al-Ankabut: 64).
Kehidupan dunia hanyalah tempat singgah. Sedangkan akhirat adalah tempat tinggal yang abadi. Di sanalah manusia akan menerima balasan atas semua perbuatannya selama hidup di dunia.
Karena itu, seorang muslim yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal tersebut.
Mengutamakan Akhirat Membuat Hidup Lebih Terarah
Orang yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utama akan lebih berhati-hati dalam bertindak. Ia akan berusaha:
- Mencari rezeki yang halal.
- Menjaga salat lima waktu.
- Menjauhi maksiat.
- Memperbanyak sedekah.
- Berbuat baik kepada sesama.
Ia sadar bahwa setiap amal akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
Bukan Berarti Meninggalkan Dunia
Mengejar akhirat terlebih dahulu bukan berarti kita harus miskin atau meninggalkan pekerjaan. Islam justru mendorong umatnya untuk bekerja keras dan mencari nafkah yang halal.
Namun, dunia tidak boleh menjadi tujuan utama. Jadikan pekerjaan, bisnis, dan harta sebagai sarana untuk beribadah dan mencari ridha Allah.
Bekerjalah seakan-akan hidup masih lama, tetapi beribadahlah seakan-akan esok kita akan meninggal.
BACA JUGA: Beruntungkah Orang yang Dosanya Dibalas di Dunia daripada di Akhirat?
Mengejar urusan akhirat terlebih dahulu adalah pilihan yang paling bijak karena akhirat merupakan kehidupan yang kekal, sedangkan dunia hanya sementara. Ketika seseorang mengutamakan akhirat, Allah akan memberikan ketenangan hati dan mencukupkan urusan dunianya.
Maka, marilah kita memperbaiki niat dan menjadikan akhirat sebagai tujuan utama dalam hidup. Sebab pada akhirnya, bukan seberapa banyak harta yang kita kumpulkan yang akan menyelamatkan kita, melainkan seberapa banyak amal saleh yang kita bawa menghadap Allah SWT. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

