MENIKAH adalah impian banyak orang. Namun, ketika mulai membahas biaya, tidak sedikit pasangan yang merasa khawatir. Harga gedung, katering, dekorasi, hingga dokumentasi sering kali membuat biaya pernikahan membengkak hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah.
Padahal, pernikahan yang sah dan berkah tidak selalu harus mewah. Banyak pasangan yang berhasil melangsungkan akad dan resepsi sederhana dengan biaya yang jauh lebih terjangkau. Lalu, jika ingin menikah dengan konsep murah meriah dan budget pas-pasan, berapa biaya minimal yang perlu dipersiapkan?
Menikah Tidak Harus Mahal
Hal pertama yang perlu dipahami adalah bahwa dalam Islam, yang terpenting dari pernikahan adalah terpenuhinya rukun dan syarat nikah. Kemewahan acara bukanlah penentu sah atau tidaknya sebuah pernikahan.
Sayangnya, sebagian masyarakat masih menganggap pesta besar sebagai ukuran keberhasilan sebuah pernikahan. Akibatnya, ada pasangan yang menunda pernikahan bertahun-tahun hanya karena merasa belum memiliki cukup uang untuk mengadakan pesta yang megah.
Padahal, semakin sederhana sebuah pernikahan sering kali justru semakin ringan beban yang harus ditanggung oleh kedua mempelai setelah menikah.
BACA JUGA: Jika Usia 40 Tahun Masih Belum Menikah, Bagaimana?
Berapa Biaya Minimal untuk Menikah?
Jika berbicara tentang biaya paling minimal, sebenarnya akad nikah bisa dilakukan dengan dana yang relatif kecil.
Beberapa kebutuhan dasar yang biasanya perlu disiapkan antara lain:
Mahar.
Cincin (jika memang ingin menggunakan).
Pakaian akad.
Konsumsi sederhana untuk keluarga dekat.
Dokumentasi sederhana.
Administrasi pendukung lainnya.
Untuk konsep yang sangat sederhana, banyak pasangan yang bisa melangsungkan akad dengan biaya sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta. Bahkan ada yang lebih rendah dari itu jika sebagian kebutuhan dibantu oleh keluarga.
Tentu angka ini bisa berbeda-beda tergantung daerah, adat istiadat, dan kebutuhan masing-masing pasangan.
Simulasi Budget Nikah Sederhana
Sebagai gambaran, berikut contoh anggaran nikah sederhana:
Mahar: Rp500 ribu – Rp2 juta.
Pakaian akad: Rp500 ribu – Rp1,5 juta.
Konsumsi keluarga inti: Rp2 juta – Rp4 juta.
Dokumentasi sederhana: Rp500 ribu – Rp2 juta.
Dekorasi sederhana: Rp500 ribu – Rp2 juta.
Totalnya berkisar antara Rp4 juta hingga Rp11 juta.
Angka tersebut tentu bukan patokan mutlak. Ada yang lebih murah, ada pula yang lebih mahal. Namun, kisaran tersebut cukup realistis untuk konsep akad sederhana yang tetap nyaman dan berkesan.
Faktor yang Membuat Biaya Membengkak
Sering kali biaya pernikahan menjadi besar bukan karena akadnya, melainkan karena berbagai tambahan yang sebenarnya tidak wajib.
Misalnya:
Menyewa gedung besar.
Mengundang ratusan hingga ribuan tamu.
Dekorasi mewah.
Hiburan dan panggung.
Paket dokumentasi premium.
Souvenir mahal.
Busana dan rias yang berlebihan.
Setiap tambahan tersebut dapat menambah jutaan bahkan puluhan juta rupiah pada total anggaran.
Karena itu, pasangan yang memiliki dana terbatas perlu benar-benar membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Jangan Sampai Menikah dengan Utang Berlebihan
Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah memaksakan pesta besar dengan cara berutang.
Padahal setelah menikah, pasangan akan menghadapi kebutuhan yang jauh lebih penting, seperti biaya tempat tinggal, kebutuhan sehari-hari, biaya kesehatan, hingga persiapan memiliki anak.

Akan lebih bijak jika dana yang tersedia digunakan untuk memulai kehidupan rumah tangga dengan tenang daripada dihabiskan untuk acara yang hanya berlangsung beberapa jam.
Pernikahan yang sederhana tetapi bebas utang sering kali memberikan awal yang lebih baik dibandingkan pesta mewah yang meninggalkan beban finansial bertahun-tahun.
Tips Menekan Biaya Pernikahan
Jika ingin menikah dengan budget terbatas, beberapa cara berikut dapat membantu:
Fokus pada akad nikah dan walimah sederhana.
Batasi jumlah undangan sesuai kemampuan.
Gunakan rumah atau halaman keluarga jika memungkinkan.
Pilih dekorasi yang sederhana tetapi rapi.
Gunakan jasa dokumentasi yang sesuai kebutuhan.
Hindari gengsi dan tekanan sosial.
Diskusikan anggaran secara terbuka dengan pasangan dan keluarga.
Dengan perencanaan yang baik, biaya pernikahan bisa ditekan tanpa mengurangi makna dan kebahagiaan acara.
BACA JUGA: Bolehkah Calon Suami Dites Dulu Bacaan Al-Fatihahnya Sebelum Menikah?
Yang Terpenting Setelah Menikah
Banyak pasangan terlalu sibuk memikirkan pesta hingga lupa mempersiapkan kehidupan setelah pernikahan.
Padahal tantangan terbesar bukanlah saat hari akad atau resepsi, melainkan ketika menjalani kehidupan rumah tangga sehari-hari. Kesabaran, komunikasi, tanggung jawab, dan kemampuan mengelola keuangan jauh lebih menentukan kebahagiaan rumah tangga dibandingkan kemegahan pesta.
Karena itu, jangan sampai seluruh tabungan habis hanya untuk satu hari acara, sementara kebutuhan setelah menikah justru terabaikan.
Penutup
Nikah murah meriah dengan budget pas-pasan sangat mungkin dilakukan. Untuk konsep sederhana, biaya sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta sudah dapat digunakan untuk melangsungkan akad dan syukuran sederhana bersama keluarga terdekat. Bahkan dalam kondisi tertentu bisa lebih hemat lagi.
Yang paling penting bukan seberapa mahal pestanya, melainkan seberapa siap kedua mempelai membangun rumah tangga yang sakinah, penuh tanggung jawab, dan diridhai Allah. Sebab pada akhirnya, kebahagiaan pernikahan tidak ditentukan oleh kemegahan acara, melainkan oleh kualitas kehidupan yang dijalani setelah akad selesai. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

