BEKAM adalah salah satu metode pengobatan yang dikenal sejak ribuan tahun lalu. Dalam Islam, bekam memiliki kedudukan yang istimewa. Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk melakukan bekam sebagai salah satu ikhtiar menjaga kesehatan.
Namun, sering muncul pertanyaan. Sejak usia berapa seseorang boleh melakukan sunnah bekam?
Jawabannya tidak hanya dilihat dari angka usia. Tetapi juga dari kondisi fisik, pertumbuhan tubuh, dan kebutuhan kesehatannya.
Pada dasarnya, bekam dapat dilakukan sejak anak memasuki usia sekolah. Umumnya mulai usia 7 tahun ke atas. Namun teknik yang digunakan berbeda dengan orang dewasa.
Pada anak-anak, tujuan bekam biasanya bukan untuk mengeluarkan darah dalam jumlah banyak. Bekam lebih sering dilakukan dalam bentuk bekam ringan atau bekam luncur. Tindakan dilakukan dengan sangat hati-hati dan mempertimbangkan kondisi anak.
BACA JUGA: Bekam, Cara Klasik yang Bikin Otak dan Tubuh Tetap “Nyala” — Biar Nggak Kena Stroke di Usia Muda!
Semakin bertambah usia, tubuh mengalami perubahan. Massa otot meningkat. Volume darah bertambah. Aktivitas fisik semakin tinggi. Pada masa remaja, sekitar usia 12 hingga 17 tahun, bekam mulai dapat dilakukan seperti pada orang dewasa dengan penyesuaian tertentu.
Banyak praktisi bekam menyarankan usia baligh sebagai waktu yang lebih ideal untuk menjalankan sunnah bekam secara rutin. Pada usia ini tubuh telah memasuki fase kematangan biologis.

Secara ilmiah, masa pubertas ditandai dengan meningkatnya produksi hormon. Baik pada laki-laki maupun perempuan. Hormon-hormon tersebut memengaruhi pertumbuhan jaringan tubuh, metabolisme, dan sirkulasi darah.
Pada masa ini, aktivitas belajar, olahraga, dan tekanan psikologis juga semakin meningkat. Tidak sedikit remaja yang mulai mengalami gangguan tidur, stres, sakit kepala, pegal-pegal, atau kelelahan fisik.
Bekam sering dipilih sebagai salah satu bentuk terapi pendukung untuk membantu relaksasi dan meningkatkan kenyamanan tubuh.
Dari sudut pandang ilmiah, bekam bekerja melalui beberapa mekanisme. Ketika kulit diberikan tekanan negatif menggunakan kop bekam, terjadi peningkatan aliran darah lokal. Pembuluh darah kecil di bawah permukaan kulit mengalami pelebaran.
Kondisi ini membantu meningkatkan suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan sekitar. Selain itu, proses tersebut merangsang pelepasan berbagai senyawa alami tubuh yang berhubungan dengan pengurangan nyeri dan relaksasi.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bekam dapat memengaruhi sistem saraf otonom. Sistem ini berperan dalam mengatur denyut jantung, tekanan darah, dan respons stres.
Karena itu banyak orang merasa tubuh lebih ringan, lebih rileks, dan lebih nyaman setelah menjalani bekam.
Namun perlu dipahami. Bekam bukanlah terapi yang harus dilakukan oleh semua orang pada usia tertentu. Bekam juga bukan kewajiban.
Sunnah bekam adalah bentuk ikhtiar menjaga kesehatan. Pelaksanaannya harus mempertimbangkan manfaat dan kondisi individu.
Pada anak-anak yang terlalu kecil, tubuh masih berada dalam fase pertumbuhan pesat. Volume darah relatif lebih sedikit dibandingkan orang dewasa. Oleh karena itu tindakan bekam darah harus sangat selektif dan dilakukan oleh praktisi yang memahami kondisi anak.
Begitu pula pada lansia. Tidak semua lansia cocok menjalani bekam. Terutama jika memiliki anemia berat, gangguan pembekuan darah, atau kondisi kesehatan tertentu.
Yang terpenting bukanlah seberapa sering seseorang berbekam. Tetapi apakah bekam dilakukan dengan benar, aman, dan sesuai kebutuhan tubuh.
Dalam praktik sehari-hari, banyak ahli terapi menyarankan bekam rutin mulai usia remaja hingga dewasa. Frekuensinya dapat disesuaikan. Misalnya satu hingga tiga bulan sekali. Tergantung kondisi kesehatan masing-masing.
Selain usia, ada faktor lain yang lebih penting. Yaitu gaya hidup.
Seseorang yang rajin berbekam tetapi kurang tidur, jarang berolahraga, dan pola makannya buruk tetap berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan.
BACA JUGA: Ada Apa dengan Bekam dengan Perut Kosong?
Sebaliknya, bekam yang disertai pola hidup sehat akan memberikan manfaat yang lebih optimal.
Islam mengajarkan keseimbangan. Menjaga kesehatan bukan hanya melalui terapi. Tetapi juga melalui makanan yang baik, istirahat yang cukup, aktivitas fisik yang teratur, dan ketenangan hati.
Karena itu, jika ditanya sejak usia berapa seseorang boleh melakukan sunnah bekam, maka jawabannya adalah sejak kondisi fisiknya memungkinkan dan dilakukan dengan cara yang aman. Umumnya mulai usia sekolah dengan pendekatan khusus, dan lebih ideal dilakukan secara rutin ketika telah memasuki masa baligh.
Bekam bukan sekadar tradisi. Bekam adalah ikhtiar. Sebuah usaha menjaga amanah tubuh yang telah Allah titipkan. Dilakukan dengan ilmu. Dilakukan dengan kehati-hatian. Dan dilakukan dengan harapan memperoleh kesehatan yang lebih baik, lahir maupun batin. []
Yudhistira Adi Maulana
_ Owner Bekam ruqyah centre Purwakarta.
_ Certified Tour leader haji dan umroh PT.Muhandis Qur’ani wisata.
_ Inisiator Bimbel Qur’an Madinah.
_ Praktisi Thibbunnabawi di bekam Ruqyah Al-Muhajirin.
Jl. Veteran No 106, Kebon Kolot Purwakarta, Jawa Barat / WhatsApp: 0817 – 9207- 630 .
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


