NABI Adam ‘alaihissalam adalah manusia pertama yang Allah ciptakan sekaligus bapak seluruh umat manusia. Bersama istrinya, Hawa, beliau menjadi asal-usul keturunan manusia yang kini tersebar di seluruh penjuru bumi.
Namun, muncul pertanyaan yang cukup sering diajukan: sebenarnya berapa jumlah anak-anak Nabi Adam? Apakah Al-Qur’an dan hadis menyebutkan angka pastinya?
Al-Qur’an Tidak Menyebutkan Jumlahnya
Al-Qur’an menjelaskan bahwa seluruh manusia berasal dari Nabi Adam dan Hawa. Allah Ta’ala berfirman:
“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan darinya Allah menciptakan pasangannya, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.” (QS. An-Nisa: 1).
Ayat ini menegaskan bahwa keturunan manusia berasal dari pasangan Adam dan Hawa. Namun, Al-Qur’an tidak menyebutkan berapa jumlah anak mereka secara keseluruhan.
Karena itu, siapa pun yang memastikan jumlah tertentu harus memiliki dalil yang sahih.
BACA JUGA: 20 Pelajaran Penting dari Nabi Adam ‘Alaihissalam
Hadis Sahih Juga Tidak Menentukan Angkanya
Dalam hadis-hadis sahih, Rasulullah ﷺ tidak menjelaskan secara rinci jumlah anak Nabi Adam.
Beliau hanya menyampaikan kisah-kisah tertentu yang berkaitan dengan sebagian anak Adam, seperti kisah dua putra Nabi Adam yang salah satunya membunuh saudaranya. Kisah tersebut juga disebutkan dalam Surah Al-Ma’idah ayat 27–31.
Selain itu, tidak ada riwayat sahih yang menetapkan jumlah pasti seluruh anak Adam.
Riwayat yang Menyebutkan Banyak Anak
Sebagian kitab tafsir dan sejarah Islam menyebutkan riwayat bahwa Hawa melahirkan anak secara berpasang-pasangan, yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan dalam setiap kelahiran.
Ada pula riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi Adam memiliki sekitar 40 anak, bahkan ada yang mengatakan lebih banyak lagi.
Namun, riwayat-riwayat tersebut umumnya berasal dari atsar atau kisah-kisah Israiliyat yang tidak memiliki sanad sahih hingga Rasulullah ﷺ. Oleh sebab itu, para ulama mengingatkan agar tidak menjadikannya sebagai fakta yang pasti.
Sikap yang benar adalah tidak memastikan sesuatu yang memang tidak dipastikan oleh dalil.
Bagaimana Manusia Berkembang Biak?
Pertanyaan lain yang sering muncul adalah, jika hanya ada Adam dan Hawa, bagaimana manusia berkembang biak?
Para ulama menjelaskan bahwa pada masa awal penciptaan manusia, Allah membolehkan pernikahan antara saudara kandung yang lahir dari kehamilan yang berbeda. Misalnya, seorang laki-laki menikahi saudara perempuannya yang lahir pada kelahiran lain, bukan saudara kembarnya.
Ketentuan tersebut merupakan syariat khusus pada masa Nabi Adam karena saat itu belum ada manusia lain di bumi.
Setelah jumlah manusia semakin banyak, Allah mengharamkan pernikahan antar saudara kandung sebagaimana berlaku dalam syariat-syariat berikutnya hingga sekarang.
Mengapa Jumlahnya Tidak Dijelaskan?
Para ulama menjelaskan bahwa tidak semua detail sejarah dijelaskan dalam Al-Qur’an maupun hadis.
Yang menjadi tujuan utama wahyu adalah memberikan petunjuk, bukan mencatat seluruh rincian sejarah manusia.

Karena itu, jumlah anak Nabi Adam tidak termasuk perkara yang berpengaruh terhadap keimanan maupun ibadah seorang Muslim. Yang jauh lebih penting adalah mengambil pelajaran dari kisah-kisah yang Allah ceritakan.
Misalnya, kisah Qabil dan Habil mengajarkan bahaya hasad, pentingnya ketakwaan, serta besarnya dosa pembunuhan.
BACA JUGA: 20 Pelajaran Penting dari Nabi Adam ‘Alaihissalam
Sikap Seorang Muslim
Dalam masalah yang tidak memiliki dalil tegas, seorang Muslim hendaknya bersikap hati-hati. Tidak perlu memastikan angka tertentu hanya karena sering beredar di media sosial atau disebutkan dalam sebagian buku sejarah.
Jika suatu riwayat tidak sahih, maka cukup dikatakan, “Ada riwayat yang menyebutkan demikian, tetapi tidak ada dalil sahih yang memastikan jumlahnya.”
Sikap seperti ini lebih dekat kepada amanah ilmiah dan sesuai dengan metode para ulama Ahlus Sunnah.
Penutup
Hingga saat ini, tidak ada dalil yang sahih yang menyebutkan secara pasti berapa jumlah anak Nabi Adam ‘alaihissalam. Al-Qur’an maupun hadis hanya menegaskan bahwa seluruh manusia berasal dari Adam dan Hawa, tanpa menyebutkan angka tertentu.
Oleh karena itu, seorang Muslim sebaiknya tidak memastikan jumlah anak Nabi Adam berdasarkan riwayat yang lemah atau kisah Israiliyat. Cukuplah kita meyakini apa yang dijelaskan oleh Al-Qur’an dan sunnah yang sahih, serta mengambil hikmah dari kisah-kisah yang Allah dan Rasul-Nya sampaikan sebagai petunjuk bagi kehidupan. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


