Apa yang Terjadi Jika Seseorang Jarang Berdzikir kepada Allah?

Umar Faqih
6 Min Read
Foto: Freepik

DZIKIR merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dengan berdzikir, seorang muslim senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap keadaan, baik ketika sedang lapang maupun sempit. Dzikir tidak hanya dilakukan setelah shalat, tetapi juga dapat diamalkan sepanjang hari melalui ucapan tasbih, tahmid, takbir, tahlil, istighfar, maupun doa-doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ.

Namun, di tengah kesibukan sehari-hari, tidak sedikit orang yang mulai melupakan kebiasaan berdzikir. Waktu lebih banyak dihabiskan untuk pekerjaan, hiburan, atau aktivitas lainnya sehingga lisan menjadi jarang menyebut nama Allah. Lalu, apa yang terjadi jika seseorang jarang berdzikir kepada Allah.

Hati Menjadi Kurang Tenang

Salah satu dampak yang paling nyata dari jarangnya berdzikir adalah hati menjadi lebih mudah gelisah. Ketika seseorang jauh dari mengingat Allah, ia akan lebih mudah dikuasai oleh rasa khawatir, takut, dan cemas terhadap urusan dunia.

Allah SWT berfirman:”Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Ayat ini menunjukkan bahwa ketenangan hati yang sejati berasal dari kedekatan kepada Allah. Dzikir bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi juga menjadi penghubung antara hati seorang hamba dengan Rabb-nya.

BACA JUGA: Ini Sebabnya Dzikir Buat Jiwa Menjadi Tenang

Meskipun seseorang memiliki harta, jabatan, atau kesuksesan, semua itu belum tentu mampu menghadirkan ketenangan jika hatinya jauh dari Allah.

https://s.shopee.co.id/2g93NJRzUO

Hati Menjadi Keras

Semakin jarang seseorang berdzikir, semakin besar pula kemungkinan hatinya menjadi keras. Hati yang keras akan sulit menerima nasihat, enggan melakukan kebaikan, dan kurang tersentuh ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur’an.

Kondisi ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan perlahan-lahan. Ketika lisan terbiasa lalai dari mengingat Allah, hati pun ikut kehilangan kepekaannya terhadap nilai-nilai keimanan.

Sebaliknya, orang yang rutin berdzikir akan lebih mudah mengingat kebesaran Allah sehingga hatinya tetap hidup dan lembut.

Lebih Mudah Terjerumus ke Dalam Dosa

Dzikir berfungsi sebagai pengingat agar seseorang selalu merasa diawasi oleh Allah SWT. Ketika seseorang sering mengingat Allah, ia akan lebih berhati-hati dalam berbicara, bertindak, maupun mengambil keputusan.

Sebaliknya, jika dzikir mulai ditinggalkan, seseorang dapat lebih mudah mengikuti hawa nafsu dan godaan setan. Hal ini bukan berarti setiap orang yang jarang berdzikir pasti berbuat maksiat, tetapi kelalaian terhadap Allah dapat membuka jalan menuju berbagai bentuk dosa apabila tidak segera disadari.

Karena itu, Rasulullah ﷺ mengajarkan umatnya untuk memperbanyak dzikir dalam berbagai kesempatan agar hati tetap terjaga.

Kehilangan Banyak Pahala

Dzikir termasuk amalan yang ringan dilakukan, tetapi memiliki pahala yang sangat besar. Kalimat-kalimat sederhana seperti Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, dan Astaghfirullah memiliki keutamaan yang luar biasa.

Rasulullah ﷺ bersabda:”Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabb-nya dan orang yang tidak berdzikir seperti orang yang hidup dan orang yang mati.” (HR. Bukhari)

Hadis ini menggambarkan betapa pentingnya dzikir dalam kehidupan seorang muslim. Orang yang jarang berdzikir tentu kehilangan kesempatan untuk mengumpulkan pahala yang sebenarnya sangat mudah diraih.

Jin Bisa Menyamar, menyerupai, Ikatan Setan
Foto: Freepik

Mudah Lupa Akan Tujuan Hidup

Salah satu tujuan manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Dzikir menjadi salah satu cara agar seorang muslim terus mengingat tujuan tersebut.

Jika seseorang jarang berdzikir, ia bisa lebih mudah terjebak dalam kesibukan dunia hingga melupakan akhirat. Fokus hidupnya hanya tertuju pada pekerjaan, harta, atau kesenangan sementara, padahal semua itu tidak akan kekal.

Dengan berdzikir, seseorang akan selalu diingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan menuju kehidupan akhirat yang abadi.

BACA JUGA: Bolehkah Wanita Berdzikir tanpa Mengenakan Hijab?

Membiasakan Diri untuk Selalu Berdzikir

Membiasakan diri berdzikir tidak harus dimulai dengan amalan yang berat. Justru, kebiasaan kecil yang dilakukan secara istiqamah akan lebih mudah dipertahankan. Seorang muslim dapat memulai hari dengan membaca dzikir pagi, kemudian membiasakan lisannya mengucapkan istighfar, tasbih, tahmid, dan takbir di sela-sela aktivitas.

Setelah menunaikan shalat fardu, luangkan waktu beberapa menit untuk membaca dzikir yang diajarkan Rasulullah ﷺ. Menjelang tidur dan ketika bangun tidur pun, hendaknya seorang muslim tetap mengingat Allah melalui doa dan dzikir. Jika dilakukan secara terus-menerus, kebiasaan tersebut akan membentuk hati yang lebih tenang, lebih dekat kepada Allah, serta menjadikan dzikir sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Jarangnya berdzikir kepada Allah bukan berarti seseorang langsung menjadi orang yang buruk. Namun, kelalaian tersebut dapat membawa berbagai dampak bagi kehidupan spiritual seorang muslim. Hati menjadi kurang tenang, lebih mudah lalai, kehilangan banyak pahala, dan semakin jauh dari tujuan hidup sebagai hamba Allah.

Sebaliknya, orang yang membiasakan diri berdzikir akan merasakan ketenangan, semakin dekat kepada Allah, serta lebih mudah menjaga dirinya dari berbagai bentuk kemaksiatan. Oleh karena itu, jadikan dzikir sebagai amalan harian yang tidak hanya dilakukan setelah shalat, tetapi juga di sela-sela aktivitas sehari-hari. Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa mengingat-Nya dalam setiap keadaan.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *