HARI Jumat adalah hari yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada hari ini, kaum laki-laki diwajibkan menunaikan shalat Jumat, sementara mereka juga dianjurkan memperbanyak amal saleh seperti membaca Surah Al-Kahfi, memperbanyak shalawat, berdoa, mandi Jumat, dan datang lebih awal ke masjid.
Di tengah masyarakat, muncul pertanyaan: apakah ada keutamaan khusus bagi suami istri yang berjima sebelum berangkat shalat Jumat?
Jawabannya perlu dipahami secara hati-hati agar tidak menyandarkan keutamaan kepada sesuatu yang tidak memiliki dalil yang sahih.
BACA JUGA: Apakah Istri Menopause Tak Bisa Lagi Jima?
Tidak Ada Dalil yang Menyebut Keutamaan Khusus
Sampai saat ini, tidak terdapat hadis sahih yang menyatakan bahwa berjima sebelum berangkat shalat Jumat memiliki pahala atau keutamaan khusus dibandingkan waktu-waktu lainnya.
Karena itu, seorang Muslim tidak boleh meyakini adanya keutamaan tertentu tanpa landasan yang jelas dari Al-Qur’an maupun hadis sahih.
Berjima Sebelum Jumat Hukumnya Boleh
Hubungan suami istri merupakan ibadah apabila dilakukan dengan niat yang baik dan melalui cara yang halal.
Apabila pasangan suami istri berjima pada pagi hari sebelum berangkat shalat Jumat, maka hukumnya boleh. Namun setelah selesai berjima, suami wajib melakukan mandi junub sehingga dapat menunaikan shalat Jumat dalam keadaan suci.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an agar orang yang berada dalam keadaan junub bersuci terlebih dahulu sebelum melaksanakan ibadah yang mensyaratkan kesucian.
Justru Mandi Menjadi Sebuah Keutamaan
Setelah berjima, seseorang wajib mandi junub. Menariknya, mandi junub tersebut sekaligus dapat memenuhi kewajiban bersuci. Banyak ulama menjelaskan bahwa apabila diniatkan, mandi junub juga dapat mencukupi anjuran mandi Jumat sehingga tidak perlu mandi dua kali.
Dengan demikian, seseorang dapat memperoleh kesucian untuk melaksanakan shalat Jumat sekaligus menjalankan sunnah mandi pada hari Jumat menurut pendapat banyak ulama.
Hubungan Suami Istri Adalah Sedekah
Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa hubungan suami istri yang halal bernilai sedekah. Hal ini menunjukkan bahwa memenuhi kebutuhan pasangan secara halal merupakan amal yang berpahala.
Karena itu, jika dilakukan sebelum berangkat Jumat, pahala yang diperoleh berasal dari hubungan halal tersebut, bukan karena waktunya berdekatan dengan shalat Jumat.
Tetap Perhatikan Waktu
Walaupun berjima sebelum Jumat diperbolehkan, pasangan suami istri hendaknya tetap memperhatikan waktu agar tidak menyebabkan beberapa hal berikut:
- Terlambat berangkat ke masjid.
- Kehilangan kesempatan datang lebih awal.
- Tidak sempat mendengarkan khutbah secara utuh.
- Terburu-buru ketika mandi dan bersiap.
Rasulullah ﷺ sangat menganjurkan umatnya untuk datang lebih awal ke masjid pada hari Jumat karena terdapat pahala yang besar bagi orang yang bersegera menghadirinya.
Jangan Sampai Mengabaikan Persiapan Jumat
Hari Jumat memiliki banyak amalan yang dianjurkan, di antaranya:
- Mandi sebelum shalat Jumat.
- Memakai pakaian yang bersih dan terbaik.
- Menggunakan wewangian bagi laki-laki.
- Memotong kuku dan merapikan diri bila diperlukan.
- Membaca Surah Al-Kahfi.
- Memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.
- Berdoa pada waktu-waktu yang mustajab.
- Datang lebih awal ke masjid dan mendengarkan khutbah dengan khusyuk.
Apabila hubungan suami istri justru membuat seseorang meninggalkan amalan-amalan tersebut, maka ia kehilangan banyak keutamaan yang dianjurkan pada hari Jumat.
Berjima sebelum berangkat shalat Jumat diperbolehkan dalam Islam selama dilakukan dalam hubungan yang halal antara suami dan istri. Namun, tidak ada dalil sahih yang menyatakan adanya keutamaan khusus karena dilakukan sebelum shalat Jumat.
Hikmah Berhubungan Intim sebelum Salat Jumat
Hikmah dari sunnah berhubungan intim sebelum salat Jumat adalah agar pikiran menjadi lebih tenang, segar, serta fokus dalam melakukan ibadah yang akan dimulai, yaitu salat Jumat. Berhubungan badan dengan istri memiliki banyak keuntungan. Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan,
وَأَمَّا الْجِمَاعُ وَالْبَاهُ، فَكَانَ هَدْيُهُ فِيهِ أَكْمَلَ هَدْيٍ، يَحْفَظُ بِهِ الصِّحَّةَ، وَتَتِمُّ بِهِ اللَّذَّةُ وَسُرُورُ النَّفْسِ، وَيَحْصُلُ بِهِ مَقَاصِدُهُ الَّتِي وُضِعَ لِأَجْلِهَا
“Adapun jimak, berhubungan badan, maka petunjuk beliau –shallallahu ‘alaihi wasallam– dalam hal ini adalah petunjuk yang paling sempurna. (Jimak) menjaga kesehatan. Kelezatan dan keceriaan jiwa akan menjadi sempurna. Akan tercapai semua maksud yang ditujukan (kemaslahatan).” (Thibbun Nabawi, 1: 187)
BACA JUGA: Yang Dilarang Dalam Islam bagi Suami Istri ketika Jima
Yang menjadi kewajiban setelah berjima adalah mandi junub agar dapat menunaikan shalat Jumat dalam keadaan suci. Selain itu, seorang Muslim tetap dianjurkan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menghadiri shalat Jumat tepat waktu, bahkan lebih utama jika datang lebih awal ke masjid.
Keutamaan hari Jumat terletak pada ibadah-ibadah yang diajarkan Rasulullah ﷺ, sedangkan hubungan suami istri tetap bernilai ibadah dan berpahala kapan pun dilakukan secara halal, bukan karena dikaitkan dengan waktu sebelum shalat Jumat tanpa dalil yang sahih. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

