BANYAK orang bertanya, mana yang lebih berbahaya: tidak makan atau tidak minum?
Jawabannya adalah tidak minum. Tubuh manusia masih dapat bertahan tanpa makanan selama beberapa minggu dalam kondisi tertentu. Namun, tanpa air, kemampuan bertahan hidup jauh lebih singkat karena hampir seluruh fungsi tubuh bergantung pada cairan.
Sekitar 50–70% tubuh manusia terdiri dari air. Cairan dibutuhkan untuk mengatur suhu tubuh, mengangkut nutrisi, membuang zat sisa melalui urine, melumasi sendi, hingga membantu kerja otak dan jantung. Ketika tubuh kehilangan terlalu banyak cairan, berbagai organ mulai mengalami gangguan.
Berapa Lama Manusia Bisa Bertahan Tanpa Air?
Tidak ada angka yang benar-benar pasti karena setiap orang memiliki kondisi yang berbeda.
Secara umum, manusia dapat bertahan sekitar 3 hingga 5 hari tanpa minum. Namun, pada cuaca yang sangat panas, aktivitas fisik berat, atau ketika seseorang mengalami demam, diare, atau muntah, batas tersebut bisa menjadi jauh lebih singkat.
Sebaliknya, dalam lingkungan yang sejuk dan aktivitas yang minim, sebagian orang mungkin mampu bertahan sedikit lebih lama. Meski demikian, risiko kerusakan organ akan terus meningkat seiring bertambahnya waktu tanpa cairan.
BACA JUGA: Jin Itu Makanan dan Minumannya Apa Sih? Ternyata Nabi Sudah Menjelaskannya!
Apa yang Terjadi Saat Tubuh Kekurangan Air?
Beberapa jam setelah tidak minum, tubuh mulai memberikan sinyal berupa rasa haus.
Jika cairan tidak segera diganti, mulut terasa kering, bibir pecah-pecah, urine menjadi lebih sedikit dan berwarna pekat, serta tubuh mulai terasa lemas.
Semakin lama, dehidrasi menjadi lebih berat. Darah menjadi lebih kental sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkannya ke seluruh tubuh. Akibatnya, tekanan darah dapat turun dan denyut jantung meningkat.
Otak juga mulai terdampak. Seseorang menjadi sulit berkonsentrasi, mudah bingung, sakit kepala, bahkan dapat mengalami penurunan kesadaran.
Mengapa Dehidrasi Bisa Mematikan?
Ginjal membutuhkan air untuk menyaring limbah dari dalam darah.
Ketika tubuh kekurangan cairan, ginjal akan berusaha menghemat air dengan menghasilkan urine yang semakin sedikit. Jika kondisi ini berlangsung lama, fungsi ginjal dapat terganggu bahkan mengalami gagal ginjal akut.
Selain itu, tubuh akan semakin kesulitan mengatur suhu. Pada cuaca panas, seseorang lebih mudah mengalami heat exhaustion hingga heat stroke, yaitu kondisi darurat medis yang dapat menyebabkan kerusakan otak, gagal organ, bahkan kematian.
Pada tahap yang sangat berat, dehidrasi dapat menyebabkan syok akibat volume darah yang terlalu sedikit. Organ-organ vital tidak lagi mendapatkan pasokan oksigen yang cukup sehingga fungsinya mulai berhenti.
Siapa yang Paling Berisiko?
Tidak semua orang memiliki daya tahan yang sama terhadap dehidrasi.
Bayi dan anak-anak lebih cepat kehilangan cairan karena ukuran tubuh mereka lebih kecil. Lansia juga lebih rentan karena rasa haus sering kali sudah berkurang.
Orang yang bekerja di bawah terik matahari, atlet, penderita diare, muntah, demam tinggi, atau penyakit tertentu juga memiliki risiko dehidrasi yang lebih besar dibandingkan orang sehat pada umumnya.
Karena itu, mereka harus lebih memperhatikan kecukupan asupan cairan setiap hari.
Jangan Tunggu Haus Baru Minum
Rasa haus sebenarnya merupakan tanda bahwa tubuh sudah mulai kekurangan cairan.
Idealnya, seseorang mencukupi kebutuhan minumnya secara bertahap sepanjang hari, bukan sekaligus dalam jumlah banyak. Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, tergantung usia, aktivitas, suhu lingkungan, dan kondisi kesehatan.

Selain air putih, cairan juga dapat diperoleh dari buah-buahan dan makanan yang mengandung banyak air. Namun, air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga hidrasi tubuh.
Islam Mengajarkan Menjaga Nikmat Air
Air merupakan salah satu nikmat terbesar yang Allah berikan kepada manusia. Tanpa air, kehidupan tidak akan berlangsung.
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tidak beriman?” (QS. Al-Anbiya: 30)
BACA JUGA: Bolehkah Makan dan Minum dalam Kondisi Junub?
Rasulullah ﷺ juga mengajarkan adab minum yang baik, seperti membaca basmalah, minum dengan tangan kanan, tidak bernafas di dalam bejana, serta minum secara perlahan, bukan sekaligus.
Adab-adab tersebut menunjukkan bahwa Islam tidak hanya memperhatikan kebutuhan tubuh, tetapi juga mengajarkan cara memenuhi kebutuhan tersebut dengan penuh syukur dan kesopanan.
Kesimpulan
Manusia umumnya hanya mampu bertahan sekitar 3 hingga 5 hari tanpa minum, bahkan bisa lebih singkat jika berada di lingkungan yang panas atau mengalami penyakit yang menyebabkan kehilangan banyak cairan.
Semakin lama tubuh kekurangan air, semakin besar risiko dehidrasi berat, gangguan ginjal, syok, hingga kematian. Oleh karena itu, jangan abaikan rasa haus dan biasakan memenuhi kebutuhan cairan setiap hari.
Menjaga tubuh tetap terhidrasi bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga bentuk syukur atas nikmat yang Allah anugerahkan. Air adalah sumber kehidupan, dan menjaganya tetap mengalir dalam tubuh merupakan salah satu cara menjaga amanah yang telah diberikan Sang Pencipta. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


