SETIAP Muslim tentu ingin mengerjakan amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT. Selain menjalankan kewajiban seperti shalat lima waktu, puasa Ramadhan, zakat, dan haji bagi yang mampu, Islam juga menganjurkan berbagai amalan sunnah. Walaupun hukumnya tidak wajib, amalan sunnah memiliki kedudukan yang sangat mulia. Amalan-amalan ini menjadi bukti kecintaan seorang hamba kepada Allah sekaligus menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Lalu, apakah ada amalan sunnah yang paling dicintai Allah? Jawabannya dapat ditemukan dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah ﷺ. Ternyata, yang paling dicintai bukan hanya jenis amalnya, tetapi juga bagaimana seorang Muslim menjaganya dengan penuh keistiqamahan.
BACA JUGA: Apakah Amalan Sunnah Bisa Menggantikan Ibadah Wajib yang Sengaja Ditinggalkan?
Allah Mencintai Hamba yang Mendekat dengan Amalan Sunnah
Salah satu dalil yang paling terkenal mengenai keutamaan amalan sunnah adalah hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah berfirman: “Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” (HR. Al-Bukhari no. 6502)
Hadits ini menunjukkan bahwa amalan sunnah memiliki peran besar dalam meraih cinta Allah. Setelah seorang Muslim menyempurnakan amalan wajibnya, ia dianjurkan memperbanyak ibadah sunnah sebagai bentuk pendekatan kepada Allah SWT.
Ketika Allah mencintai seorang hamba, maka Allah akan memberikan pertolongan, bimbingan, serta menjaga dirinya dalam berbagai keadaan. Inilah salah satu keutamaan terbesar yang tidak bisa dinilai dengan harta maupun kedudukan dunia.
Amalan yang Paling Dicintai Adalah yang Istiqamah
Rasulullah ﷺ pernah menjelaskan bahwa amalan yang paling dicintai Allah bukan selalu yang paling banyak atau paling berat. Beliau bersabda: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.” (HR. Al-Bukhari no. 6464 dan Muslim no. 783)
Hadits ini menjadi pedoman penting bagi setiap Muslim. Banyak orang bersemangat beribadah dalam waktu singkat, tetapi kemudian meninggalkannya. Sebaliknya, ada orang yang hanya mampu mengerjakan sedikit amalan sunnah, namun dilakukan setiap hari dengan penuh keikhlasan. Inilah amalan yang lebih dicintai Allah.
Karena itu, menjaga konsistensi lebih utama daripada melakukan banyak amalan hanya sesekali.
Contoh Amalan Sunnah yang Sangat Dianjurkan
Ada banyak amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar. Beberapa di antaranya adalah:
-Shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat wajib.
-Shalat tahajud pada sepertiga malam terakhir.
-Shalat dhuha di waktu pagi.
-Membaca Al-Qur’an setiap hari.
-Berdzikir pagi dan petang.
-Bersedekah walaupun sedikit.
-Berpuasa sunnah seperti Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh.
-Mengucapkan salam dan memperbanyak istighfar.
Semua amalan tersebut memiliki pahala yang besar apabila dilakukan dengan ikhlas karena Allah. Namun, yang paling penting adalah memilih amalan yang mampu dijaga secara rutin.
Jangan Mengabaikan Amalan Sunnah yang Kecil
Terkadang seseorang menganggap remeh amalan-amalan sederhana, seperti membaca doa sebelum tidur, tersenyum kepada sesama Muslim, atau mengucapkan dzikir setelah shalat. Padahal, dalam Islam tidak ada kebaikan yang sia-sia.
Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa amalan kecil yang dilakukan dengan ikhlas dapat menjadi sebab datangnya pahala yang besar. Oleh karena itu, jangan menunggu memiliki banyak waktu untuk mulai mengerjakan sunnah. Mulailah dari hal-hal yang ringan namun konsisten.
Misalnya, biasakan membaca beberapa ayat Al-Qur’an setiap hari, menjaga shalat witir sebelum tidur, atau melaksanakan dua rakaat shalat dhuha. Jika dilakukan secara terus-menerus, amalan tersebut akan menjadi kebiasaan yang membawa keberkahan.
Dahulukan Amalan Wajib
Walaupun amalan sunnah memiliki keutamaan yang besar, seorang Muslim tidak boleh melalaikan amalan wajib. Dalam hadits qudsi disebutkan bahwa tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allah daripada amalan yang diwajibkan-Nya.
Artinya, shalat lima waktu, puasa Ramadhan, zakat, dan kewajiban lainnya harus menjadi prioritas utama. Setelah itu, barulah seorang Muslim memperbanyak amalan sunnah sebagai penyempurna.
Para ulama juga menjelaskan bahwa amalan sunnah dapat menutupi kekurangan yang mungkin terjadi dalam ibadah wajib. Karena itulah, memperbanyak ibadah sunnah menjadi salah satu bentuk persiapan untuk menghadapi hari perhitungan kelak.
BACA JUGA: Shalat Sunnah Apa yang Paling Dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ?
Jadi, apakah ada amalan sunnah yang paling dicintai Allah? Jawabannya adalah ada. Berdasarkan hadits Rasulullah ﷺ, amalan sunnah yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara istiqamah, meskipun jumlahnya sedikit. Selain itu, seluruh amalan sunnah menjadi jalan bagi seorang hamba untuk meraih cinta Allah setelah ia menyempurnakan ibadah-ibadah wajib.
Daripada mengejar banyak amalan tetapi hanya sesaat, lebih baik memilih beberapa ibadah sunnah yang mampu dijaga setiap hari. Dengan keikhlasan dan konsistensi, semoga Allah SWT memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba yang dicintai-Nya.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

