Apakah Amalan Sunnah Bisa Menggantikan Ibadah Wajib yang Sengaja Ditinggalkan?

Umar Faqih
6 Min Read
Foto: Islampos AI

DALAM Islam, ibadah dibagi menjadi beberapa tingkatan hukum. Ada ibadah yang wajib dilakukan oleh setiap Muslim, seperti shalat lima waktu, puasa Ramadan, zakat bagi yang mampu, dan haji bagi yang memenuhi syarat. Ada pula ibadah sunnah yang sangat dianjurkan karena dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.

Lalu muncul pertanyaan yang sering ditanyakan, apakah amalan sunnah bisa menutupi kekurangan ibadah wajib?

Jawabannya adalah ya, tetapi dalam batas tertentu. Amalan sunnah dapat menyempurnakan kekurangan dalam pelaksanaan ibadah wajib yang telah dikerjakan. Namun, amalan sunnah tidak dapat menggantikan ibadah wajib yang sengaja ditinggalkan.

Memahami perbedaan ini sangat penting agar kita tidak salah dalam memandang hubungan antara ibadah wajib dan ibadah sunnah.

BACA JUGA: Shalat Sunnah Rawatib Harus Baca Niat Khusus?

Amalan Sunnah Menyempurnakan Kekurangan Ibadah Wajib

Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa pada hari kiamat, amalan pertama yang akan dihisab adalah shalat. Jika terdapat kekurangan dalam shalat wajib seseorang, Allah memerintahkan agar dilihat apakah ia memiliki shalat sunnah.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya sempurna, maka ditulislah sempurna. Jika ada kekurangan, Allah berfirman: ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah.’ Jika ia memiliki amalan sunnah, maka kekurangan shalat wajibnya disempurnakan dengannya.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Hadis ini menunjukkan besarnya manfaat amalan sunnah. Ia menjadi pelengkap atas kekurangan yang mungkin terjadi dalam ibadah wajib, seperti kurang khusyuk, kurang sempurna bacaan, atau kekurangan lainnya yang tidak sampai membatalkan ibadah.

https://s.shopee.co.id/2BCiKTbPUr

Kekurangan yang Dimaksud Bukan Meninggalkan Kewajiban

Hal yang perlu dipahami adalah bahwa hadis tersebut berbicara tentang kekurangan dalam kualitas pelaksanaan ibadah wajib, bukan mengganti kewajiban yang sama sekali ditinggalkan.

Sebagai contoh, seseorang mengerjakan shalat lima waktu tetapi terkadang kurang khusyuk atau kurang sempurna dalam menjaga kekhusyukannya. Kekurangan seperti ini dapat disempurnakan dengan shalat sunnah yang rutin ia kerjakan.

Namun, jika seseorang sengaja tidak mengerjakan shalat wajib selama berhari-hari, lalu menganggap shalat Tahajud atau shalat Dhuha dapat menggantikannya, maka anggapan tersebut tidak benar. Kewajiban tetap harus dilaksanakan, sedangkan sunnah tidak pernah menggantikan posisi ibadah wajib.

Dahulukan yang Wajib Sebelum Memperbanyak Sunnah

Sebagian orang sangat semangat mengerjakan berbagai ibadah sunnah, tetapi masih sering lalai terhadap kewajiban. Misalnya, rajin berpuasa sunnah tetapi meninggalkan puasa Ramadan tanpa alasan syar’i, atau rajin shalat Tahajud tetapi masih sering meninggalkan shalat Subuh.

Keadaan seperti ini tentu perlu diperbaiki. Allah lebih mencintai hamba yang menjaga kewajiban terlebih dahulu sebelum memperbanyak amalan tambahan.

Dalam hadis qudsi, Allah berfirman bahwa tidak ada cara seorang hamba mendekatkan diri kepada-Nya yang lebih dicintai daripada melaksanakan apa yang telah diwajibkan. Setelah itu, barulah seorang hamba terus mendekatkan diri dengan amalan-amalan sunnah hingga Allah mencintainya.

Hal ini menunjukkan urutan yang benar dalam beribadah, yaitu menyempurnakan yang wajib terlebih dahulu, kemudian memperbanyak sunnah.

Mengapa Tetap Harus Memperbanyak Amalan Sunnah?

Meskipun ibadah sunnah tidak menggantikan kewajiban, bukan berarti kita boleh meremehkannya. Justru amalan sunnah memiliki banyak manfaat yang luar biasa.

Amalan sunnah dapat menjadi penyebab bertambahnya pahala, meningkatkan kedekatan kepada Allah, melatih keistiqamahan dalam beribadah, serta menyempurnakan kekurangan dalam ibadah wajib.

Selain itu, orang yang terbiasa mengerjakan sunnah biasanya lebih mudah menjaga ibadah wajib. Misalnya, seseorang yang terbiasa shalat rawatib akan lebih menjaga waktu shalat fardu. Orang yang rutin membaca Al-Qur’an setiap hari juga akan lebih mudah menjaga hubungan dengan Allah.

Karena itu, amalan sunnah bukan sekadar pelengkap, tetapi juga sarana untuk memperkuat kualitas keimanan.

Jadikan Sunnah Sebagai Kebiasaan

Tidak semua amalan sunnah harus dilakukan sekaligus. Rasulullah ﷺ justru mengajarkan agar seorang Muslim memilih amalan yang mampu ia lakukan secara terus-menerus.

Mulailah dari amalan yang ringan, seperti shalat dua rakaat sebelum Subuh, membaca Al-Qur’an beberapa halaman setiap hari, memperbanyak dzikir setelah shalat, atau berpuasa sunnah sesekali jika mampu.

Amalan yang dilakukan secara istiqamah, meskipun sedikit, lebih dicintai Allah daripada amalan yang banyak tetapi hanya dilakukan sesekali lalu ditinggalkan.

BACA JUGA: Bolehkah Mengganti Shalat Sunnah Rawatib yang Tertinggal?

Amalan sunnah memang dapat menyempurnakan kekurangan dalam ibadah wajib yang telah dikerjakan, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah ﷺ. Namun, perlu dipahami bahwa amalan sunnah tidak dapat menggantikan ibadah wajib yang sengaja ditinggalkan. Kewajiban tetap harus dilaksanakan karena itulah yang pertama kali diminta oleh Allah dari setiap hamba-Nya.

Oleh sebab itu, seorang Muslim hendaknya mendahulukan seluruh ibadah wajib dengan sebaik-baiknya. Setelah itu, ia memperbanyak amalan sunnah sebagai bentuk kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Dengan menjaga keseimbangan antara ibadah wajib dan sunnah, seorang Muslim akan memiliki bekal yang lebih baik untuk menghadapi kehidupan di dunia maupun di akhirat.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *