HARI Jumat merupakan hari yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Pada hari ini, kaum Muslimin dianjurkan memperbanyak berbagai amalan sunnah, seperti mandi sebelum shalat Jumat, memakai pakaian terbaik, memperbanyak shalawat kepada Rasulullah ﷺ, berdoa, dan membaca Surah Al-Kahfi. Di antara amalan-amalan tersebut, membaca Surah Al-Kahfi menjadi salah satu sunnah yang paling dikenal dan diamalkan oleh banyak umat Islam.
Lalu, mengapa Surah Al-Kahfi lebih dianjurkan untuk dibaca pada hari Jumat? Apakah ada keutamaan khusus yang dijelaskan dalam hadits Rasulullah ﷺ? Berikut penjelasannya.
BACA JUGA: 3 Sunnah yang Tidak Boleh Dilewatkan oleh Seorang Muslim di Hari Jumat
Anjuran Membaca Surah Al-Kahfi pada Hari Jumat
Anjuran membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat didasarkan pada hadits Rasulullah ﷺ. Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jumat.” (HR. Al-Hakim no. 3392 dan Al-Baihaqi. Hadits ini dinilai shahih oleh sebagian ulama, di antaranya Syaikh Al-Albani.)
Hadits ini menunjukkan bahwa membaca Surah Al-Kahfi bukan sekadar amalan biasa. Allah memberikan pahala dan keberkahan yang besar bagi orang yang membiasakannya setiap hari Jumat.
Karena itu, para ulama sejak dahulu telah menganjurkan kaum Muslimin untuk menjaga amalan sunnah ini sebagai bagian dari ibadah mingguan.
Makna Cahaya di Antara Dua Jumat
Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa orang yang membaca Surah Al-Kahfi akan mendapatkan “cahaya” di antara dua hari Jumat. Para ulama menjelaskan bahwa cahaya ini bukan hanya cahaya secara fisik, tetapi juga cahaya berupa petunjuk, keberkahan, ketenangan hati, dan perlindungan dari berbagai bentuk kesesatan.
Dengan izin Allah, orang yang rutin membaca Surah Al-Kahfi akan lebih mudah mendapatkan bimbingan dalam menjalani kehidupan. Hatinya juga lebih terdorong untuk tetap berada di atas jalan yang benar.
Meski demikian, keutamaan ini tentu harus disertai dengan keikhlasan dan usaha untuk mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Kandungan Surah Al-Kahfi yang Penuh Pelajaran
Surah Al-Kahfi memiliki banyak kisah yang mengandung hikmah besar. Di antaranya adalah kisah Ashabul Kahfi, pemilik dua kebun, Nabi Musa bersama Khidir, serta kisah Dzulqarnain.
Masing-masing kisah mengajarkan pelajaran penting tentang keimanan, kesabaran, tawakal, ilmu, dan tanggung jawab. Selain itu, surah ini juga mengingatkan manusia agar tidak tertipu oleh kenikmatan dunia yang bersifat sementara.
Karena kandungannya yang begitu kaya, membaca Surah Al-Kahfi secara rutin dapat membantu seorang Muslim memperkuat iman dan memperbaiki akhlaknya.
Berkaitan dengan Fitnah Dajjal
Keutamaan lain dari Surah Al-Kahfi adalah hubungannya dengan perlindungan dari fitnah Dajjal. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari Surah Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal.” (HR. Muslim no. 809)
Dalam riwayat lain disebutkan sepuluh ayat terakhir Surah Al-Kahfi. Kedua riwayat tersebut menunjukkan besarnya keutamaan surah ini.
Walaupun hadits tersebut berbicara tentang menghafal ayat-ayat tertentu, kebiasaan membaca Surah Al-Kahfi setiap hari Jumat tentu dapat membantu seseorang lebih mudah menghafal dan memahami isinya.
Kapan Waktu Membacanya?
Mayoritas ulama menjelaskan bahwa membaca Surah Al-Kahfi dapat dilakukan sejak terbenam matahari pada malam Jumat hingga terbenam matahari pada hari Jumat. Dengan demikian, seseorang dapat membacanya pada Kamis malam setelah Maghrib atau pada siang hari Jumat sebelum matahari terbenam.
Bagi orang yang memiliki kesibukan, memilih waktu yang paling mudah untuk membaca Surah Al-Kahfi merupakan langkah yang baik agar amalan ini tetap terjaga secara istiqamah.
Yang terpenting adalah tidak menjadikan kesibukan sebagai alasan untuk meninggalkan sunnah yang memiliki keutamaan besar ini.
Jadikan Sebagai Kebiasaan Mingguan
Salah satu cara terbaik untuk menjaga sunnah membaca Surah Al-Kahfi adalah dengan menjadikannya sebagai rutinitas setiap pekan. Misalnya, membacanya setelah shalat Subuh pada hari Jumat, setelah shalat Ashar, atau pada malam Jumat bersama keluarga.
Kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus-menerus lebih dicintai Allah daripada amalan yang besar tetapi hanya sesekali dilakukan. Dengan membiasakan membaca Surah Al-Kahfi, seorang Muslim tidak hanya memperoleh pahala, tetapi juga terus mengingat pesan-pesan keimanan yang terkandung di dalamnya.
BACA JUGA: Benarkah Tidak Boleh Puasa Sunnah di Hari Jumat?
Membaca Surah Al-Kahfi lebih dianjurkan pada hari Jumat karena Rasulullah ﷺ telah menjelaskan keutamaannya dalam hadits. Orang yang membacanya pada hari Jumat akan memperoleh cahaya di antara dua Jumat, serta mendapatkan keberkahan dari kandungan surah yang penuh pelajaran. Selain itu, Surah Al-Kahfi juga memiliki hubungan dengan perlindungan dari fitnah Dajjal melalui hafalan ayat-ayatnya.
Oleh karena itu, marilah kita membiasakan diri membaca Surah Al-Kahfi setiap hari Jumat. Meskipun hanya membutuhkan sedikit waktu, amalan sunnah ini memiliki keutamaan yang sangat besar dan menjadi salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

