Kalau Kita Jadi Pejabat, Yakin Tidak Akan Korupsi?

Yudi
By Yudi
8 Min Read
Foto: Freepik

KETIKA melihat seorang pejabat tertangkap karena korupsi, kita mungkin spontan berkata, “Sudah kaya, kenapa masih korupsi?” Ada juga yang berkata, “Kalau saya jadi pejabat, saya tidak mungkin melakukan itu.”

Tapi coba kita berhenti sebentar dan bertanya kepada diri sendiri:

Benarkah kita yakin tidak akan tergoda kalau suatu hari berada di posisi mereka?

Hari ini mungkin kita merasa sangat yakin. Kita belum memiliki kekuasaan, belum punya akses terhadap anggaran besar, belum berhadapan dengan orang-orang yang menawarkan uang, fasilitas, atau keuntungan.

BACA JUGA: Kenapa Masih Ada Pejabat yang Korupsi Padahal Sudah Kaya Raya?

Namun, manusia sering kali baru mengetahui seberapa kuat prinsipnya ketika benar-benar berhadapan dengan godaan.

Jabatan Bisa Menguji Kejujuran

Menjadi pejabat bukan hanya mendapatkan kekuasaan. Di balik jabatan ada amanah yang besar.

Seorang pejabat bisa menentukan kebijakan, mengelola anggaran, memberikan izin, menentukan proyek, serta mengambil keputusan yang berdampak kepada banyak orang.

Di sinilah godaan bisa muncul. Awalnya mungkin hanya menerima pemberian kecil. Kemudian mendapatkan fasilitas yang sebenarnya bukan haknya.

Lalu mulai berpikir, “Saya sudah bekerja keras, wajar kalau mendapatkan sedikit.” Dari sinilah masalah bisa berkembang.

Sesuatu yang awalnya dianggap kecil lama-lama menjadi kebiasaan. Ketika hati sudah terbiasa mengambil sesuatu yang bukan haknya, jumlah yang diambil pun bisa semakin besar.

Korupsi Tidak Selalu Berawal dari Keserakahan Besar

Banyak orang mungkin membayangkan korupsi sebagai tindakan mengambil uang negara dalam jumlah sangat besar.

Padahal, perilaku tidak jujur bisa dimulai dari hal-hal yang dianggap sepele. Menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.

Memanfaatkan jabatan untuk membantu keluarga mendapatkan keuntungan. Menerima hadiah karena sebuah keputusan.

Meminta imbalan agar sebuah urusan dipermudah. Semua itu menunjukkan satu persoalan penting: apakah seseorang masih mampu membedakan mana yang menjadi haknya dan mana yang bukan?

Kalau batas tersebut sudah hilang, jabatan bisa berubah dari amanah menjadi alat untuk memperkaya diri.

Harta yang Banyak Belum Tentu Membuat Orang Merasa Cukup

Ada satu hal yang menarik. Mengapa orang yang penghasilannya sudah besar masih bisa tergoda melakukan korupsi?

Karena kebutuhan dan keinginan adalah dua hal yang berbeda. Kebutuhan manusia sebenarnya terbatas. Tetapi keinginan bisa terus bertambah.

Sudah punya rumah, ingin rumah yang lebih besar. Sudah punya kendaraan bagus, ingin kendaraan yang lebih mahal. Sudah memiliki banyak uang, masih ingin lebih banyak.

Kalau seseorang tidak memiliki rasa cukup, maka sebanyak apa pun harta yang dimiliki belum tentu membuatnya puas.

Karena itu, persoalan korupsi bukan hanya soal jumlah uang. Ada persoalan keserakahan, gaya hidup, lemahnya pengendalian diri, dan hilangnya rasa takut kepada Allah.

Kita Semua Perlu Bercermin

Bukan berarti setiap orang yang menjadi pejabat pasti akan korupsi. Banyak orang yang mendapatkan amanah besar dan tetap berusaha menjalankan tugas dengan jujur.

Namun, kita juga jangan terlalu mudah merasa diri kita pasti lebih baik daripada orang lain. Sebab kita belum pernah berada dalam situasi yang sama.

Belum tentu kita tahu bagaimana rasanya ketika seseorang menawarkan uang dalam jumlah besar.

Belum tentu kita tahu bagaimana sikap kita ketika orang-orang di sekitar kita menganggap korupsi sebagai sesuatu yang biasa.

Belum tentu kita tahu apakah kita mampu menolak ketika kesempatan itu datang tanpa ada seorang pun yang melihat.

Karena itu, daripada berkata, “Kalau saya jadi pejabat, saya pasti tidak korupsi,” mungkin lebih baik berkata:

“Semoga kalau suatu hari saya diberi amanah, saya mampu menjaganya.”

Ada kerendahan hati dalam kalimat tersebut. Sebab kita mengakui bahwa manusia bisa diuji dengan berbagai macam godaan.

https://s.shopee.co.id/60QNjLAHyP

Iman Harus Berjalan Bersama Integritas

Dalam Islam, amanah bukan perkara ringan.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkan dengan adil.” (QS. An-Nisa: 58)

Ayat tersebut mengingatkan bahwa amanah harus diberikan kepada orang yang mampu menjaganya dan keputusan harus dilakukan dengan adil.

Maka jabatan tidak boleh dipandang sebagai kesempatan untuk mencari keuntungan pribadi.

Jabatan adalah tanggung jawab. Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin banyak pula orang yang terkena dampak dari keputusannya.

Jangan Hanya Takut kepada Hukum

Pejabat yang bersih bukan hanya pejabat yang takut ditangkap.Sebab kalau seseorang hanya takut kepada hukum, mungkin dia akan mencari cara agar tidak tertangkap.

Tetapi orang yang memiliki integritas akan berpikir lebih jauh. “Mungkin manusia tidak tahu, tetapi Allah tahu.”

Inilah yang seharusnya menjadi pengendali dari dalam diri. Pengawasan dari luar memang penting.

Audit penting. Penegakan hukum penting. Hukuman yang tegas juga penting.

Tetapi semua itu tetap harus dibarengi dengan manusia yang memiliki kejujuran dan rasa takut kepada Allah.

Mau Jadi Pejabat? Latih Amanah dari Sekarang

Kita tidak perlu menunggu menjadi pejabat untuk belajar menjadi orang yang amanah. Mulailah dari kehidupan sehari-hari.

Kalau menemukan uang milik orang lain, apakah kita mengembalikannya? Kalau diberi kelebihan uang kembalian, apakah kita mengatakan kepada penjual? Kalau diberi tanggung jawab, apakah kita mengerjakannya dengan benar? Kalau tidak ada yang mengawasi, apakah kita tetap jujur?

Hal-hal kecil seperti itu sebenarnya sedang membentuk karakter kita. Sebab orang yang terbiasa menjaga amanah kecil akan lebih siap ketika suatu hari mendapatkan amanah yang lebih besar.

Sebaliknya, kalau dalam urusan kecil saja kita terbiasa mencari keuntungan dengan cara tidak jujur, jangan terlalu percaya diri mengatakan bahwa kita pasti amanah ketika memiliki kekuasaan.

Jabatan Hanya Sementara

Ada satu hal yang sering dilupakan manusia. Jabatan tidak selamanya. Hari ini seseorang mungkin duduk di kursi kekuasaan. Beberapa tahun kemudian, kursi itu bisa ditempati orang lain.

Hari ini mungkin dihormati banyak orang. Besok bisa saja tidak lagi memiliki pengaruh. Harta yang dikumpulkan juga pada akhirnya akan ditinggalkan.

Tetapi perbuatan selama memegang amanah akan menjadi bagian dari pertanggungjawaban seseorang.

Karena itu, orang yang memiliki jabatan seharusnya tidak hanya memikirkan bagaimana mendapatkan kekuasaan, tetapi juga bagaimana mempertanggungjawabkannya.

Jadi, Apakah Kita Yakin Tidak Akan Korupsi?

Pertanyaan ini sebenarnya bukan hanya untuk pejabat. Pertanyaan ini untuk kita semua.

Kalau kita diberikan kesempatan mengambil sesuatu yang bukan hak kita dan tidak ada seorang pun yang mengetahui, apakah kita akan tetap menolaknya?

Kalau jawabannya iya, maka teruslah menjaga kejujuran itu. Namun jika kita masih merasa takut akan tergoda, jangan malu untuk mengakui bahwa kita adalah manusia yang perlu terus memperbaiki diri.

BACA JUGA: Apakah Perilaku Korupsi di Negara Kita Masih Bisa Diperbaiki?

Sebab menjadi orang jujur bukan berarti tidak pernah mendapatkan godaan. Orang jujur adalah orang yang tetap memilih kebenaran ketika kesempatan untuk berbuat curang terbuka di hadapannya.

Jadi, jangan terlalu cepat berkata, “Kalau saya jadi pejabat, saya pasti tidak korupsi.”

Lebih baik kita berkata:

“Jika suatu hari saya diberi amanah, semoga saya tidak menjual kejujuran demi jabatan, harta, atau kekuasaan.”

Karena pada akhirnya, yang membuat seseorang mulia bukan tingginya jabatan, banyaknya harta, atau besarnya kekuasaan.

Yang membuat seseorang mulia adalah bagaimana ia menjaga amanah ketika memiliki kesempatan untuk menyalahgunakannya. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *