SHALAT sunnah merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain menjadi pelengkap kekurangan shalat wajib, shalat sunnah juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ada banyak jenis shalat sunnah yang dapat dikerjakan, seperti shalat Tahajud, Dhuha, Rawatib, Witir, Istikharah, dan Tahiyyatul Masjid.
Di tengah semangat untuk mengamalkan shalat sunnah, muncul pertanyaan yang cukup sering diajukan, yaitu apakah shalat sunnah harus membaca surah tertentu setelah Surah Al-Fatihah? Sebagian orang mengira bahwa setiap shalat sunnah memiliki bacaan surah yang wajib diikuti. Benarkah demikian?
BACA JUGA: Bolehkah Shalat Sunnah setelah Shalat Ashar?
Hukum Membaca Surah Setelah Al-Fatihah
Dalam setiap rakaat shalat, membaca Surah Al-Fatihah adalah rukun yang harus dipenuhi. Adapun membaca surah lain setelah Al-Fatihah hukumnya sunnah, baik dalam shalat wajib maupun shalat sunnah.
Artinya, seseorang boleh membaca surah apa saja dari Al-Qur’an setelah membaca Al-Fatihah. Tidak ada kewajiban untuk membaca surah tertentu, kecuali jika terdapat contoh dari Rasulullah ﷺ yang menunjukkan keutamaan membaca surah tertentu pada shalat sunnah tertentu.
Karena itu, jika seseorang membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Kautsar, An-Nas, atau surah lainnya, maka shalatnya tetap sah selama bacaan Al-Fatihah telah dipenuhi dengan benar.
Rasulullah ﷺ Terkadang Membaca Surah Tertentu
Meskipun tidak diwajibkan, Rasulullah ﷺ pada beberapa kesempatan memang membaca surah tertentu dalam shalat sunnah. Hal ini menunjukkan adanya keutamaan, bukan kewajiban.
Sebagai contoh, dalam shalat sunnah dua rakaat sebelum Subuh, Rasulullah ﷺ pernah membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Pada shalat Witir, beliau juga pernah membaca Surah Al-A’la, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas.
Namun, para ulama menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan sunnah yang boleh diikuti. Jika seseorang membaca surah lain, maka tidak mengurangi keabsahan maupun pahala shalatnya.
Dengan demikian, mengikuti bacaan Rasulullah ﷺ adalah bentuk meneladani sunnah beliau, tetapi tidak boleh menganggap bacaan tersebut sebagai syarat sah shalat.
Apakah Boleh Membaca Surah yang Sama Berulang Kali?
Sebagian orang merasa ragu ketika hanya hafal beberapa surah pendek. Mereka khawatir shalat sunnah menjadi kurang sempurna karena membaca surah yang sama berulang kali.
Padahal, hal tersebut diperbolehkan. Bahkan terdapat riwayat bahwa Rasulullah ﷺ pernah membenarkan seorang sahabat yang selalu membaca Surah Al-Ikhlas dalam shalatnya karena kecintaannya terhadap surah tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa membaca surah yang sama secara berulang tidak membatalkan shalat. Selama dilakukan dengan niat beribadah kepada Allah SWT dan tidak meyakini adanya kewajiban khusus, maka hal itu dibolehkan.
Meski demikian, bagi yang memiliki kesempatan untuk menghafal lebih banyak surah, tentu lebih baik memperkaya bacaan Al-Qur’an agar shalat terasa lebih bervariasi dan semakin menambah kekhusyukan.
Memilih Bacaan yang Membantu Kekhusyukan
Tujuan utama membaca Al-Qur’an dalam shalat bukan sekadar menyelesaikan bacaan, tetapi juga menghadirkan hati di hadapan Allah SWT.
Karena itu, seseorang boleh memilih surah yang paling mudah dihafal atau yang paling mampu membuatnya lebih khusyuk. Tidak perlu memaksakan membaca surah yang panjang jika justru membuat bacaan menjadi terbata-bata atau mengurangi konsentrasi.
Bagi yang sedang menghafal Al-Qur’an, shalat sunnah juga bisa menjadi kesempatan yang baik untuk mengulang hafalan secara bertahap. Cara ini banyak dilakukan oleh para penghafal Al-Qur’an agar hafalannya semakin kuat.
BACA JUGA: Shalat Fardhu di Masjid Lalu Shalat Sunnah Rawatib di Rumah, Boleh Gak Sih?
Shalat sunnah tidak mengharuskan membaca surah tertentu setelah Surah Al-Fatihah. Yang menjadi kewajiban dalam setiap rakaat adalah membaca Al-Fatihah, sedangkan membaca surah setelahnya merupakan amalan sunnah. Rasulullah ﷺ memang mencontohkan bacaan surah tertentu pada beberapa shalat sunnah, tetapi itu menunjukkan keutamaan, bukan kewajiban.
Karena itu, jangan ragu mengerjakan shalat sunnah meskipun hanya hafal beberapa surah pendek. Yang paling penting adalah menjaga keikhlasan, memperbaiki bacaan Al-Fatihah, serta berusaha menghadirkan kekhusyukan dalam setiap shalat. Seiring waktu, teruslah menambah hafalan Al-Qur’an agar ibadah menjadi semakin baik dan semakin mengikuti teladan Rasulullah ﷺ.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

