Apakah Membaca Al-Qur’an Saat Mengantuk Tetap Dapat Pahala?

Umar Faqih
5 Min Read
Foto: Islampos AI

MEMBACA Al-Qur’an adalah salah satu ibadah yang paling mulia dalam Islam. Setiap huruf yang dibaca bernilai pahala, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah ﷺ. Oleh karena itu, banyak kaum Muslim berusaha meluangkan waktu untuk tilawah, baik setelah shalat, pada waktu senggang, maupun sebelum tidur.

Namun, tidak sedikit orang yang memilih membaca Al-Qur’an pada malam hari ketika tubuh sudah mulai lelah. Akibatnya, rasa kantuk datang sehingga bacaan menjadi kurang fokus. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah membaca Al-Qur’an saat mengantuk tetap mendapat pahala, atau justru sebaiknya dihentikan terlebih dahulu?

Untuk menjawabnya, kita perlu melihat tuntunan Al-Qur’an dan hadis Nabi ﷺ agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan syariat.

BACA JUGA: Bolehkah Membaca Al-Qur’an Sambil Berbaring?

Setiap Bacaan Al-Qur’an Bernilai Pahala

Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan betapa besarnya pahala membaca Al-Qur’an. Selama seseorang membaca dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT, ia tetap memperoleh pahala dari setiap huruf yang dibacanya.

Karena itu, rasa kantuk yang ringan tidak serta-merta menghilangkan pahala tilawah. Selama seseorang masih mampu membaca dengan baik dan memahami apa yang sedang dibacanya, insya Allah pahalanya tetap mengalir.

https://s.shopee.co.id/2g93NJRzUO

Ketika Kantuk Sudah Sangat Berat

Meski membaca Al-Qur’an adalah ibadah yang mulia, Islam juga mengajarkan agar ibadah dilakukan dalam keadaan yang memungkinkan seseorang untuk khusyuk dan sadar.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian mengantuk ketika shalat, hendaklah ia tidur hingga hilang rasa kantuknya. Sebab, jika ia shalat dalam keadaan mengantuk, bisa jadi ia bermaksud memohon ampun tetapi justru mencela dirinya sendiri.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Walaupun hadis ini berbicara tentang shalat, para ulama mengambil pelajaran bahwa rasa kantuk yang sangat berat dapat mengganggu kekhusyukan dan konsentrasi dalam berbagai ibadah, termasuk membaca Al-Qur’an.

Jika mata sudah sulit terbuka, bacaan sering salah, atau pikiran tidak lagi fokus, maka lebih baik beristirahat sejenak sebelum melanjutkan tilawah.

Mengapa Membaca Al-Qur’an Membutuhkan Konsentrasi?

Al-Qur’an bukan sekadar bacaan biasa, tetapi merupakan kalam Allah SWT yang menjadi petunjuk bagi manusia. Karena itu, membacanya sebaiknya dilakukan dengan penuh penghormatan dan perhatian.

Allah SWT berfirman: “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.” (QS. Al-Muzzammil: 4)

Membaca dengan tartil berarti melafalkan ayat secara perlahan, jelas, dan sesuai kaidah tajwid. Hal ini akan sulit dilakukan apabila seseorang berada dalam kondisi sangat mengantuk.

Selain itu, membaca dengan fokus membantu seseorang memahami makna ayat dan merenungkan pesan yang terkandung di dalamnya. Inilah yang disebut dengan tadabbur, yaitu merenungi isi Al-Qur’an agar dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagaimana Jika Tetap Ingin Tilawah Sebelum Tidur?

Membaca Al-Qur’an sebelum tidur merupakan kebiasaan yang sangat baik. Bahkan Rasulullah ﷺ sering membaca beberapa surah tertentu sebelum tidur, seperti Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

Apabila tubuh mulai lelah, tidak mengapa membaca beberapa ayat atau satu surah pendek dengan penuh kesadaran. Hal ini lebih baik daripada memaksakan diri membaca banyak halaman tetapi tanpa konsentrasi.

Kualitas bacaan lebih utama daripada sekadar mengejar jumlah. Sedikit tetapi khusyuk akan lebih bermanfaat dibandingkan banyak namun pikiran sudah tidak fokus.

Tips Agar Tilawah Tidak Terganggu Kantuk

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar membaca Al-Qur’an tetap nyaman dan berkualitas.

Pertama, pilih waktu ketika tubuh masih segar, misalnya setelah shalat Subuh atau setelah shalat Maghrib. Kedua, duduk dengan posisi yang baik agar tidak mudah mengantuk. Ketiga, bacalah dengan suara yang cukup terdengar oleh diri sendiri karena hal ini dapat membantu menjaga konsentrasi.

Jika rasa kantuk mulai datang, berhentilah sejenak. Minumlah air putih, berwudhu kembali jika diperlukan, atau beristirahat beberapa menit sebelum melanjutkan bacaan.

Dengan cara tersebut, tilawah menjadi lebih khusyuk dan hati pun lebih mudah merasakan ketenangan saat berinteraksi dengan Al-Qur’an.

BACA JUGA: Membaca dengan Tajwid atau Hafalin Al Quran Dulu?

Membaca Al-Qur’an saat mengantuk tetap mendapatkan pahala selama seseorang masih mampu membaca dengan benar, sadar, dan berniat ikhlas karena Allah SWT. Namun, apabila rasa kantuk sudah sangat berat hingga mengganggu konsentrasi dan menyebabkan banyak kesalahan dalam membaca, maka lebih baik beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan tilawah.

Islam mengajarkan keseimbangan dalam beribadah. Allah tidak menghendaki kesulitan bagi hamba-Nya, tetapi menginginkan ibadah yang dilakukan dengan penuh kesungguhan, kekhusyukan, dan penghormatan kepada kalam-Nya. Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang senantiasa mencintai Al-Qur’an, membacanya dengan baik, memahami maknanya, dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *