Mengapa Ada Orang yang Rajin Ibadah Tapi Masih Suka Berbuat Maksiat?

Yudi
By Yudi
6 Min Read

PERNAHKAH kita melihat seseorang yang rajin shalat, sering membaca Al-Qur’an, rajin menghadiri kajian, bahkan terlihat sangat religius, tetapi ternyata masih melakukan maksiat?

Pertanyaan seperti ini sering muncul: kalau seseorang rajin beribadah, mengapa masih bisa melakukan dosa?

Jawabannya, karena manusia bukan malaikat. Orang yang rajin beribadah tetap bisa melakukan kesalahan. Ibadah tidak membuat seseorang langsung terbebas dari godaan dan dosa.

Namun, ibadah seharusnya menjadi jalan bagi seseorang untuk terus memperbaiki dirinya.

BACA JUGA: Bagaimana Sikap Istri Jika Punya Suami Tukang Maksiat?

1. Rajin ibadah bukan berarti sudah sempurna

Tidak ada manusia yang sempurna.

Seseorang bisa rajin shalat tetapi masih berjuang mengendalikan amarah. Bisa rajin membaca Al-Qur’an tetapi masih sulit menjaga lisan. Bisa sering bersedekah tetapi masih memiliki kelemahan dalam hal lain.

Karena itu, jangan menganggap orang yang rajin beribadah pasti tidak pernah melakukan dosa.

Justru seorang muslim diperintahkan untuk terus memperbaiki diri dan bertaubat ketika melakukan kesalahan.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.”
(QS. Al-Baqarah: 222)

Ayat ini mengingatkan bahwa manusia bisa jatuh dalam kesalahan, tetapi pintu taubat tetap terbuka.

2. Ibadah bisa dilakukan, tetapi hati belum sepenuhnya hadir

Ada perbedaan antara melakukan ibadah dan menghayati ibadah.

Seseorang mungkin secara fisik melaksanakan shalat, tetapi pikirannya ke mana-mana. Ia membaca Al-Qur’an, tetapi tidak berusaha memahami pesan yang dibacanya.

Ibadah yang dilakukan dengan penuh kesadaran seharusnya memberikan pengaruh terhadap perilaku.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabut: 45)

Karena itu, jika seseorang masih sering melakukan keburukan, bukan berarti kita boleh langsung menyimpulkan bahwa shalatnya tidak berguna. Bisa jadi ia sedang mengalami perjuangan dalam memperbaiki kualitas ibadah dan kehidupannya.

3. Godaan tetap ada

Orang yang rajin beribadah bukan berarti terbebas dari godaan.

Hawa nafsu, lingkungan, kebiasaan buruk, pergaulan, dan berbagai godaan lainnya tetap bisa memengaruhi seseorang.

Bahkan seseorang yang mengetahui bahwa suatu perbuatan itu dosa masih mungkin tergelincir melakukannya.

Itulah sebabnya seorang muslim tidak boleh merasa aman dari dosa.

Jangan pernah berpikir, “Saya sudah rajin ibadah, jadi saya pasti aman.”

Kesombongan seperti itu justru bisa menjadi jebakan.

4. Ada dosa yang sudah menjadi kebiasaan

Salah satu penyebab seseorang sulit meninggalkan maksiat adalah karena perbuatan tersebut sudah menjadi kebiasaan.

Awalnya mungkin dilakukan sekali.

Kemudian diulangi.

Lama-kelamaan menjadi kebiasaan.

Ketika sudah menjadi kebiasaan, seseorang bisa mengetahui bahwa perbuatannya salah tetapi tetap merasa sulit untuk meninggalkannya.

Karena itu, selain memperbanyak ibadah, seseorang perlu berusaha memutus jalan menuju maksiat.

Misalnya menjauhi lingkungan yang mendorong dosa, mengurangi hal-hal yang menjadi pemicu, memperbanyak kegiatan positif, dan mencari lingkungan yang membantu dirinya menjadi lebih baik.

https://s.shopee.co.id/6pyvYXqrJk

5. Jangan sampai ibadah membuat kita merasa lebih baik daripada orang lain

Ada bahaya lain yang perlu diwaspadai.

Seseorang melihat orang lain melakukan dosa lalu berkata dalam hati, “Saya tidak seperti dia. Saya lebih baik karena saya rajin ibadah.”

Padahal, kita tidak pernah tahu bagaimana akhir kehidupan seseorang.

Orang yang hari ini terlihat banyak melakukan kesalahan bisa saja besok benar-benar bertaubat dan menjadi jauh lebih baik.

Sebaliknya, seseorang yang hari ini terlihat sangat saleh juga tetap harus memohon kepada Allah agar diberikan keteguhan sampai akhir hayat.

Karena itu, ibadah seharusnya membuat kita semakin rendah hati, bukan semakin mudah merendahkan orang lain.

6. Yang paling berbahaya adalah merasa dosa itu bukan masalah

Melakukan dosa karena tergelincir tentu berbeda dengan melakukan dosa lalu menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa dan tidak perlu ditaubati.

Ketika seseorang masih merasa bersalah setelah melakukan dosa, masih takut kepada Allah, dan ingin berubah, itu menjadi alasan untuk terus berjuang memperbaiki diri.

Jangan biarkan dosa membuat kita putus asa.

Jatuh bukan alasan untuk berhenti berjalan.

Kalau hari ini gagal, bertaubatlah. Kalau besok tergelincir lagi, bertaubat lagi. Teruslah berusaha sampai Allah memberikan kekuatan untuk meninggalkan dosa tersebut.

7. Ibadah dan perjuangan meninggalkan maksiat harus berjalan bersama

Jangan pernah berpikir:

“Karena saya masih melakukan dosa, buat apa saya shalat?” Itu adalah jebakan.

Justru ketika seseorang sedang berjuang meninggalkan maksiat, ia semakin membutuhkan shalat, doa, Al-Qur’an, dzikir, dan lingkungan yang baik.

Ibadah bukan hadiah untuk orang yang sudah sempurna. Ibadah adalah salah satu jalan untuk memperbaiki manusia yang masih memiliki banyak kekurangan.

Maka, jika kita melihat seseorang rajin ibadah tetapi masih memiliki dosa, jangan buru-buru mencibir.

Mungkin ia sedang berjuang melawan sesuatu yang tidak kita ketahui. Dan kalau ternyata kita sendiri yang mengalami hal tersebut, jangan menyerah.

BACA JUGA: Maksiat yang Menipu dan Menyadarkan

Teruslah beribadah, teruslah bertaubat, dan teruslah berusaha meninggalkan maksiat. Sebab menjadi orang baik bukan berarti tidak pernah jatuh.

Menjadi orang baik adalah ketika jatuh, ia mau bangkit; ketika berdosa, ia mau bertaubat; dan ketika menyadari kesalahan, ia mau memperbaiki diri.

Pada akhirnya, jangan hanya bertanya: “Mengapa orang yang rajin ibadah masih bisa berbuat maksiat?”

Tetapi tanyakan kepada diri sendiri: “Sudahkah ibadah saya membuat saya semakin takut kepada dosa dan semakin dekat kepada Allah?”

Pertanyaan itulah yang seharusnya membuat kita lebih sibuk memperbaiki diri daripada menghakimi orang lain. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *