Doa Tanda Taufik

Nasrulloh Baksolahar
1 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

ORANG-orang ‘arif juga sepakat bahwa yang dimaksud taufik (pemeliharaan) Allah ialah Dia tidak menyerahkan semua urusan Anda kepada diri Anda sendiri. Adapun penelantaran dari Allah ialah Dia membiarkan Anda mengurusi diri Anda sendiri.

Jadi, selama pangkal segala kebaikan adalah taufik -dan ia berada di tangan Allah, bukan di tangan hamba- maka yang menjadi kuncinya adalah berdoa, merasa membutuhkan-Nya, berserah diri kepada-Nya dengan tulus, serta berharap sekaligus takut kepada-Nya. Apabila Allah telah memberikan kunci ini kepada hamba-Nya, berarti Dia ingin membukakan baginya pintu rahmat-Nya. Sebaliknya, jika Allah tidak memberikan kunci ini, maka pintu kebaikan selalu terkunci baginya.

Amirul Mu’minin Umar bin al-Khathab pernah mengutarakan:

“Aku tidak diresahkan oleh terkabul atau tidaknya doa, tetapi aku diresahkan oleh keinginan berdoa itu sendiri. Sebab, jika aku diilhami (diberi taufik) untuk berdoa, maka terkabulnya selalu menyertai.” []

Sumber:
Ibnu Qayyim, Fawaidul Fawaid, Pustaka Imam Syafi’i, 2024

https://s.shopee.co.id/9fJETsTwwy

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *