TIDAK sedikit istri yang menghadapi kenyataan bahwa suaminya sangat rajin bekerja, tetapi masih sering meninggalkan shalat. Sejak pagi hingga malam, ia berusaha mencari nafkah demi keluarga. Namun, kesibukan tersebut justru membuat kewajiban kepada Allah sering terabaikan.
Kondisi seperti ini tentu menimbulkan kegelisahan. Di satu sisi, istri bersyukur karena suami bertanggung jawab mencari nafkah. Di sisi lain, ia khawatir jika ibadah suaminya tidak mendapat perhatian sebagaimana mestinya.
BACA JUGA: Shalat Fardhu Diringkas, Kok Bisa?
Mencari Nafkah Adalah Ibadah, Tetapi Shalat Tetap Lebih Utama
Dalam Islam, mencari nafkah yang halal merupakan amal yang mulia. Seorang suami bahkan memiliki kewajiban menafkahi istri dan anak-anaknya sesuai kemampuannya. Namun, kewajiban tersebut tidak boleh membuatnya meninggalkan kewajiban yang lebih besar, yaitu shalat lima waktu.
Shalat adalah tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat. Kesibukan bekerja bukan alasan untuk meninggalkannya. Justru seorang muslim yang baik akan berusaha mengatur waktunya agar pekerjaan dan ibadah berjalan seimbang.
Rezeki Datang dari Allah
Sebagian orang merasa jika berhenti bekerja sebentar untuk shalat, penghasilannya akan berkurang. Padahal, rezeki bukan semata-mata hasil kerja keras manusia, melainkan karunia Allah yang diberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Ikhtiar memang penting, tetapi tetap harus disertai ketaatan.
Banyak orang yang bekerja lebih sedikit tetapi hidupnya penuh keberkahan. Sebaliknya, ada pula yang bekerja tanpa mengenal waktu, namun hidupnya dipenuhi masalah dan kegelisahan. Hal ini mengajarkan bahwa keberkahan rezeki tidak hanya diukur dari jumlahnya, tetapi juga dari ketaatan kepada Allah.
Sikap Istri Menghadapi Suami yang Jarang Shalat
Jika suami masih jarang shalat, istri hendaknya tetap bersikap lembut dalam menasihatinya. Hindari mempermalukannya di depan orang lain atau menyampaikan nasihat dengan kata-kata yang menyakitkan. Nasihat yang disampaikan dengan penuh kasih sayang biasanya lebih mudah diterima.
Pilihlah waktu yang tepat ketika suasana hati suami sedang tenang. Ingatkan bahwa shalat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga kebutuhan seorang hamba kepada Rabb-nya. Sertai nasihat dengan doa agar Allah membuka pintu hidayah untuknya.
Jadilah Teladan dalam Ibadah
Seorang istri juga perlu menjaga kualitas ibadahnya sendiri. Ketika suami melihat istrinya menjaga shalat, membaca Al-Qur’an, dan memiliki akhlak yang baik, hal itu dapat menjadi dakwah yang sangat kuat. Teladan sering kali lebih menyentuh daripada sekadar nasihat.
Selain itu, ciptakan suasana rumah yang mendukung ibadah. Misalnya, mengingatkan waktu adzan dengan cara yang lembut atau mengajak shalat berjamaah ketika suami sedang berada di rumah. Langkah-langkah kecil seperti ini dapat membantu membangun kebiasaan yang baik.
Jangan Putus Asa Mendoakan Suami
Hidayah adalah hak prerogatif Allah. Tugas seorang istri adalah terus berusaha, mendoakan, dan memberikan dukungan agar suaminya semakin dekat kepada Allah. Jangan mudah menyerah hanya karena perubahan belum terlihat dalam waktu singkat.
Banyak kisah orang yang dulunya lalai dalam shalat, kemudian berubah menjadi pribadi yang sangat taat. Perubahan itu sering kali terjadi berkat doa yang tulus dan kesabaran orang-orang terdekat. Karena itu, jangan pernah berhenti berharap kepada Allah.
BACA JUGA: Apakah Boleh Hanya Shalat Witir Saja, tanpa Tahajud?
Suami yang rajin bekerja tentu patut diapresiasi karena telah berusaha memenuhi tanggung jawabnya kepada keluarga. Namun, kesuksesan dunia tidak akan sempurna jika kewajiban kepada Allah masih diabaikan. Shalat adalah fondasi kehidupan seorang muslim yang tidak boleh dikalahkan oleh kesibukan apa pun.
Bagi istri, hadapilah keadaan ini dengan hikmah, kesabaran, dan doa. Teruslah mengingatkan suami dengan cara yang baik tanpa memaksanya dengan kemarahan atau celaan. Semoga Allah memberikan hidayah kepada setiap suami agar menjadi pemimpin keluarga yang bukan hanya bertanggung jawab dalam mencari nafkah, tetapi juga menjadi teladan dalam menjalankan ibadah. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

