Apa Akibatnya kalau Makmum Mendahului Gerakan Imam?

Umar Faqih
5 Min Read
Foto: Freepik

SHALAT berjamaah memiliki aturan dan adab yang perlu diperhatikan oleh imam maupun makmum. Salah satu adab yang sangat penting adalah makmum mengikuti gerakan imam dengan tertib. Makmum tidak diperbolehkan sengaja mendahului imam ketika rukuk, sujud, bangkit, maupun melakukan gerakan lainnya.

Hal ini bukan sekadar aturan untuk menjaga kerapian barisan. Mengikuti imam merupakan bagian dari tata cara shalat berjamaah. Karena itu, setiap makmum perlu memahami mengapa gerakan imam harus diikuti dan bukan didahului.

BACA JUGA: Shalat Dhuha Tidak Boleh Dilakukan Jam-Jam Ini, Harus Tahu!

Imam Diangkat untuk Diikuti

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa imam dalam shalat diangkat untuk diikuti. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW memerintahkan agar makmum bertakbir ketika imam bertakbir dan melakukan rukuk ketika imam melakukan rukuk.

Hadis tersebut menunjukkan adanya urutan yang perlu diperhatikan. Imam melakukan gerakan terlebih dahulu, kemudian makmum mengikutinya.

Dengan demikian, makmum tidak seharusnya bergerak berdasarkan perkiraan sendiri. Ia perlu memperhatikan gerakan imam agar dapat mengikuti shalat secara tertib.

https://s.shopee.co.id/8Kobhzx1lq

Menjaga Keteraturan Shalat Berjamaah

Salah satu tujuan shalat berjamaah adalah melaksanakan ibadah secara bersama-sama. Jika setiap makmum bergerak sesuka hati, shalat berjamaah akan kehilangan keteraturannya.

Bayangkan jika sebagian makmum sudah rukuk ketika imam masih berdiri. Sebagian lainnya mungkin sudah sujud ketika imam baru mulai rukuk. Keadaan tersebut tentu membuat barisan menjadi tidak teratur.

Karena itu, mengikuti gerakan imam membantu menjaga keserasian dalam shalat berjamaah. Semua makmum bergerak berdasarkan satu kepemimpinan yang sama.

Mendahului Imam Merupakan Perbuatan yang Dilarang

Mendahului imam bukan sekadar persoalan gerakan yang terlalu cepat. Jika dilakukan dengan sengaja, hal tersebut merupakan perbuatan yang dilarang.

Rasulullah SAW bahkan memberikan peringatan keras kepada orang yang mengangkat kepala sebelum imam. Peringatan tersebut menunjukkan bahwa seorang makmum harus berhati-hati agar tidak mendahului imam.

Makmum sebaiknya menunggu hingga imam melakukan gerakan. Setelah itu, ia mengikuti gerakan tersebut dengan tenang.

Bagaimana Jika Tidak Sengaja?

Kesalahan dapat terjadi kepada siapa saja. Seorang makmum mungkin mengira imam sudah rukuk, lalu ia ikut rukuk. Setelah itu, ia menyadari bahwa imam ternyata masih berdiri.

Jika terjadi karena tidak sengaja, makmum tidak perlu panik. Ia dapat segera menyesuaikan kembali gerakannya dengan imam.

Yang penting adalah tidak meneruskan gerakan tersebut dengan sengaja. Makmum harus kembali memperhatikan posisi imam dan mengikuti gerakannya.

Karena itu, jangan langsung menganggap bahwa setiap kesalahan kecil yang tidak disengaja membuat shalat otomatis batal. Dalam persoalan hukum shalat, terdapat rincian yang perlu diperhatikan.

Jangan Terlalu Cepat Mengikuti Imam

Sebagian makmum mungkin bergerak terlalu cepat karena takut tertinggal. Padahal, mengikuti imam tidak berarti harus bergerak secepat mungkin.

Ketika imam mengucapkan takbir untuk berpindah gerakan, makmum dapat memperhatikan gerakan imam terlebih dahulu. Setelah imam mulai berpindah, makmum kemudian mengikutinya.

Cara ini membuat gerakan menjadi lebih teratur. Makmum juga tidak mudah mendahului imam karena terburu-buru.

Jangan Pula Tertinggal Terlalu Jauh

Mengikuti imam juga bukan berarti menunggu terlalu lama setelah imam selesai melakukan gerakan. Makmum perlu berusaha mengikuti imam dengan wajar.

Misalnya, ketika imam sudah melakukan rukuk, makmum tidak seharusnya tetap berdiri tanpa alasan. Begitu pula ketika imam sudah bangkit dari rukuk, makmum perlu mengikuti gerakan tersebut.

Jadi, yang tepat adalah mengikuti imam dengan tertib. Tidak mendahului dan tidak sengaja tertinggal jauh.

Mengajarkan Kedisiplinan dalam Ibadah

Larangan mendahului imam juga mengandung pelajaran tentang kedisiplinan. Dalam shalat berjamaah, seseorang tidak hanya memperhatikan dirinya sendiri. Ia juga harus memperhatikan imam dan jamaah lainnya.

Makmum belajar untuk menahan diri dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Sikap tersebut dapat membantu membangun ketenangan dan keteraturan selama shalat.

Shalat berjamaah akhirnya bukan hanya menjadi ibadah bersama, tetapi juga menjadi latihan untuk menghargai aturan dan kepemimpinan.

BACA JUGA: Shalat Fardhu Diringkas, Kok Bisa?

Makmum tidak boleh mendahului gerakan imam karena dalam shalat berjamaah imam memang diangkat untuk diikuti. Gerakan makmum seharusnya mengikuti gerakan imam dengan tertib.

Mendahului imam dapat mengganggu keteraturan shalat dan termasuk perbuatan yang dilarang jika dilakukan dengan sengaja. Karena itu, makmum sebaiknya tidak terburu-buru ketika mengikuti gerakan imam.

Perhatikan takbir dan gerakan imam dengan baik. Tunggu hingga imam melakukan gerakan, kemudian ikuti dengan tenang. Dengan cara tersebut, shalat berjamaah dapat berlangsung lebih tertib dan sesuai dengan adab yang diajarkan Rasulullah SAW.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *