DZIKIR merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam. Seorang Muslim diperintahkan untuk banyak mengingat Allah dalam berbagai keadaan. Dzikir dapat dilakukan setelah shalat, ketika sedang berjalan, sebelum tidur, atau pada waktu-waktu lainnya.
Namun, ada tempat tertentu yang membuat seorang Muslim perlu memperhatikan adab ketika berdzikir. Salah satunya adalah kamar mandi. Tempat ini biasanya digunakan untuk buang hajat dan membersihkan diri. Karena itu, muncul pertanyaan tentang bagaimana hukum berdzikir ketika berada di dalamnya.
Apakah seorang Muslim boleh menyebut nama Allah di kamar mandi? Atau sebaiknya dzikir ditinggalkan sampai keluar dari tempat tersebut?
BACA JUGA: Setelah Shalat Langsung Pergi, Tidak Dzikir Dulu, Apakah Berdosa?
Kamar Mandi dan Adab Menyebut Nama Allah
Dalam Islam, menyebut nama Allah merupakan perkara yang mulia. Karena itu, seorang Muslim dianjurkan menjaga kesucian dan kehormatan ketika mengucapkan dzikir.
Kamar mandi, terutama bagian yang digunakan untuk buang hajat, bukan tempat yang dianjurkan untuk mengucapkan dzikir secara lisan. Hal ini berkaitan dengan adab terhadap nama Allah dan keadaan tempat tersebut.
Para ulama menjelaskan bahwa seseorang sebaiknya tidak mengucapkan dzikir dengan lisannya ketika sedang berada di tempat buang hajat. Jika ingin berdzikir, sebaiknya dilakukan setelah keluar dari kamar mandi.
Bagaimana Jika Dzikir Hanya di Dalam Hati?
Jika seseorang mengingat Allah di dalam hati ketika berada di kamar mandi, hal tersebut tidak sama dengan mengucapkan dzikir menggunakan lisan.
Mengingat Allah dalam hati pada dasarnya tidak dibatasi oleh tempat. Hati seseorang dapat tetap mengingat Allah meskipun sedang berada di tempat yang tidak dianjurkan untuk berdzikir secara lisan.
Karena itu, seseorang tidak perlu memaksa dirinya untuk mengucapkan bacaan dzikir ketika berada di dalam kamar mandi. Cukup menghadirkan kesadaran kepada Allah dalam hati dan menunggu sampai keluar dari tempat tersebut untuk berdzikir secara lisan.
Bagaimana Jika Kamar Mandi dan Toilet Menjadi Satu Ruangan?
Pada zaman sekarang, banyak rumah memiliki kamar mandi yang menyatu dengan toilet. Kondisi ini berbeda dengan tempat mandi yang terpisah dari tempat buang hajat.
Jika kamar mandi menyatu dengan toilet, maka sebaiknya seseorang menghindari mengucapkan dzikir secara lisan di dalam ruangan tersebut, khususnya ketika sedang menunaikan hajat.
Namun, jika seseorang sedang mandi dan tidak sedang buang hajat, terdapat perbedaan penjelasan di kalangan ulama mengenai hukum menyebut nama Allah di tempat seperti itu. Karena itu, sikap yang lebih hati-hati adalah tidak mengucapkan dzikir secara lisan dan melakukannya setelah keluar.
Hal ini bukan berarti mengingat Allah dilarang. Hanya saja, seorang Muslim dianjurkan menjaga adab ketika berada di tempat tersebut.
Bagaimana dengan Basmalah?
Pertanyaan lain yang sering muncul adalah mengenai membaca Bismillah ketika hendak masuk kamar mandi atau ketika akan berwudhu di dalam kamar mandi.
Jika seseorang perlu membaca basmalah untuk suatu ibadah, sebagian ulama memberikan rincian berdasarkan kondisi tempat tersebut. Ketika terdapat tempat yang bersih dan terpisah dari area toilet, membaca basmalah tidak menjadi masalah.
Namun, jika seseorang berada tepat di area toilet, sebaiknya menghindari mengucapkan nama Allah secara lisan apabila tidak ada kebutuhan yang mendesak.
Untuk lebih berhati-hati, seseorang dapat membaca basmalah sebelum masuk kamar mandi. Dengan demikian, ia tetap dapat menjaga adab ketika memasuki tempat tersebut.
Tidak Berarti Dilarang Mengingat Allah
Penting untuk memahami bahwa larangan atau anjuran meninggalkan dzikir lisan di kamar mandi bukan berarti seorang Muslim harus melupakan Allah ketika berada di sana.
Seorang Muslim tetap dapat mengingat Allah di dalam hati. Ia juga dapat segera berdzikir setelah keluar dari kamar mandi.
Islam mengajarkan adab dalam setiap keadaan. Mengingat Allah merupakan amalan yang mulia, sehingga sudah sepatutnya dilakukan dengan memperhatikan tempat dan kondisi.
BACA JUGA: Manfaat Besar Dzikir Pagi Petang yang Sering Dianggap Sepele
Jadi, berdzikir dengan lisan ketika berada di tempat buang hajat sebaiknya dihindari sebagai bentuk menjaga adab terhadap nama Allah. Sementara itu, mengingat Allah di dalam hati tetap diperbolehkan.
Jika kamar mandi menyatu dengan toilet, sikap yang lebih hati-hati adalah tidak mengucapkan dzikir secara lisan di dalamnya. Dzikir dapat dilakukan setelah keluar dari ruangan tersebut.
Dengan memahami adab ini, seorang Muslim dapat tetap memperbanyak dzikir tanpa mengabaikan kehormatan nama Allah. Yang terpenting adalah menjaga hati agar selalu mengingat Allah dan membiasakan dzikir pada tempat serta keadaan yang sesuai.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

