Berdoa dengan Suara Keras, Bolehkah?

Umar Faqih
5 Min Read
Foto: Freepik

BERDOA merupakan ibadah yang dapat dilakukan oleh setiap Muslim kapan saja. Ketika berdoa, seseorang dapat memohon ampunan, meminta pertolongan, mengharapkan kebaikan, serta menyampaikan berbagai kebutuhan kepada Allah.

Dalam praktiknya, ada orang yang berdoa dengan suara pelan. Ada pula yang mengangkat suara agar terdengar jelas. Lalu, bagaimana hukum berdoa dengan suara yang keras? Apakah hal tersebut diperbolehkan dalam Islam?

BACA JUGA: Bolehkah Berdoa dalam Hati tanpa Menggerakkan Bibir?

Berdoa dengan Suara Keras pada Dasarnya Diperbolehkan

Pada dasarnya, berdoa dengan suara yang terdengar diperbolehkan. Namun, Islam juga mengajarkan agar seseorang tidak berlebihan dalam mengeraskan suara ketika berdoa.

Allah berfirman: “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” QS. Al-A’raf ayat 55.

Ayat tersebut menunjukkan bahwa dalam berdoa seorang Muslim dianjurkan untuk merendahkan diri dan menjaga suara. Bukan berarti doa harus selalu dilakukan dengan suara yang sangat pelan, tetapi tidak sepatutnya seseorang berteriak atau mengeraskan suara secara berlebihan.

https://s.shopee.co.id/2BCiKTbPUr

Rasulullah ﷺ Mengajarkan untuk Tidak Berlebihan

Dalam sebuah hadis, Abu Musa al-Asy’ari menceritakan bahwa para sahabat pernah mengeraskan suara ketika bertakbir dalam perjalanan.

Kemudian Rasulullah ﷺ mengingatkan mereka agar tidak berlebihan dalam mengeraskan suara. Beliau menjelaskan bahwa mereka tidak sedang menyeru sesuatu yang tuli atau jauh, karena Allah Maha Mendengar dan dekat.

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Bukhari no. 6384 dan Muslim no. 2704.

Dari hadis tersebut dapat dipahami bahwa seorang Muslim tidak perlu berteriak ketika berdoa. Allah mendengar doa hamba-Nya, baik doa tersebut diucapkan dengan suara pelan maupun suara yang terdengar.

Mengapa Sebaiknya Tidak Berteriak?

Doa merupakan bentuk penghambaan kepada Allah. Karena itu, sikap yang sesuai ketika berdoa adalah rendah hati dan penuh ketundukan.

Mengeraskan suara secara berlebihan juga dapat mengganggu orang lain, terutama jika doa dilakukan di tempat yang digunakan untuk beribadah bersama.

Misalnya, seseorang berdoa dengan suara sangat keras di dalam masjid ketika ada jamaah lain yang sedang shalat atau membaca Al-Qur’an. Kondisi tersebut tentu dapat mengganggu kekhusyukan mereka.

Karena itu, memperhatikan keadaan sekitar juga merupakan bagian dari adab ketika berdoa.

Bagaimana Jika Berdoa Bersama-sama?

Dalam beberapa keadaan, doa dilakukan secara bersama-sama. Misalnya setelah kegiatan keagamaan atau ketika seseorang memimpin doa untuk jamaah.

Dalam kondisi seperti itu, orang yang memimpin doa dapat mengucapkannya dengan suara yang terdengar oleh orang-orang yang mengaminkan. Suara yang jelas membantu jamaah mengikuti doa dengan baik.

Namun, tetap tidak perlu mengeraskan suara secara berlebihan. Tujuannya adalah agar doa dapat didengar, bukan untuk membuat suasana menjadi gaduh.

Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga ketenangan dan kekhusyukan selama doa berlangsung.

Berdoa dengan Suara Pelan Juga Baik

Selain berdoa dengan suara yang terdengar, seseorang juga boleh berdoa dengan suara pelan. Bahkan, berdoa secara perlahan dapat membantu seseorang lebih berkonsentrasi dan merasakan kedekatan dengan Allah.

Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati manusia. Karena itu, seseorang tidak perlu merasa bahwa doanya harus disampaikan dengan suara keras agar didengar oleh Allah.

Allah berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat.” QS. Al-Baqarah ayat 186.

Ayat ini mengingatkan bahwa Allah dekat dan mengetahui permohonan hamba-Nya.

Perhatikan Situasi dan Kondisi

Hukum dan adab dalam berdoa juga perlu diterapkan sesuai keadaan. Jika seseorang sedang berdoa sendirian di tempat yang tenang, suara yang sedikit terdengar tentu berbeda dengan berteriak di tengah banyak orang.

Begitu pula ketika seseorang memimpin doa. Suara yang cukup jelas agar jamaah dapat mendengar tentu memiliki kebutuhan yang berbeda.

Intinya, suara dalam doa sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Jangan terlalu pelan hingga tidak terdengar oleh orang yang memang perlu mengikutinya, tetapi jangan pula terlalu keras hingga mengganggu orang lain.

BACA JUGA: Bolehkah Berdoa Ketika Sedang Sujud dalam Shalat?

Jadi, boleh berdoa dengan suara yang keras, tetapi Islam mengajarkan agar tidak berlebihan dalam mengeraskan suara. Seorang Muslim dianjurkan berdoa dengan rendah hati, tenang, dan penuh ketundukan kepada Allah.

Jika berdoa bersama jamaah, suara dapat dibuat cukup jelas agar orang lain dapat mengikuti dan mengaminkan. Namun, jika berdoa sendirian, suara pelan juga sudah cukup karena Allah Maha Mendengar setiap doa hamba-Nya.

Yang paling penting bukan seberapa keras suara ketika berdoa, tetapi keikhlasan, ketundukan, dan keyakinan kepada Allah.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *