Sudah Umur 40 Tahun Tapi Belum Bisa Baca Al-Quran, Haruskah Malu?

Yudi
By Yudi
8 Min Read
Foto: Freepik

USIA 40 tahun sering dianggap sebagai usia yang sudah matang. Di usia ini, seseorang biasanya sudah melewati banyak pengalaman hidup, memiliki keluarga, pekerjaan, dan berbagai tanggung jawab. Namun, bagaimana jika seseorang sudah berusia 40 tahun tetapi ternyata belum bisa membaca Al-Quran dengan baik? Haruskah ia merasa malu?

Jawabannya, malu boleh menjadi perasaan yang mendorong seseorang untuk berubah, tetapi jangan sampai rasa malu membuat seseorang justru semakin jauh dari Al-Quran. Tidak ada kata terlambat untuk belajar membaca Al-Quran. Bahkan jika seseorang baru mulai belajar ketika usianya sudah 40, 50, atau 60 tahun, langkah tersebut tetap merupakan kebaikan yang sangat berharga.

BACA JUGA: Apakah Perempuan Usia 40 Tahun Mengalami Puber Kedua?

Yang perlu menjadi perhatian bukan semata-mata mengapa sampai usia 40 tahun belum bisa membaca Al-Quran, tetapi apa yang akan dilakukan setelah menyadarinya. Jika seseorang sudah mengetahui bahwa dirinya belum mampu membaca Al-Quran, lalu berusaha mencari guru dan mulai belajar, itu jauh lebih baik daripada orang yang sebenarnya mampu tetapi tidak pernah membuka Al-Quran karena merasa tidak membutuhkannya.

Al-Quran merupakan kitab suci yang menjadi petunjuk bagi kehidupan seorang muslim. Karena itu, kemampuan membaca Al-Quran merupakan sesuatu yang sebaiknya diusahakan. Namun, kemampuan membaca bukanlah sesuatu yang otomatis dimiliki setiap orang sejak kecil. Ada orang yang tidak pernah mendapatkan kesempatan belajar, ada yang berasal dari keluarga yang tidak membiasakan membaca Al-Quran, dan ada pula yang dahulu pernah belajar tetapi kemudian lupa karena tidak pernah mengulanginya.

Karena itu, kita tidak seharusnya terburu-buru menghakimi seseorang hanya karena melihat usianya. Bisa jadi ada perjalanan hidup yang tidak kita ketahui. Seseorang yang baru belajar membaca Al-Quran pada usia 40 tahun mungkin justru sedang menunjukkan keberanian besar untuk memperbaiki dirinya.

Masalahnya, banyak orang merasa malu belajar mengaji ketika sudah dewasa. Mereka takut ditertawakan karena masih terbata-bata membaca huruf hijaiyah. Ada pula yang merasa tidak enak jika harus duduk bersama anak-anak atau pemula ketika belajar membaca Al-Quran. Akibat rasa malu tersebut, mereka memilih tidak belajar sama sekali.

Padahal, rasa malu semacam itu justru harus dilawan. Tidak perlu merasa rendah diri ketika belajar sesuatu yang mendekatkan kita kepada Allah. Orang dewasa yang datang kepada guru mengaji untuk belajar dari dasar bukanlah orang yang memalukan. Justru ia sedang menunjukkan bahwa dirinya masih mau memperbaiki kekurangan.

Rasulullah ﷺ memberikan kabar gembira bagi orang yang membaca Al-Quran. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa orang yang mahir membaca Al-Quran akan bersama para malaikat yang mulia, sedangkan orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata dan mengalami kesulitan tetap mendapatkan dua pahala. Hadis ini menjadi penghiburan bagi mereka yang sedang belajar dan belum lancar.

Artinya, jangan menunggu lancar baru mulai membaca Al-Quran. Justru karena belum lancar, seseorang harus terus belajar dan berlatih. Kesalahan dalam proses belajar bukan alasan untuk berhenti. Yang penting adalah terus memperbaiki bacaan dan berusaha agar semakin mendekati bacaan yang benar.

Namun, bukan berarti seseorang boleh merasa cukup dengan membaca Al-Quran secara sembarangan. Jika belum memahami tajwid atau masih banyak kesalahan dalam pelafalan huruf, hendaknya ia mencari guru yang dapat membimbing. Terutama untuk bacaan dalam shalat, seseorang perlu berusaha memperbaiki bacaan yang wajib dibaca dalam shalat agar sesuai kemampuan terbaiknya.

Belajar Al-Quran di usia 40 tahun juga bukan sesuatu yang mustahil. Sekarang ada banyak pilihan untuk belajar, mulai dari mendatangi masjid atau majelis pengajian, mencari guru privat, mengikuti kelas khusus orang dewasa, hingga memanfaatkan teknologi untuk mendukung latihan. Yang paling penting bukan metode mana yang digunakan, tetapi kemauan untuk memulai dan konsisten berlatih.

https://s.shopee.co.id/70Djkx4cK3

Tidak perlu langsung memasang target yang terlalu berat. Mulailah dari mengenali huruf hijaiyah jika memang belum mengenalnya. Setelah itu belajar harakat, menyambungkan huruf, membaca kata-kata sederhana, memahami tajwid dasar, kemudian perlahan meningkatkan kemampuan membaca. Sedikit demi sedikit jauh lebih baik daripada terus menunda karena merasa harus langsung mahir.

Ada pula orang yang sebenarnya sudah bisa membaca Al-Quran, tetapi jarang membacanya. Ia mungkin merasa malu karena bacaannya tidak lancar setelah bertahun-tahun tidak membuka mushaf. Solusinya bukan menghindari Al-Quran, melainkan kembali membacanya secara rutin. Kemampuan yang lama tidak digunakan memang bisa menurun, tetapi dengan latihan yang konsisten, insya Allah dapat meningkat kembali.

Orang yang sedang belajar juga sebaiknya tidak membandingkan dirinya dengan orang lain. Jangan melihat seseorang yang sudah lancar membaca Al-Quran selama puluhan tahun lalu merasa dirinya terlalu tertinggal. Setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda. Yang perlu dibandingkan adalah diri kita hari ini dengan diri kita kemarin.

Jika hari ini hanya mampu membaca beberapa ayat, tidak masalah. Besok berusaha membaca lebih baik. Jika hari ini masih salah dalam membedakan beberapa huruf, pelajari kembali. Jika hari ini masih membutuhkan bimbingan guru, jangan malu untuk bertanya. Setiap langkah kecil menuju kemampuan membaca Al-Quran merupakan bagian dari proses memperbaiki diri.

Bagi keluarga, sebaiknya jangan mempermalukan anggota keluarga yang belum bisa membaca Al-Quran. Suami jangan mengejek istri, istri jangan merendahkan suami, dan orang tua jangan mempermalukan anak yang masih kesulitan belajar. Sebaliknya, keluarga seharusnya menjadi tempat yang memberikan dukungan agar seseorang merasa nyaman untuk belajar.

Begitu juga masyarakat. Jangan menjadikan kemampuan membaca Al-Quran sebagai alat untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain. Jika ada orang dewasa yang baru belajar mengaji, sambutlah dengan baik. Bisa jadi keberaniannya untuk mulai belajar justru lebih patut diapresiasi daripada orang yang sudah lama bisa membaca tetapi tidak lagi mau membuka Al-Quran.

Lalu, apakah seseorang yang berusia 40 tahun dan belum bisa membaca Al-Quran harus malu?

Jika rasa malu itu membuatnya sadar bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki, maka jadikanlah rasa malu tersebut sebagai motivasi. Tetapi jika rasa malu membuatnya menghindari Al-Quran, takut belajar, atau merasa tidak pantas menjadi orang baik, maka rasa malu itu harus ditinggalkan.

Usia 40 tahun bukanlah akhir perjalanan. Justru usia tersebut bisa menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan dengan Allah. Tidak ada yang menjamin seseorang masih memiliki waktu puluhan tahun ke depan. Karena itu, daripada terus mengatakan “nanti belajar”, lebih baik mulai hari ini meskipun hanya beberapa menit.

BACA JUGA: Sudah Usia 40 Tahun tapi Tidak Pernah Shalat 5 Waktu, Bagaimana?

Jangan menunggu bisa membaca Al-Quran dengan sempurna untuk mencintai Al-Quran. Mulailah belajar dari kemampuan yang ada, cari guru, perbaiki kesalahan, dan teruslah berlatih. Sebab, yang lebih memprihatinkan bukan orang berusia 40 tahun yang belum lancar membaca Al-Quran tetapi mau belajar, melainkan orang yang sudah tahu dirinya belum mampu tetapi memilih tidak pernah berusaha.

Jadi, kalau umur sudah 40 tahun tetapi belum bisa membaca Al-Quran, tidak perlu tenggelam dalam rasa malu. Bangkitlah, ambil mushaf, cari guru, dan mulai belajar dari mana pun kemampuan kita saat ini. Karena selama masih diberi kesempatan hidup, selalu ada kesempatan untuk menjadi lebih dekat dengan Al-Quran dan memperbaiki diri di hadapan Allah. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *