BAGI yang sedang belajar membaca Al-Qur’an, mungkin pernah menemukan mim sukun (مْ) yang bertemu dengan huruf ba (ب).
Tahukah kamu?
Pertemuan tersebut memiliki hukum bacaan khusus yang disebut Ikhfa Syafawi.
Lalu, apa itu Ikhfa Syafawi dan bagaimana cara membacanya?
1. Apa Itu Ikhfa Syafawi?
Ikhfa Syafawi (إِخْفَاءٌ شَفَوِيٌّ) adalah salah satu hukum bacaan yang terjadi ketika mim mati atau mim sukun (مْ) bertemu dengan huruf ba (ب).
Disebut syafawi karena cara membacanya berkaitan dengan dua bibir (asy-syafatain).
Contohnya:
تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ
Perhatikan:
مْ + ب
Pada bagian هُمْ بِحِجَارَةٍ, mim sukun bertemu dengan huruf ba.
Di situlah terjadi Ikhfa Syafawi.
BACA JUGA: Bacaan Al-Fatihah Masih Salah, Apakah Shalatnya Tidak Diterima?
2. Hanya Ada Satu Huruf
Ikhfa Syafawi cukup mudah diingat karena huruf penyebabnya hanya satu.
Yaitu:
ب (Ba)
Jadi, rumus sederhananya:
مْ + ب = Ikhfa Syafawi
Berbeda dengan beberapa hukum tajwid lainnya yang memiliki banyak huruf.
3. Bagaimana Cara Membacanya?
Cara membaca Ikhfa Syafawi adalah dengan menyamarkan suara mim ketika bertemu huruf ba.
Suara mim tidak dibaca terlalu jelas seperti izhār, tetapi juga tidak dilebur sepenuhnya.
Bacaan disertai dengung (ghunnah) sekitar dua harakat.
Karena melibatkan kedua bibir, posisi bibir perlu diperhatikan.
Jangan sampai mim terdengar terlalu jelas, tetapi jangan pula hilang sama sekali.
4. Contoh dalam Al-Qur’an
Salah satu contoh yang terkenal adalah:
تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ
Artinya:
“Yang melempari mereka dengan batu dari tanah yang terbakar.” (QS. Al-Fil: 4)
Pada lafaz:
هُمْ بِحِجَارَةٍ
terdapat mim sukun (مْ) yang bertemu ba (ب).
Maka dibaca dengan hukum Ikhfa Syafawi.
Contoh lainnya:
وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ
Pada bagian:
هُم بِمُؤْمِنِينَ
terdapat mim sukun bertemu ba.
5. Mengapa Disebut “Syafawi”?
Kata syafawi berasal dari kata Arab asy-syafah (الشَّفَة) yang berarti bibir.
Hal ini berkaitan dengan tempat keluarnya huruf mim dan ba yang melibatkan kedua bibir.
Karena itulah hukum ini disebut Ikhfa Syafawi, bukan sekadar Ikhfa biasa.
6. Jangan Tertukar dengan Ikhfa Haqiqi
Ini penting.
Ikhfa Syafawi terjadi pada:
مْ + ب
Sedangkan Ikhfa Haqiqi berkaitan dengan nun sukun (نْ) atau tanwin yang bertemu dengan salah satu huruf ikhfa.
Jadi, cara mudah membedakannya:
Mim mati bertemu Ba → Ikhfa Syafawi.
Nun mati/tanwin bertemu huruf-huruf ikhfa → Ikhfa Haqiqi.
7. Jangan Membaca Mim Terlalu Jelas
Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah membaca mim sukun dengan sangat jelas:
هُمْ بِـ…
Padahal, pada Ikhfa Syafawi, suara mim perlu disamarkan dan didengungkan sebelum masuk ke huruf ba.
Latih dengan perlahan.
Rasakan posisi kedua bibir dan pertahankan dengungan secukupnya.
8. Jangan Menghilangkan Suara Mim Sepenuhnya
Sebaliknya, jangan pula membuat suara mim hilang.
Ikhfa berarti menyamarkan, bukan menghilangkan.
Jadi, tetap ada karakter suara mim yang terdengar melalui dengungan.
Kuncinya adalah seimbang:
Tidak terlalu jelas.
Tidak terlalu samar sampai hilang.
BACA JUGA: Apa Itu Ta Marbuthah? Yuk, Kenali Huruf ة dalam Bahasa Arab
Kesimpulan
Ikhfa Syafawi adalah hukum bacaan ketika mim sukun (مْ) bertemu dengan huruf ba (ب).
Cara membacanya:
Disamarkan + didengungkan sekitar dua harakat.
Rumus mudahnya:
مْ + ب = IKHFA SYAFAWI
Contoh:
تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ
Semakin sering dilatih, semakin mudah telinga mengenali hukum bacaan ini.
Belajar tajwid bukan sekadar agar bacaan terdengar indah, tetapi agar setiap huruf Al-Qur’an dibaca dengan benar sesuai kaidahnya. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

