Laki-Laki Futsal Pakai Celana Pendek, Apa Hukumnya?

Yudi
By Yudi
8 Min Read
Foto: Unsplash/Attareza Naufal

FUTSAL menjadi salah satu olahraga yang sangat digemari laki-laki. Biasanya para pemain mengenakan jersey, kaus kaki panjang, dan celana pendek yang terkadang panjangnya berada di atas lutut. Pertanyaannya, bagaimana hukum seorang Muslim bermain futsal dengan celana seperti itu? Apakah olahraga tersebut tetap diperbolehkan, atau justru pakaian yang digunakan membuatnya berdosa?

Persoalan ini perlu dibedakan antara hukum bermain futsal dan hukum pakaian yang dikenakan ketika bermain futsal. Futsal pada dasarnya adalah olahraga yang mubah, bahkan dapat menjadi aktivitas yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Yang menjadi persoalan adalah ketika seseorang bermain olahraga tetapi tidak memperhatikan batasan aurat yang ditetapkan syariat.

BACA JUGA: Aurat Terbuka ketika Shalat, Batal Ga Sih Shalatnya?

Apa batas aurat laki-laki?

Mayoritas ulama menjelaskan bahwa aurat laki-laki berada di antara pusar dan lutut. NU Online juga menjelaskan batas tersebut dalam pembahasan fikih aurat laki-laki, dengan catatan terdapat perincian mengenai apakah pusar dan lutut sendiri termasuk bagian aurat atau merupakan batasnya.

Karena itu, celana futsal yang panjangnya hanya sampai pertengahan paha jelas bermasalah menurut pendapat mayoritas ulama. Paha termasuk bagian yang harus ditutup, sehingga seorang laki-laki tidak seharusnya sengaja mengenakan celana yang membuat bagian tersebut terbuka di hadapan orang lain.

Majelis Ulama Indonesia juga mencantumkan bahwa memperlihatkan aurat laki-laki, yaitu bagian antara pusar dan lutut, merupakan hal yang haram.

Bagaimana jika celananya tepat di atas lutut?

Ini bagian yang sering menjadi perdebatan. Ada rincian ulama mengenai apakah lutut termasuk aurat atau tidak. Pendapat yang masyhur menyatakan bahwa area antara pusar dan lutut merupakan aurat, sedangkan pusar dan lutut sendiri menjadi batas luar.

Namun, dalam praktik bermain futsal, menggunakan celana yang hanya sedikit melewati atau berada tepat di atas lutut sangat berisiko membuka bagian paha ketika berlari, menendang, jatuh, atau melakukan gerakan tertentu. Karena itu, lebih aman menggunakan celana yang menutup bagian tersebut dengan sempurna.

Dengan kata lain, jangan mencari ukuran pakaian yang “pas sekali” dengan batas aurat. Ketika berolahraga, tubuh banyak bergerak sehingga pakaian mudah bergeser.

Bagaimana jika bermain bersama teman laki-laki?

Sebagian orang beranggapan, “Yang melihat kan laki-laki juga. Tidak masalah kalau paha terlihat.”

Anggapan tersebut perlu diluruskan. Kewajiban menutup aurat laki-laki bukan hanya berlaku ketika berada di depan perempuan. Aurat tetap harus dijaga ketika berada di hadapan laki-laki lain. Karena itu, bermain futsal bersama teman-teman laki-laki tidak otomatis membuat seseorang boleh mengenakan celana yang membuka aurat.

Bahkan jika semua pemain sama-sama mengenakan celana pendek, seorang Muslim tetap sebaiknya berusaha menjaga pakaian sesuai ketentuan agama.

Bagaimana jika alasan celana pendek adalah agar mudah bergerak?

Ini alasan yang cukup sering muncul. Celana pendek memang membuat gerakan terasa lebih leluasa, terutama ketika bermain futsal dengan intensitas tinggi. Akan tetapi, kemudahan bergerak tidak otomatis menjadi alasan untuk meninggalkan kewajiban menutup aurat.

Saat ini sebenarnya tersedia berbagai jenis pakaian olahraga yang tetap memberikan keleluasaan bergerak tetapi dapat menutup aurat. Misalnya menggunakan celana olahraga yang panjangnya melewati lutut atau memakai lapisan tambahan seperti legging olahraga yang menutup bagian paha.

Yang terpenting bukan merek atau model pakaiannya, tetapi apakah pakaian tersebut benar-benar menutup bagian tubuh yang wajib ditutup.

https://s.shopee.co.id/BNe5MhdZ4

Bagaimana jika paha hanya terlihat sesekali?

Misalnya seseorang sudah memakai celana yang cukup panjang, tetapi ketika berlari atau menendang bola celananya naik sehingga sebagian paha terlihat. Kondisi seperti ini tentu berbeda dengan seseorang yang sejak awal sengaja memakai celana yang jelas-jelas terlalu pendek.

Namun, jika seseorang mengetahui bahwa pakaiannya sangat mudah tersingkap dan terus-menerus membuka aurat, ia perlu mencari solusi. Jangan sampai setiap pertandingan aurat berkali-kali terbuka tetapi dianggap biasa karena alasannya sedang bermain olahraga.

Pakaian olahraga seharusnya dipilih dengan mempertimbangkan gerakan tubuh. Jangan hanya mengukur panjang celana ketika berdiri diam di depan cermin.

Bagaimana jika futsal dilakukan di tempat umum?

Masalahnya bisa menjadi lebih kompleks ketika pertandingan dilakukan di tempat yang memungkinkan banyak orang melihat para pemain. Ada kemungkinan terdapat perempuan yang menyaksikan pertandingan, baik secara langsung maupun melalui kamera.

Seorang Muslim sebaiknya tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga menjaga agar auratnya tidak menjadi sesuatu yang dilihat orang lain. Bahkan terdapat fatwa dari Jabatan Mufti Negeri Selangor yang membahas olahraga seperti sepak bola dan menyatakan bahwa melihat aurat pemain laki-laki perlu dihindari; hukumnya dapat menjadi haram apabila disertai syahwat atau melalaikan kewajiban agama.

Karena itu, menjaga pakaian ketika bermain bukan hanya persoalan “saya nyaman atau tidak”, tetapi juga bagian dari menjaga kehormatan seorang Muslim.

Apakah futsalnya menjadi haram?

Perlu hati-hati dalam memberikan kesimpulan. Futsalnya sendiri tidak otomatis menjadi haram hanya karena seseorang mengenakan celana pendek. Yang menjadi persoalan adalah pelanggaran terhadap kewajiban menutup aurat.

Jangan sampai seseorang mengatakan, “Kalau begitu bermain futsal haram.” Kesimpulan yang lebih tepat adalah bahwa olahraga futsal pada dasarnya boleh, tetapi seorang Muslim wajib memperhatikan aturan syariat dalam berpakaian.

Apalagi olahraga memiliki banyak manfaat. Tubuh menjadi lebih sehat, stamina terjaga, dan seseorang dapat mengisi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat. Yang perlu diperbaiki adalah cara melakukannya agar tidak bertentangan dengan ketentuan agama.

Jangan menyepelekan masalah aurat

Kadang-kadang masalah aurat dianggap terlalu sepele karena sudah menjadi kebiasaan di masyarakat. Celana pendek di atas lutut dipakai ketika bermain bola, futsal, bersepeda, atau berkumpul dengan teman. Karena semua orang melakukannya, akhirnya seseorang merasa tidak ada masalah.

Padahal, banyaknya orang yang melakukan sesuatu tidak otomatis menjadikannya benar menurut syariat. Seorang Muslim tetap perlu berusaha mengikuti aturan agama meskipun lingkungan sekitarnya memiliki kebiasaan yang berbeda.

Menutup aurat juga tidak berarti seseorang harus berhenti berolahraga. Justru tantangannya adalah bagaimana tetap aktif, sehat, dan bugar sambil menjaga batasan yang telah ditentukan agama.

Pilih pakaian olahraga yang lebih aman

Solusinya sebenarnya sederhana. Jika ingin bermain futsal, pilih celana olahraga yang menutupi area antara pusar dan lutut dengan baik dan tidak mudah tersingkap ketika melakukan gerakan.

Lebih baik sedikit lebih panjang daripada terlalu pendek. Dengan begitu, ketika berlari, menendang, sliding, atau jatuh, bagian paha tetap terlindungi.

Jangan sampai karena ingin terlihat keren dengan seragam futsal tertentu, seorang Muslim mengabaikan kewajiban menutup aurat. Model pakaian bisa mengikuti perkembangan zaman, tetapi batasan syariat tetap harus dijaga.

BACA JUGA: Kenapa Suara Wanita Termasuk Aurat dalam Islam?

Jadi, apa hukumnya?

Kesimpulannya, bermain futsal hukumnya boleh, tetapi seorang laki-laki tetap wajib memperhatikan auratnya. Menurut pendapat mayoritas ulama, bagian antara pusar dan lutut merupakan aurat, sehingga memakai celana futsal yang membuka paha tidak sesuai dengan kewajiban menutup aurat.

Kalau ingin bermain futsal, tidak perlu meninggalkan olahraga tersebut. Cukup perbaiki pakaian yang digunakan. Pilih celana yang menutup aurat dengan baik, tidak transparan, tidak terlalu ketat, dan tidak mudah tersingkap ketika bergerak.

Sehat itu penting, tetapi menjaga aurat juga kewajiban. Jangan sampai kita mengejar tubuh yang bugar dengan cara yang justru mengabaikan aturan Allah. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *