Ciri-Ciri Oli Motor yang Sudah Dioplos, Mudah Banget Mengenalinya!

Umar Faqih
4 Min Read
Foto: Freepik

JANGAN asal percaya ketika membeli oli motor, apalagi kalau harganya jauh lebih murah dari pasaran. Bisa saja oli tersebut sudah dicampur atau dioplos dengan bahan lain sehingga kualitas pelumasnya menurun.

Memang, mengenali oli oplosan hanya dari tampilan tidak selalu bisa dipastikan 100 persen. Namun, ada beberapa tanda yang patut dicurigai.

1. Harganya Terlalu Murah

Kalau harga oli jauh di bawah harga normal, jangan langsung tergiur. Selisih harga yang tidak masuk akal bisa menjadi salah satu tanda yang perlu diperiksa lebih lanjut.

2. Warna Oli Terlihat Tidak Wajar

Oli baru umumnya memiliki warna dan kejernihan yang relatif konsisten sesuai jenis produknya. Jika warnanya terlihat sangat berbeda dari produk yang biasa digunakan, sebaiknya waspada.

Tapi ingat, warna saja tidak cukup untuk membuktikan oli oplosan.

BACA JUGA: Benarkah Perempuan Malas Ganti Oli Motor?

3. Bau Oli Berbeda

Oli yang dicurigai oplosan terkadang memiliki aroma yang terasa berbeda atau terlalu menyengat dibandingkan produk yang sama yang dibeli sebelumnya.

Kalau menemukan perbedaan mencolok, jangan buru-buru digunakan.

4. Teksturnya Terasa Aneh

Oli seharusnya memiliki kekentalan yang sesuai dengan spesifikasinya. Jika terasa terlalu encer, terlalu pekat, atau karakter alirannya sangat berbeda dari oli sejenis, patut dicurigai.

Namun, tingkat kekentalan juga dipengaruhi suhu, jadi tes sederhana dengan tangan tidak bisa dijadikan pemeriksaan pasti.

https://s.shopee.co.id/2gAhixygLv

5. Kemasan Terlihat Mencurigakan

Periksa tutup, segel, label, cetakan, nomor produksi, dan kondisi botol.

Segel rusak, label miring, cetakan buram, atau tutup yang terlihat pernah dibuka bisa menjadi tanda bahwa produk perlu diperiksa lebih lanjut.

6. Label dan Informasinya Tidak Jelas

Cek nama produsen, jenis oli, viskositas, spesifikasi, volume, serta informasi lain pada kemasan.

Kalau ada tulisan yang aneh, salah eja, atau informasi produk tidak konsisten, jangan diabaikan.

7. Mesin Terasa Berbeda Setelah Ganti Oli

Ini bukan bukti pasti, tetapi bisa menjadi tanda untuk melakukan pemeriksaan.

Misalnya mesin terasa lebih kasar, suara mesin berubah, perpindahan gigi terasa kurang halus pada motor tertentu, atau oli cepat berubah kondisinya secara tidak wajar.

8. Dibeli dari Penjual yang Tidak Jelas

Tempat membeli juga penting. Lebih aman memilih bengkel atau toko yang terpercaya dan memiliki reputasi baik daripada membeli hanya karena harganya paling murah.

BACA JUGA: Cara Ganti Oli Motor Sendiri, Gimana Sih?

9. Jangan Mengandalkan Tes Rumahan Semata

Ada banyak cara yang beredar di internet seperti meneteskan oli di kertas, memasukkan oli ke freezer, atau melihat endapannya.

Tes tersebut tidak dapat memastikan secara akurat apakah oli asli, oplosan, atau sesuai spesifikasi. Untuk kepastian, pemeriksaan laboratorium jauh lebih dapat diandalkan.

Jadi, Harus Bagaimana?

Kalau menemukan oli dengan harga tidak masuk akal, kemasan mencurigakan, informasi produk tidak jelas, dan karakter oli yang berbeda, sebaiknya jangan langsung digunakan.

Simpan kemasannya dan, bila perlu, bandingkan dengan produk asli dari distributor atau toko resmi. Untuk motor yang sangat bergantung pada spesifikasi oli tertentu, menggunakan pelumas yang kualitasnya tidak jelas bisa meningkatkan risiko keausan mesin.

Jadi, jangan cuma tergiur harga murah. Oli yang tepat bukan sekadar membuat mesin terasa ringan, tetapi juga membantu melindungi komponen mesin dalam jangka panjang. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *